News  

Puluhan Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur di Pantai Gunungkidul, SAR Tingkatkan Patroli

Ubur-ubur impes mulai muncul di sepanjang Pantai Gunungkidul dan menyengat wisatawan. (Ist)

bernasnews – Kawasan pantai selatan Gunungkidul terus dipadati ribuan wisatawan selama masa libur sekolah.

Hamparan pasir putih dan ombak Samudra Hindia menjadi daya tarik utama di beberapa lokasi seperti Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Sundak, hingga kawasan Bukit Paralayang.

Namun, pengunjung diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya di bibir pantai.

Petugas Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah Operasi II Pantai Baron mengingatkan wisatawan mengenai kemunculan ubur-ubur, atau yang biasa disebut impes oleh masyarakat pesisir.

Hewan laut ini mulai banyak terdampar di sepanjang pantai seiring dengan datangnya musim kemarau.

Dalam beberapa hari terakhir, sedikitnya 18 wisatawan dilaporkan mengalami sengatan ubur-ubur.

Sebagian besar korban merupakan anak-anak yang menyentuh atau memainkan hewan tersebut karena tertarik dengan warnanya yang biru cerah menyerupai balon kecil.

Sekretaris SRI Wilayah Operasi II Pantai Baron, Surisdiyanto, menjelaskan bahwa jumlah korban mengalami peningkatan selama musim liburan.

Pada Sabtu, 4 Juli 2026, tercatat ada 10 wisatawan yang tersengat ubur-ubur di kawasan Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari.

“Sabtu kemarin ada 10 wisatawan tersengat ubur-ubur di kawasan Pantai Sepanjang,” katanya.

Sebelumnya, delapan wisatawan lain juga mengalami kejadian serupa di beberapa pantai berbeda. Seluruh korban langsung mendapatkan penanganan medis dari petugas SAR yang bersiaga di lokasi kejadian.

Menurut Surisdiyanto, banyak korban yang tidak mengetahui bahwa ubur-ubur tersebut memiliki tentakel beracun yang dapat menyengat kulit. Bentuknya yang unik sering kali membuat anak-anak penasaran.

“Banyak yang mengira seperti balon kecil. Ada yang dibuat mainan sehingga akhirnya tersengat. Lebih baik dihindari,” ujarnya.

Antisipasi dan Penanganan Sengatan Ubur-Ubur

Fenomena munculnya ubur-ubur di pesisir Gunungkidul merupakan kejadian tahunan yang terjadi saat musim kemarau. Arus laut dan gelombang Samudra Hindia membawa ribuan ubur-ubur ini hingga terdampar di pasir pantai.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, personel SAR melakukan patroli dan penyisiran setiap pagi guna membersihkan area pantai sebelum para wisatawan berdatangan.

“Kemarau seperti ini memang lagi musimnya. Jadi kami setiap pagi patroli untuk membersihkan ubur-ubur yang terdampar di pantai,” kata Surisdiyanto.

Meski demikian, pihak SAR meminta masyarakat tidak panik jika terkena sengatan. Petugas telah menyiapkan prosedur pertolongan pertama untuk meredakan rasa nyeri pada korban.

Wisatawan yang tersengat disarankan untuk segera membasuh bagian tubuh yang terkena menggunakan air bersih, lalu segera menuju ke pos SAR terdekat agar mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Bisa langsung dibersihkan dengan air bersih atau segera ke pos SAR terdekat,” ujarnya.

Siklus Tahunan dan Kesiapan Petugas SAR

Koordinator SRI Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono, menambahkan bahwa kemunculan ubur-ubur ini juga terpantau di Pantai Kukup hingga Pantai Sundak.

Fenomena alam ini biasanya dipengaruhi oleh arah angin dan kekuatan gelombang laut selama musim kemarau.

“Fenomena tahunan. Munculnya mulai Juni hingga pertengahan September biasanya, atau saat musim kemarau seperti saat ini,” katanya.

Walaupun terdapat ancaman sengatan ubur-ubur, Marjono memastikan bahwa seluruh kawasan wisata pantai di Gunungkidul tetap aman untuk dikunjungi.

Wisatawan hanya perlu mengikuti arahan petugas dan tidak menyentuh ubur-ubur yang ditemukan di tepi pantai.

Guna menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung selama musim libur sekolah, SRI menyiagakan puluhan personel di berbagai titik wisata strategis.

“Sebanyak sekitar 60 personel kami siagakan untuk keamanan wisatawan di kawasan Baron dan sekitarnya hingga kawasan Bukit Paralayang selama musim liburan,” kata Marjono.

Petugas SAR mengimbau para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak saat bermain di tepi air dan segera melaporkan kepada petugas jika melihat keberadaan ubur-ubur impes yang terdampar. (Eln)