News  

Viral Pengendara Motor Kejar dan Gedor Mobil  di Yogyakarta, Korban Cari Perlindungan ke Polisi

Kasus dugaan intimidasi di jalan raya yang melibatkan pengendara motor dan pengemudi mobil di Yogyakarta masih dalam penyelidikan Polresta Yogyakarta. (Ist) 

bernasnews – Polresta Yogyakarta masih menyelidiki kasus dugaan penganiayaan dan intimidasi di jalan raya yang melibatkan seorang pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil di Kota Yogyakarta.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 4 Juli 2026 sekitar pukul 23.37 WIB dan menjadi perhatian publik setelah rekaman video dari dalam mobil korban beredar di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban mengendarai mobil di Jalan Urip Soemoharjo, Kecamatan Gondokusuman, dari arah timur menuju barat.

Saat melintas di dekat kawasan bioskop XXI, sebuah sepeda motor Honda Scoopy warna hitam yang dikendarai dua orang diduga melaju dari arah utara dan memotong jalur menuju selatan.

Kondisi tersebut membuat pengemudi mobil terkejut dan membunyikan klakson satu kali sebagai peringatan.

Namun, pengendara sepeda motor diduga tidak menerima tindakan tersebut dan kemudian menghampiri kendaraan korban.

Video yang diunggah melalui akun Facebook Merapi Uncover memperlihatkan pengendara motor mendekati mobil saat berhenti di lampu lalu lintas.

Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat menggedor kendaraan korban.

Korban juga menyampaikan kronologi singkat melalui unggahan yang beredar di media sosial.

“Lapor min kejadian jam 23.37 tanggal 4, ada motor jalan ngawur di tengah jalan, saya klakson tapi gak terima malah ngikutin sampai lampu merah Gramedia, arogan mukul mobil saya pas berhenti di lampu merah. Sudah saya laporkan ke pihak berwenang, saya tunggu itikad baiknya,” tulis korban.

Korban Mencari Perlindungan ke Kantor Polisi

Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS, membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut.

Menurutnya, pengendara sepeda motor diduga merasa tersinggung setelah korban membunyikan klakson.

“Tiba-tiba di jalan tersebut dekat dengan bioskop XXI ada pengendara sepeda motor Honda Scoopy warna hitam berboncengan yang tidak diketahui identitasnya melaju dari seberang utara jalan hendak memotong jalan ke arah selatan, seketika membuat pengemudi mobil terkejut dan membunyikan klakson mobilnya satu kali,” ujar Dani.

Ia menjelaskan, setelah kejadian tersebut pengendara motor diduga menggedor bodi mobil sebelah kiri dan terus mengikuti kendaraan korban.

“Merasa kaget dan tidak terima kemudian pengendara sepeda motor tersebut menggedor-gedor body mobil sebelah kiri, dan mengikuti mobil tersebut,” katanya.

Saat mobil berhenti di lampu lalu lintas Simpang Empat Galeria Mall Yogyakarta, pelaku kembali mendekati kendaraan dan menggedor bagian kanan maupun kiri mobil sambil mengucapkan kata-kata kasar.

“Pengendara sepeda motor kembali menggedor-gedor mobil pada bagian sebelah kanan dan kiri sambil berkata-kata kasar,” ungkap Dani.

Korban memilih melanjutkan perjalanan setelah lampu lalu lintas berubah hijau.

Namun, pengendara motor disebut masih terus mengikuti kendaraan hingga kawasan Simpang Gramedia Yogyakarta.

Merasa keselamatannya terancam, korban kemudian mengarahkan kendaraan ke halaman Kantor Unit Laka Lantas di kawasan Simpang Empat Gramedia untuk meminta perlindungan.

Setelah mengetahui korban masuk ke area kepolisian, pengendara motor meninggalkan lokasi.

“Saat melintas di simpang empat Gramedia, pengemudi mobil mengarahkan mobilnya ke halaman Kantor Polisi Unit Laka Lantas untuk mencari perlindungan, dan pengendara sepeda motor pergi atau kabur,” tutur Dani.

Polisi Masih Mengidentifikasi Pelaku

Akibat kejadian tersebut, mobil korban mengalami kerusakan ringan pada bagian kaca spion sebelah kanan.

Korban selanjutnya membuat laporan resmi ke Polresta Yogyakarta.

Polisi saat ini masih mengumpulkan keterangan dan barang bukti, termasuk rekaman video yang beredar di media sosial.

Hingga kini, identitas pengendara motor maupun orang yang dibonceng masih dalam proses pencarian.

“Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” kata Dani. (Eln)