bernasnews– Suasana yang semula terlihat biasa di kawasan Jalan Kolonel Sugiyono, Kota Yogyakarta, mendadak berubah tegang. Sejumlah pengamen yang sebelumnya menikmati makan bersama di depan Bakso Makmur 1997 terlibat keributan.
Tiba-tiba, terjadi aksi saling dorong. Peristiwa tersebut sontak menyita perhatian warga sekitar dan memicu beragam komentar setelah informasinya beredar luas.
Kejadian itu berlangsung di depan Bakso Makmur 1997 yang beralamat di Jalan Kolonel Sugiyono Nomor 87, Wirogunan, Kapanewon Mergangsan, Kota Yogyakarta, pada Selasa (23/6/2026) siang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut bermula ketika sejumlah pengamen berkumpul dan makan bersama di lokasi tersebut sekitar pukul 12.30 WIB. Suasana kebersamaan yang awalnya berlangsung santai dan penuh keakraban mendadak berubah setelah muncul perselisihan di antara mereka.
Perbedaan pendapat yang terjadi memicu ketegangan. Adu argumentasi yang semula hanya berupa cekcok lisan kemudian berkembang menjadi aksi saling dorong antarsesama pengamen. Ketegangan yang muncul di ruang publik itu sempat menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Meski demikian, situasi tidak berkembang menjadi peristiwa yang lebih besar. Setelah perselisihan terjadi, para pengamen yang terlibat maupun yang berada di lokasi memilih membubarkan diri. Kondisi di sekitar tempat kejadian perkara kembali normal dan aktivitas masyarakat berlangsung seperti biasa.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Yogyakarta, Dani Hasan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian berawal ketika sejumlah pengamen makan bersama di depan Bakso Makmur 1997. Dalam kebersamaan itu kemudian muncul perselisihan yang berujung pada aksi saling dorong.
“Pada hari Selasa, 23 Juni 2026, sekitar pukul 12.30 WIB, beberapa pengamen makan bersama di depan Bakso Makmur 1997, Jalan Kolonel Sugiyono Nomor 87, Wirogunan, Mergangsan, Kota Yogyakarta. Selanjutnya terjadi perselisihan dan saling dorong antara teman sesama pengamen tersebut. Setelah kejadian, para pengamen membubarkan diri,” jelasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik kecil yang muncul di tengah aktivitas sehari-hari dapat berkembang menjadi keributan apabila tidak segera diredam. Beruntung, keributan pengamen tersebut tidak berlangsung lama dan tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat secara luas. (ef linangkung)












