News  

Truk Muatan 9 Ton Gaplek Terguling di Tikungan Bokong Semar Bantul, Sopir Baru Pertama Kali Melintas

Kecelakaan tunggal truk bermuatan gaplek yang terguling di Tikungan Bokong Semar, Srimartani, Piyungan, Bantul, Rabu (8/7/2026). (Ist)

bernasnews – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Jogja–Wonosari, tepatnya di kawasan Tikungan Bokong Semar, Dusun Tambalan, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul.

Satu unit truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan sekitar sembilan ton gaplek terguling pada Rabu, 8 Juli 2026 sekitar pukul 16.35 WIB.

Kendaraan tersebut terguling ke sisi kiri jalan hingga menutup sebagian badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas melambat selama proses evakuasi.

Muatan gaplek yang dibawa truk berserakan di jalan akibat kendaraan kehilangan keseimbangan. Bodi kiri truk mengalami kerusakan dan kaca pintu pecah akibat benturan.

Meski demikian, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Pengemudi truk berhasil keluar dari kendaraan dalam kondisi selamat.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas tunggal.

“Sopir dalam kondisi selamat, tidak mengalami luka-luka, dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit,” kata Rita, Kamis (9/7/2026).

Pengemudi Baru Pertama Kali Melintasi Jalur

Berdasarkan penyelidikan awal pihak kepolisian, pengemudi truk berinisial J (45) diketahui baru pertama kali melintasi jalur tersebut. Ia sedang membawa muatan gaplek dari arah Wonosari menuju Kota Yogyakarta.

Ketika memasuki kawasan Tikungan Bokong Semar yang memiliki kontur turunan panjang dan tikungan tajam, arus kendaraan dari arah berlawanan (Yogyakarta menuju Wonosari) terpantau cukup padat.

Pengemudi diduga belum menguasai karakteristik medan jalan sehingga posisi kendaraan bergerak terlalu ke sisi kiri.

Beban muatan seberat sembilan ton memperbesar gaya dorong kendaraan di jalan menurun. Hal tersebut mengakibatkan truk kehilangan keseimbangan lalu terguling ke sisi kiri.

“Pengemudi diketahui baru pertama kali melintasi jalur tersebut. Diduga karena belum menguasai karakteristik medan jalan, kendaraan terlalu mengambil sisi kiri hingga kehilangan keseimbangan,” ujar Rita.

Faktor muatan yang berat juga menjadi perhatian kepolisian karena meningkatkan risiko kesulitan kendali saat melintasi turunan dan tikungan tajam dengan kecepatan yang tidak sesuai.

“Muatan yang cukup berat serta kondisi jalan yang menurun menjadi faktor yang harus diantisipasi setiap pengemudi kendaraan angkutan barang. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penanganan petugas,” ucap Rita.

Penanganan Arus Lalu Lintas dan Evakuasi

Posisi truk yang melintang sempat menghambat arus kendaraan dari kedua arah.

Personel Unit Lalu Lintas Polsek Piyungan segera melakukan pengamanan di lokasi kejadian, mengatur arus lalu lintas secara bergantian, serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Petugas langsung melakukan penanganan di lokasi agar arus lalu lintas tetap berjalan dan tidak terjadi kemacetan berkepanjangan akibat truk yang menutup sebagian badan jalan,” jelas Rita.

Proses evakuasi membutuhkan waktu beberapa jam menggunakan kendaraan derek karena beratnya bobot truk dan muatan. Sekitar pukul 20.00 WIB, truk berhasil dievakuasi dan sisa material gaplek di bersihkan dari badan jalan agar jalur kembali normal.

“Setelah truk berhasil dievakuasi, situasi lalu lintas kembali lancar. Petugas memastikan tidak ada lagi hambatan di lokasi sebelum arus kendaraan dinormalkan,” terang Rita.

Akibat kecelakaan tunggal ini, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp4 juta.

Imbauan Kepolisian di Jalur Ekstrem

Kawasan Tikungan Bokong Semar dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di jalur penghubung Yogyakarta–Gunungkidul karena kombinasi turunan curam dan tikungan tajam.

Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian kembali mengimbau para pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan angkutan barang, untuk selalu berhati-hati dan mengenali rute perjalanan mereka.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengemudi untuk mengenali rute perjalanan yang akan dilalui, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan, serta mengurangi kecepatan ketika melintas di jalur yang menurun dan menikung. Kewaspadaan pengemudi menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” pungkas Rita. (Eln)