bernasnews – Doa Rosario Hari Kamis, 9 Juli 2026 menjadi pedoman bagi umat Katolik yang hendak mendaraskan Rosario dengan merenungkan Peristiwa Terang.
Rangkaian doa ini dapat didoakan secara pribadi, bersama keluarga, maupun dalam komunitas sebagai sarana memperdalam relasi dengan Tuhan melalui permenungan atas karya keselamatan Yesus Kristus.
Rosario merupakan salah satu bentuk devosi yang memiliki tempat penting dalam kehidupan Gereja Katolik.
Melalui doa yang dipadukan dengan permenungan misteri kehidupan Yesus dan Bunda Maria, umat diajak memperteguh iman, menumbuhkan harapan, serta menghidupi kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Pada hari Kamis, Gereja mengajak umat untuk merenungkan lima Peristiwa Terang yang menggambarkan karya Yesus sejak pembaptisan hingga penetapan Ekaristi.
Susunan Pembuka Doa Rosario Hari Kamis
Doa Rosario diawali dengan Tanda Salib, kemudian dilanjutkan dengan doa Aku Percaya, Kemuliaan, Terpujilah, Bapa Kami, serta tiga kali Salam Maria yang dipersembahkan kepada Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Setelah itu, doa dilanjutkan kembali dengan Kemuliaan dan Terpujilah sebagai penutup bagian pembuka sebelum memasuki permenungan lima Peristiwa Terang.
Peristiwa Terang Pertama: Yesus Dibaptis di Sungai Yordan
Peristiwa pertama mengajak umat merenungkan pembaptisan Yesus di Sungai Yordan sebagaimana tertulis dalam Matius 3:16-17.
“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, ‘Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.’”
Dalam permenungan ini, umat memanjatkan doa:
“Bapa, kami pun Engkau beri misi sebagai anak-Mu dan pengikut Yesus. Buatlah kami menerima tugas itu ddengan hati terbuka dan penuh suka cita.”
Sesudah permenungan, doa dilanjutkan dengan satu kali Bapa Kami, sepuluh kali Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Terang Kedua: Yesus Menyatakan Diri dalam Pesta Pernikahan di Kana
Peristiwa kedua mengingat mukjizat pertama Yesus dalam pesta pernikahan di Kana sebagaimana dikisahkan dalam Yohanes 2:11.
“Hal itu dilakukan Yesus….sebagai yang pertama dari tandatanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.”
Permohonan yang didaraskan adalah:
“Bapa, tolonglah kami mampu menghadapi setiap masalah hidup ini dengan tenang sambil mengandalkan kasih-Mu kepada kami.”
Selanjutnya kembali didoakan satu kali Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Terang Ketiga: Yesus Mewartakan Kerajaan Allah
Peristiwa ketiga mengajak umat merenungkan pewartaan Yesus mengenai Kerajaan Allah berdasarkan Matius 4:17 dan 4:23.
“Bertobatlah, sebab kerajaan surga sudah dekat!”
Melalui misteri ini, umat memohon:
“Bapa, pertobatkanlah kami. Ampunilah dosa kami. Jadikanlah kami mampu mengampuni orang yang telah menyakiti kami.”
Seperti pada peristiwa sebelumnya, doa diteruskan dengan Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Terang Keempat: Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya
Peristiwa keempat mengangkat kisah Yesus dimuliakan di atas gunung sebagaimana dicatat dalam Matius 17:2 dan 17:5.
“Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”
Umat kemudian memanjatkan doa:
“Bapa, ajarlah kami mendengarkan Yesus dan sepenuhnya menerima ajaran-Nya. Izinkanlah kami semakin mengenal Dia, terutama dalam sengsara-Nya.”
Rangkaian doa kembali dilanjutkan dengan Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Terang Kelima: Yesus Menetapkan Ekaristi
Peristiwa terakhir pada Rosario hari Kamis adalah penetapan Ekaristi yang diambil dari Markus 14:22-24.
“Yesus mengambil roti, mengucap syukur,memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata,’Ambillah, inilah tubuhKu.’ Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka. Ia berkata, ‘Inilah darah-Ku yang ditumpahkan banyak orang.’”
Dalam misteri ini umat berdoa:
“Bapa, sucikan dan kuduskanlah kami pada saat kami menerima Tubuh dan Darah Putera-Mu yang terkasih; pakailah kami sekehendak-Mu.”
Sesudah permenungan, doa dilanjutkan dengan satu kali Bapa Kami, sepuluh kali Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, serta Doa Fatima, kemudian diteruskan menuju doa penutup Rosario sesuai tata urutan yang biasa digunakan umat Katolik.
Melalui Doa Rosario Hari Kamis, 9 Juli 2026, umat diajak untuk semakin mengenal Yesus Kristus melalui Peristiwa Terang serta meneladani ketaatan Bunda Maria. Dengan mendaraskan Rosario secara rutin, umat diharapkan semakin bertumbuh dalam iman, pengharapan, dan kasih, sekaligus memperoleh kekuatan rohani dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Meta Description 1: Doa Rosario Hari Kamis, 9 Juli 2026 lengkap dengan susunan doa dan Peristiwa Terang sebagai panduan umat Katolik untuk berdoa secara pribadi maupun bersama.












