News  

Doa Iftitah Agama Islam untuk Apa? Ini Pengertian, Hukum, Bacaannya

Cara tayamum di mobil sesuai sunnah lengkap dengan syarat sah, rukun, sunah, langkah tayamum, bacaan niat, dan doa setelah tayamum (Magnific)

bernasnews – Doa iftitah merupakan doa pembuka yang dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum Surah Al-Fatihah dalam shalat.

Meskipun bukan termasuk rukun shalat, bacaan ini memiliki kedudukan sebagai sunnah yang sangat dianjurkan karena menjadi salah satu amalan yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Doa iftitah hanya dibaca satu kali pada rakaat pertama, baik dalam shalat wajib maupun shalat sunnah, dengan beberapa pilihan bacaan yang semuanya memiliki dasar yang sahih.

Keberadaan doa iftitah bukan sekadar pelengkap dalam shalat. Bacaan ini menjadi bentuk pujian kepada Allah SWT sekaligus sarana mempersiapkan hati agar lebih khusyuk sebelum memasuki rangkaian bacaan Al-Qur’an.

Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memahami makna doa iftitah sekaligus mengamalkannya sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Apa Itu Doa Iftitah dan Bagaimana Hukumnya?

Doa iftitah adalah doa pembuka dalam shalat yang dibaca sesudah takbiratul ihram sebelum membaca Surah Al-Fatihah. Bacaan ini hanya dilakukan pada rakaat pertama dan tidak diulang pada rakaat-rakaat berikutnya.

Dasar bacaan doa iftitah berasal dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA. Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki jeda sejenak setelah takbiratul ihram sebelum membaca Al-Qur’an. Ketika ditanya mengenai bacaan yang beliau ucapkan pada jeda tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa beliau membaca doa iftitah.

Hadits tersebut berbunyi:

كَانَ رَسُولُ الله صَلَى الله عَلَيهِ وَسَلَّمْ اِذَاكَبَرَ فِى الصَّلَاةِ؛سَكَتَ هُنَّية قَبْلَ اَنْ يَقْرَأَ. فَقُلْتُ ياَ رَسُولُ الله! بِأَبِي اَنْتَ وَاُمِي؛ اَرَاَيْتُ سُكُوتَكَ بَيْنَ تَكْبِيْرِ وَلْقِرَاءَةِ؛ مَاتَقُولُ؟ قَالَ “اَقُولُ: … “فَذَكَرَهُ

Artinya:

“Rasulullah Shallallahu ’alaihi Wasallam ketika takbir dalam shalat, beliau diam sejenak sebelum membaca ayat Al-Qur’an. Kemudian aku bertanya, wahai Rasulullah, kutebus engkau dengan nama ayah dan ibuku, aku melihatmu berdiam antara takbir dan bacaan ayat Al-Qur’an. Apa yang engkau baca? Beliau menjawab:… (beliau membacakan doa istiftah / iftitah)” (Muttafaq ‘alaih).

Dalam fikih, hukum membaca doa iftitah adalah sunnah hai’at qouliyah, yaitu bacaan sunnah yang sangat dianjurkan sebagai penyempurna shalat. Apabila terlupa membacanya, shalat tetap sah dan tidak perlu menggantinya pada rakaat berikutnya.

Bacaan Doa Iftitah Versi Pendek Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Salah satu bacaan doa iftitah yang paling sering diamalkan adalah versi pendek yang diajarkan Rasulullah SAW.

Arab

اَللّهُمَّ باَعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَاياَيَ كَمَا باَعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِاَللّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَاياَ كَماَ يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِاَللّهُمَّ اغْسِلْ خَطَاياَيَ باِلْماَءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ.

Latin

Allaahumma baa’id bainii wabainaa khotoo yaa ya kamaa baa ‘adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khotoo yaa kamaa yunqqots tsaubul abyadhuu minaddanas. Allaahummaghsil khotoo yaa ya bil maa i wats tsalji walbarod.

Arti

“Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dan di antara kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana dibersihkannya kain putih dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun.”

Bacaan Doa Iftitah Versi Panjang yang Banyak Diamalkan

Selain bacaan pendek, terdapat doa iftitah versi panjang yang juga sahih dan dikenal luas oleh umat Islam.

Arab

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Latin

Allaahu akbar Kabiroo Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.

Arti

“Allah Mahabesar, Mahasempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku kepada zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang muslim.”

Para ulama menjelaskan bahwa kedua bacaan tersebut sama-sama sahih karena pernah diamalkan oleh Rasulullah SAW. Oleh sebab itu, umat Islam diperbolehkan memilih salah satunya atau mengamalkan secara bergantian untuk menghidupkan berbagai sunnah Nabi.

Cara Memilih Bacaan Doa Iftitah Saat Shalat

Pemilihan bacaan doa iftitah dapat disesuaikan dengan kondisi pelaksanaan shalat.

Bagi orang yang melaksanakan shalat sendiri (munfarid), dianjurkan membaca salah satu doa iftitah yang diajarkan Rasulullah SAW, baik versi pendek maupun panjang.

Sementara itu, apabila menjadi imam, disunnahkan membaca doa iftitah yang lebih singkat agar tidak memberatkan makmum, kecuali seluruh makmum menyetujui penggunaan bacaan yang lebih panjang.

Bagi makmum yang datang terlambat (masbuk), membaca doa iftitah disunnahkan apabila masih memiliki waktu. Namun jika dikhawatirkan tertinggal membaca Surah Al-Fatihah bersama imam, maka lebih diutamakan langsung membaca Al-Fatihah karena hukumnya wajib.

Makmum yang khawatir tertinggal bacaan imam juga dianjurkan memilih doa iftitah versi pendek.

Shalat yang Tidak Membaca Doa Iftitah

Doa iftitah tidak dibaca ketika melaksanakan shalat jenazah. Hal tersebut karena shalat jenazah dianjurkan untuk dilaksanakan secara ringkas dan dipercepat, sehingga tidak diawali dengan doa iftitah sebagaimana pada shalat lima waktu maupun shalat sunnah lainnya.

Keutamaan Membaca Doa Iftitah

Walaupun bukan rukun shalat, doa iftitah memiliki sejumlah keutamaan yang membuatnya sangat dianjurkan untuk diamalkan, yaitu:

  • Mengikuti sunnah Rasulullah SAW dalam mengawali shalat.
  • Menjadi bentuk pujian, pengagungan, dan penghambaan kepada Allah SWT.
  • Membantu menghadirkan kekhusyukan sebelum membaca Surah Al-Fatihah.
  • Meneguhkan niat dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT.
  • Menyempurnakan shalat melalui amalan sunnah yang dianjurkan.

Dengan memahami pengertian, hukum, pilihan bacaan, serta makna doa iftitah, umat Islam diharapkan dapat mengawali setiap shalat dengan hati yang lebih tenang, khusyuk, dan penuh penghambaan kepada Allah SWT.

Meski bersifat sunnah, doa ini menjadi salah satu amalan yang memperkaya kualitas ibadah sekaligus menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dalam setiap pelaksanaan shalat. (anp)