35 Pelajar Gunungkidul Lolos Sekolah Rakyat DIY 2026, Pemkab Tunggu SK Gubernur

bernasnews – Sebanyak 35 pelajar asal Kabupaten Gunungkidul berhasil lolos seleksi dan diterima di Sekolah Rakyat (SR) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk Tahun Ajaran 2026. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul hingga kini masih menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur DIY yang memuat data by name by address peserta didik yang dinyatakan diterima.

Ketua Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Gunungkidul, Risman Setyo Nugroho, mengatakan proses seleksi Sekolah Rakyat tahun ini menjaring 91 pelajar dari Gunungkidul yang berasal dari jenjang SMP dan SMA.

Dari total pendaftar tersebut, rincian siswa yang dinyatakan lolos meliputi:

  • Jenjang SMP: 9 orang

  • Jenjang SMA: 26 orang

“Saat ini kami baru menerima informasi mengenai jumlah siswa yang lolos. Untuk nama dan alamat siswa yang diterima masih menunggu Surat Keputusan Gubernur,” kata Risman, Jumat (3/7/2026).

Sistem Pendidikan Berasrama di Kulon Progo

Risman menjelaskan, seluruh siswa yang lolos akan menempuh pendidikan sekaligus tinggal di asrama Sekolah Rakyat yang saat ini masih dalam proses pembangunan di Kabupaten Kulon Progo.

Skema ini berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana pelajar Gunungkidul ditempatkan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.

Potensi calon peserta Sekolah Rakyat di Gunungkidul tercatat cukup besar. Berdasarkan data yang ada, terdapat 63.299 anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu yang memenuhi syarat mengikuti seleksi.

Mereka berasal dari keluarga kategori miskin, desil 1, desil 2, desil 3, hingga kelompok miskin ekstrem.

Sasaran Program Sekolah Rakyat

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Gunungkidul, Suyono, menambahkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program yang dikhususkan bagi siswa dari keluarga miskin.

Data penyeleksian mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun Data Terpadu Sementara Eksisting Nasional (DTSEN).

“Program ini menjadi kesempatan emas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperbaiki masa depan mereka,” ujar Suyono.

Suyono mengimbau seluruh siswa yang diterima agar memanfaatkan kesempatan ini dengan belajar sungguh-sungguh demi meningkatkan kemampuan akademik maupun keterampilan.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh agar kemampuan akademik maupun keterampilan dapat berkembang secara maksimal, sehingga mampu bersaing dan berprestasi dengan siswa dari sekolah lainnya,” katanya.

Hingga saat ini, Kabupaten Gunungkidul belum memiliki rencana untuk membangun fasilitas Sekolah Rakyat sendiri. Oleh karena itu, seluruh pelajar yang lolos akan dikirim ke fasilitas Sekolah Rakyat DIY yang berlokasi di Kabupaten Kulon Progo.

Program ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan gratis berasrama yang ditanggung oleh negara sekaligus membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi. (Eln)