bernasnews – Bekerja untuk mencari nafkah merupakan bagian dari ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Selain berusaha secara maksimal, umat Islam juga dianjurkan mengawali aktivitas dengan berdoa agar diberikan kemudahan, kelancaran, kekuatan, serta rezeki yang halal dan penuh keberkahan.
Sejumlah doa yang bersumber dari Al-Qur’an maupun riwayat ulama dapat diamalkan sebelum memulai pekerjaan setiap hari.
Islam mengajarkan bahwa ikhtiar dan doa merupakan dua hal yang berjalan beriringan. Seseorang didorong untuk bekerja dengan sungguh-sungguh sembari menggantungkan harapan kepada Allah SWT sebagai pemberi rezeki dan penolong dalam setiap urusan.
Al-Quran Mendorong Umat Islam untuk Bekerja dan Berusaha
Anjuran bekerja telah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Allah SWT menyebut orang-orang yang berusaha mencari karunia-Nya sebagai bagian dari hamba yang menjalankan kehidupan di muka bumi.
Dalam Surah Al-Muzammil ayat 20 disebutkan:
“Dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah.”
Selain itu, semangat untuk terus berusaha juga ditegaskan dalam Surah Al-Insyirah ayat 7-8:
“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”
Ayat tersebut menjadi pengingat agar setiap Muslim tidak mudah berhenti berikhtiar setelah menyelesaikan suatu pekerjaan, melainkan terus berusaha sambil bertawakal kepada Allah SWT.
Doa Sebelum Bekerja Memohon Rezeki yang Baik dan Berkah
Salah satu doa yang dianjurkan dibaca sebelum bekerja dikutip dari Imam al-Thabrani dalam kitab ad-Du’a serta buku Doa-Doa Melejitkan Karier karya Komarudin Ibnu Mikam.
Bacaan doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَعَطَائِكَ رِزْقًا طَيِّبًا مُبَارَكًا، اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَمَرْتَ بِالدُّعَاءِ وَقَضَيْتَ عَلَىَّ نَفْسَكَ بِالْاِسْتِجَابَةِ وَأَنْتَ لَا تُخْلِفُ وَعْدَكَ وَلَا تُكَذِّبُ عَهْدَكَ، اللَّهُمَّ مَا أَحْبَبْتَ مِنْ خَيْرٍ فَحَبِّبْهُ إِلَيْنَا وَيَسِّرْهُ لَنَا وَمَا كَرَهْتَ مِنْ شَيْءٍ فَكَرِّهْهُ إِلَيْنَا وَجَنِّبْنَاهُ وَلَا تُنْزِعْ عَنَّا الْإِسْلَامَ بَعْدَ إِذْ أَعْطَيْتَنَا
Arab latin:
Allahumma innii as’aluka min fadhlika wa athaa’ika rizkan thayyiban mubaarakan. Allahumma innaka amarta bid du’aa’i wa qadhaita alayya nafsaka bil istijaabah wa anta laa tukhlifu wa’daka wa laa tukadzzibu ahdaka. Allahumma ma ahbabta min khairin fa habbibhu ilaina wa yassirhu lanaa wa maa karahta min syaiin fa karihhu ilaina, wa jannibnaahu wa laa tunzi’ annal islaam ba’da iz a’thaitanaa.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta dari keutamaan-Mu dan pemberian-Mu, rezeki yang baik lagi berkah. Ya Allah sesungguhnya Engkau memerintahkan untuk berdoa dan memutuskan atasku pengabulan doa, dan engkau Zat Yang tidak melanggar janji dan tidak mendustainya. Ya Allah, tidak ada kebaikan yang Engkau sukai, kecuali Engkau jadikan kami mencintai kebaikan tersebut dan mudahkanlah kami mendapatkannya. Dan tidak ada sesuatu yang Engkau benci kecuali Engkau jadikan kami benci terhadap sesuatu tersebut dan jauhkanlah kami darinya. Dan janganlah Engkau cabut dari kami keislaman kami setelah Engkau berikan.”
Doa Memohon Petunjuk agar Pekerjaan Berjalan dengan Baik
Selain memohon rezeki, umat Islam juga dianjurkan meminta petunjuk kepada Allah SWT dalam menjalankan setiap pekerjaan. Doa ini berasal dari Surah Al-Kahfi ayat 10.
Bacaan doa:
رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا
Arab latin:
Rabbanā ātinā mil ladunka raḥmataw wa hayyi’ lanā min amrinā rasyadā(n).
Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan mudahkanlah bagi kami petunjuk untuk segala urusan kami.”
Doa agar Dimudahkan dalam Menjalankan Pekerjaan
Untuk memohon kemudahan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, umat Islam dapat membaca doa dari Surah Al-Isra ayat 80.
Bacaan doa:
وَقُلْ رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا
Arab latin:
Wa qur rabbi adkhilnī mudkhala ṣidqiw wa akhrijnī mukhraja ṣidqiw waj’al lī mil ladunka sulṭānan naṣīrā(n).
Artinya:
“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Ya Tuhanku, masukkan aku (ke tempat dan keadaan apa saja) dengan cara yang benar, keluarkan (pula) aku dengan cara yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(-ku).”
Doa Memohon Kekuatan dan Perlindungan dalam Bekerja
Ketika menghadapi tanggung jawab dan tantangan pekerjaan, umat Islam juga dapat memanjatkan doa yang terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 286.
Bacaan doa:
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
Arab latin:
Rabbanā lā tu’ākhiżnā in nasīnā au akhṭa’nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣran kamā ḥamaltahū ‘alal-lażīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih(ī), wa’fu ‘annā, wagfir lanā, warḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal qaumil-kāfirīn(a).
Artinya:
“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.”
Keempat doa tersebut dapat diamalkan sebelum memulai aktivitas kerja sebagai bentuk ikhtiar batin. Dengan mengawali pekerjaan melalui doa, seorang Muslim tidak hanya memohon kelancaran dan keberhasilan, tetapi juga berharap memperoleh rezeki yang halal, keberkahan dalam pekerjaan, serta kekuatan menghadapi setiap tantangan yang datang. (anp)











