bernasnews – Dua orang lanjut usia (lansia) di Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, ditemukan meninggal dunia dengan luka bakar di tubuh pada Kamis, 9 Juli 2026.
Kedua korban ditemukan di lokasi berbeda setelah sebelumnya beraktivitas membersihkan lahan dengan cara membakar semak belukar.
Kapolsek Semanu, AKP Pudjijono, membenarkan terjadinya dua peristiwa tersebut. Berdasarkan pemeriksaan medis dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tidak ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh kedua korban.
Keduanya dinyatakan murni meninggal dunia akibat kecelakaan saat beraktivitas di lahan.
Kejadian Pertama di Kalurahan Dadapayu
Peristiwa pertama menimpa seorang lansia berinisial SWY (80), warga Dusun Kauman, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu. Korban ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIB di lahan belakang rumahnya.
Kejadian bermula sekitar pukul 07.30 WIB saat korban membersihkan semak belukar dan tumpukan daun kering menggunakan api.
Karena tidak kunjung terlihat hingga siang hari, seorang saksi mencari korban ke lahan yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah.
Di lokasi tersebut, saksi menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi tubuh terbakar.
Petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Semanu I segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jasad korban.
“Dari hasil pemeriksaan tim medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan korban murni meninggal dikarenakan henti napas,” kata Pudjijono.
Pihak keluarga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.
Kejadian Kedua di Kalurahan Candirejo
Beberapa jam kemudian, peristiwa serupa terjadi di kawasan Alas Ketos, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu. Korban berinisial YS (75), warga Padukuhan Pucangsari, ditemukan meninggal dunia dengan luka bakar setelah sempat dicari oleh pihak keluarga.
YS diketahui berangkat dari rumah sekitar pukul 08.00 WIB untuk membersihkan lahan miliknya dengan membakar tumpukan daun kering. Hingga sore hari, korban tidak kunjung pulang sehingga pihak keluarga berinisiatif melakukan pencarian ke lokasi.
“Hingga sore hari korban belum pulang sehingga keluarga melakukan pencarian. Saat ditemukan korban sudah meninggal dunia dengan luka bakar di seluruh tubuh,” ujar AKP Pudjijono.
Tim medis dari Puskesmas Semanu II bersama polisi yang memeriksa kondisi fisik korban memastikan tidak ada unsur penganiayaan. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat kebakaran lahan tersebut.
“Korban dinyatakan meninggal dunia akibat terbakar dan tidak ditemukan adanya unsur penganiayaan,” tegas Pudjijono.
Polisi Imbau Warga Tidak Membakar Lahan Sendirian
Menyikapi dua kejadian tersebut, Polsek Semanu mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat membersihkan lahan di musim kemarau.
Semak dan dedaunan kering yang mudah terbakar serta tiupan angin yang berubah-ubah dapat membuat api menjalar dengan cepat.
Kepolisian meminta warga, khususnya lansia, untuk tidak melakukan pembakaran lahan seorang diri demi keselamatan.
“Kami mengimbau kepada warga, terutama para lansia, agar tidak melakukan pembakaran lahan sendirian. Pastikan ada anggota keluarga yang mendampingi, siapkan alat pemadam sederhana seperti air, dan perhatikan kondisi angin agar api tidak meluas. Keselamatan jauh lebih penting daripada cepatnya pekerjaan,” tegas Pudjijono.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan bara api benar-benar telah padam sebelum meninggalkan lokasi guna mencegah potensi kebakaran yang lebih luas. (Eln)












