News  

Kesalahpahaman Pesanan Makanan Online di Sidokabul Berakhir Damai di Polresta Yogyakarta, Semua Pihak Saling Memaafkan

Kesalahpahaman Pesanan Makanan Online di Sidokabul/Istimewa

bernasnews— Peristiwa yang sempat viral di wilayah Sidokabul pada Selasa malam, 23 Juni 2026, pukul 18.45 WIB, menarik perhatian publik setelah terjadi kesalahpahaman antara customer, driver layanan pesan antar, dan pihak restoran.

Kisah ini tidak berakhir dengan ketegangan berkepanjangan. Sebaliknya, seluruh pihak justru memilih jalan damai deng/Istimewaan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan di kantor Polresta Yogyakarta.

Peristiwa bermula ketika seorang customer memesan makanan melalui aplikasi pemesanan online dengan total tiga item.

Sistem berjalan normal sejak awal. Pihak restoran langsung memproses pesanan sesuai permintaan, kemudian menyerahkannya kepada driver untuk diantar ke alamat tujuan.

Namun, suasana berubah ketika pesanan tiba di tangan customer. Customer mendapati bahwa jumlah pesanan tidak sesuai. Satu item yang seharusnya ada dalam paket tidak ikut terantar.

Situasi itu langsung memicu komunikasi antara customer dan driver. Driver kemudian menghubungi pihak restoran untuk melakukan klarifikasi.

Setelah pengecekan internal, pihak restoran mengakui adanya kelalaian dalam proses pengepakan pesanan.

Mereka menyatakan bahwa terjadi ketidaktelitian dalam memastikan kelengkapan item sebelum pesanan diserahkan kepada driver.

Tanpa menunggu lama, pihak restoran segera memproses kekurangan tersebut. Driver kemudian kembali menuju restoran untuk mengambil satu item yang tertinggal agar dapat segera diserahkan kepada customer.

Di tengah perjalanan kembali menuju restoran, komunikasi antara driver dan customer terus berlangsung melalui aplikasi pesan instan. Namun, percakapan yang terjadi justru memunculkan kesalahpahaman baru.

Nada komunikasi yang berbeda persepsi membuat situasi sempat memanas di ruang digital.

Meski demikian, tidak terjadi tindakan anarkis di lapangan. Semua masih berada dalam koridor komunikasi dan klarifikasi.

Untuk meredam potensi konflik yang lebih luas, pihak terkait kemudian difasilitasi untuk duduk bersama di kantor Polresta Yogyakarta. Dalam pertemuan tersebut, suasana mulai mencair.

Pihak restoran menyampaikan permintaan maaf atas kelalaian yang terjadi. Driver menjelaskan kronologi perjalanan dan komunikasi yang berlangsung.

Sementara itu, customer juga menyampaikan keberatan saat menerima pesanan tidak lengkap. Proses mediasi berjalan terbuka dan kondusif.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan, turut memberikan keterangan terkait penyelesaian kasus tersebut.

Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian mengedepankan pendekatan mediasi untuk menyelesaikan permasalahan yang bersifat kesalahpahaman.

“seluruh pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan tanpa melanjutkan ke proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Setelah melalui dialog yang cukup intens, ketiga pihak akhirnya mencapai kesepakatan damai. Customer, driver, dan pihak restoran saling memaafkan dan berkomitmen untuk tidak memperpanjang permasalahan.

Kesepakatan tersebut menutup rangkaian peristiwa yang sempat menjadi perhatian publik ini dengan suasana yang lebih tenang dan humanis. (ef linangkung)