SPMB SMP Gunungkidul 2026 Hari Terakhir, Belasan Sekolah Negeri Masih Belum Memiliki Pendaftar

Ilustrasi SPMB SMP 2026. (freepik.com)

bernasnews – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Gunungkidul memasuki hari terakhir pendaftaran jalur domisili, Rabu, 1 Juli 2026.

Menjelang penutupan pendaftaran, perbedaan jumlah peminat antarsekolah masih terlihat cukup mencolok. Sejumlah SMP negeri di kawasan Wonosari telah memenuhi kuota penerimaan, sementara belasan sekolah lainnya belum mendapatkan pendaftar.

Berdasarkan data pada laman SPMB Online SMP Kabupaten Gunungkidul sekitar pukul 13.00 WIB, sebanyak 8.087 calon peserta didik telah mendaftarkan diri ke SMP negeri di wilayah tersebut.

Jalur domisili menjadi jalur dengan jumlah pendaftar terbanyak karena menyerap 50 persen dari total daya tampung setiap sekolah.

Meski jumlah pendaftar terus bertambah hingga siang hari, masih terdapat 18 SMP negeri yang mencatatkan tingkat keterisian 0 persen atau belum memperoleh satu pun pendaftar.

Sekolah-sekolah tersebut tersebar di sejumlah kapanewon, antara lain Tepus, Playen, Ponjong, Semin, Karangmojo, Panggang, dan Gedangsari.

Kondisi itu berbeda dengan sejumlah SMP negeri di kawasan Wonosari yang menjadi tujuan utama para calon peserta didik.

Di SMP Negeri 1 Wonosari, hampir seluruh kuota penerimaan telah terpenuhi. Jalur afirmasi dengan kuota 45 kursi terisi penuh. Jalur domisili dengan kuota 120 kursi juga telah terpenuhi, demikian pula jalur prestasi dengan kuota 56 kursi. Pada jalur mutasi, tiga peserta telah dinyatakan diterima.

Kondisi serupa terjadi di SMP Negeri 2 Wonosari. Kuota jalur afirmasi sebanyak 45 kursi, domisili 122 kursi, dan prestasi 56 kursi telah terisi seluruhnya. Sementara itu, satu kursi pada jalur mutasi juga telah terisi.

Persaingan penerimaan peserta didik juga terlihat di SMP Negeri 3 Wonosari. Seluruh kuota afirmasi sebanyak 39 kursi, domisili 103 kursi, prestasi 48 kursi, serta mutasi dua kursi telah terisi sebelum penutupan pendaftaran.

Perbedaan kondisi antara sekolah di kawasan perkotaan dan wilayah pinggiran kembali memunculkan pembahasan mengenai persepsi sekolah favorit di tengah masyarakat.

Fenomena tersebut kerap muncul dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru dan menjadi tantangan dalam upaya pemerataan kualitas pendidikan.

Dinas Pendidikan Tunggu Hasil Akhir Pendaftaran

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan pihaknya masih menunggu berakhirnya masa pendaftaran jalur domisili sebelum melakukan evaluasi lebih lanjut.

Pendaftaran jalur domisili dijadwalkan ditutup pada pukul 15.45 WIB.

“Hari ini terakhir, sementara kami belum bisa berbicara lebih sembari menunggu hasilnya,” kata Nunuk, Rabu, 1 Juli 2026.

Nunuk menjelaskan jalur domisili menjadi fokus utama pemantauan karena memiliki porsi terbesar dalam pelaksanaan SPMB, yakni 50 persen dari total daya tampung sekolah.

Karena itu, perkembangan jumlah pendaftar masih dapat berubah hingga batas akhir pendaftaran.

Ia menegaskan seluruh proses seleksi tetap mengedepankan validitas data domisili calon peserta didik untuk menjaga transparansi dan keadilan pelaksanaan SPMB.

“Alamat yang tercantum di Kartu Keluarga harus identik dengan yang ada di rapor. Ini langkah penting untuk menjaga transparansi dan keadilan dalam seleksi,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Arisandi Purba, memastikan seluruh tahapan pelaksanaan SPMB hingga hari terakhir berjalan aman dan lancar.

Menurut Arisandi, seluruh mekanisme seleksi telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia juga menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait penggunaan titik koordinat pada jalur domisili. Menurutnya, data lokasi tempat tinggal calon peserta didik telah melalui proses verifikasi sebelum pendaftaran dibuka.

“Titik koordinat diverifikasi oleh sekolah asal. Saat mendaftar, calon peserta didik juga wajib melampirkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) mengenai kebenaran data. Sinkronisasi data sendiri sudah dilakukan pada 9 hingga 19 Juni 2026,” jelas Arisandi.

Hingga beberapa jam menjelang penutupan pendaftaran jalur domisili, proses SPMB SMP Kabupaten Gunungkidul masih berlangsung.

Jumlah pendaftar diperkirakan masih dapat berubah hingga batas akhir pendaftaran. Namun, perbedaan tingkat peminat antara sekolah negeri di kawasan perkotaan dan wilayah pinggiran sudah terlihat dan kembali menjadi perhatian dalam upaya pemerataan pendidikan di Kabupaten Gunungkidul. (Eln)