News  

Ubur-Ubur Beracun Serang Wisatawan di Gunungkidul, Belasan Korban Tersengat dan Satu Orang Pingsan

bernasnews – Pesisir selatan Gunungkidul pagi ini berubah mencekam akibat serangan ubur-ubur biru yang beracun terhadap pengunjung pantai.

Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron melaporkan adanya 19 korban tersengat hingga pukul 10.00 WIB. Salah satu korban sampai pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sekretaris Satlinmas Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto, menjelaskan bahwa serangan ubur-ubur terjadi secara masif di beberapa titik pantai.

“Kami menangani 12 korban di Pantai Kukup, 6 korban di Pantai Sepanjang, dan 1 korban di Pantai Krakal,” katanya seperti dikutip dari kabarjawa.com.

Korban yang pingsan tersebut berada di Pantai Kukup dan segera dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.

Menurut Surisdiyanto, reaksi tubuh korban sangat cepat dan parah. Sengatan ubur-ubur menimbulkan rasa nyeri hebat, disertai pusing dan hilang kesadaran.

Tim medis yang berjaga di lokasi memberikan pertolongan pertama sebelum korban diangkut menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat. Kondisi korban saat ini masih dalam pengawasan dokter dan menjalani observasi ketat.

Meski pagi ini ombak di pesisir Gunungkidul tampak tenang, arus bawah laut membawa ubur-ubur beracun ke perairan dangkal.

Ubur-ubur tersebut memiliki tentakel dengan sel penyengat nematosis yang melepaskan racun saat menyentuh kulit manusia. Banyak pengunjung mengaku tidak sempat menghindar karena hewan ini sulit terlihat di antara gelombang air.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Satlinmas Wilayah II Baron mengimbau wisatawan agar waspada dan menghindari bermain air terlalu jauh ke tengah. Pihaknya telah menyiagakan tim di setiap pos pantai guna merespons cepat bila ada korban yang tersengat.

“Begitu ada korban, kami langsung bergerak. Tapi kami imbau wisatawan sementara tidak bermain air terlalu jauh,” tegas Surisdiyanto.

Pihak berwenang juga meminta pengelola tempat wisata memasang papan peringatan serta melakukan pengumuman melalui pengeras suara agar pengunjung mengetahui potensi bahaya ubur-ubur.

Langkah ini diharapkan dapat menekan angka korban yang sudah mencapai belasan dalam waktu singkat.

Fenomena kemunculan ubur-ubur beracun di Gunungkidul bukan hal baru. Biasanya, kejadian ini muncul pada musim tertentu ketika arus laut membawa hewan tersebut ke garis pantai.

Meski berukuran kecil, sengatan ubur-ubur dapat menimbulkan reaksi serius, mulai dari alergi berat, kram otot, gangguan pernapasan, hingga pingsan, sebagaimana dialami korban pagi ini.

Hingga sore hari, Satlinmas Rescue akan terus bersiaga di sepanjang pantai untuk memastikan keselamatan pengunjung.

Wisata pantai selatan Gunungkidul tetap dibuka, namun pengunjung diimbau untuk mengutamakan keselamatan dengan menghindari kontak langsung dengan air laut sampai kondisi kembali aman.