Doa Rosario Hari Jumat 19 Juni 2026 Lengkap dengan Peristiwa Sedih dan 5 Ujud Doa Permohonan

Ilustrasi teks doa Rosario Katolik hari Jumat, 19 Juni 2026. (Magnific)

bernasnews – Umat Katolik yang melaksanakan doa Rosario pada Jumat, 19 Juni 2026, diajak untuk merenungkan Peristiwa Sedih yang mengenangkan sengsara Yesus Kristus demi keselamatan manusia.

Doa ini menjadi salah satu bentuk devosi yang rutin dilakukan sebagai ungkapan iman, pujian, syukur, dan permohonan kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.

Setiap hari Jumat dalam tradisi Rosario dikhususkan untuk merenungkan lima Peristiwa Sedih. Peristiwa-peristiwa tersebut mengajak umat untuk mendalami penderitaan Yesus, mulai dari doa-Nya di Taman Getsemani hingga wafat-Nya di kayu salib.

Melalui permenungan tersebut, umat diharapkan semakin bertumbuh dalam iman, kesabaran, serta kasih kepada sesama.

Doa Rosario Menjadi Sarana Permenungan atas Sengsara Kristus

Doa Rosario merupakan salah satu tradisi yang terus dipelihara oleh umat Katolik. Selain menjadi sarana memuji Tuhan dan menghormati Bunda Maria, Rosario juga mengajak umat untuk merenungkan perjalanan hidup Yesus Kristus melalui berbagai peristiwa keselamatan.

Pada hari Jumat, umat mendaraskan Peristiwa Sedih yang terdiri dari lima peristiwa utama. Masing-masing peristiwa disertai dengan bacaan Kitab Suci serta doa-doa yang mengarahkan umat untuk semakin menyerahkan hidup kepada kehendak Allah.

Lima Peristiwa Sedih dalam Doa Rosario Jumat 19 Juni 2026

1. Yesus Berdoa kepada Bapa-Nya di Surga dalam Sakaratul Maut

Peristiwa pertama diambil dari Injil Matius 26:39, yang menggambarkan doa Yesus di Taman Getsemani.

“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau berkenan, ambilah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah menurut kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi.”

Lima Peristiwa Sedih dalam Doa Rosario Jumat 19 Juni 2026

1. Yesus Berdoa kepada Bapa-Nya di Surga dalam Sakaratul Maut

Peristiwa pertama diambil dari Injil Matius 26:39, yang menggambarkan doa Yesus di Taman Getsemani.

“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau berkenan, ambilah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah menurut kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi.”

2. Yesus Didera

Peristiwa kedua berasal dari Markus 15:19-20a.

“Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia, mereka menanggalkan jubah ungu yang dipakai-Nya dan mengenakan lagi pakaian-Nya kepada-Nya”

Melalui peristiwa ini, umat diajak untuk tetap teguh dalam memikul berbagai salib kehidupan dengan kasih dan kesetiaan.

3. Yesus Dimahkotai Duri

Peristiwa ketiga diambil dari Markus 15:17-18.

“Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya diatas kepala-Nya. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya,”Salam, hai raja orang Yahudi!”

Peristiwa ini menjadi pengingat agar umat senantiasa belajar mengampuni dan tidak membalas kejahatan dengan kebencian.

4. Yesus Memanggul Salib-Nya ke Gunung Kalvari

Peristiwa keempat diambil dari Yohanes 19:16b.

“Sambil memikul salib-Nya, Ia pergi keluar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, yang dalam bahasa Ibrani disebut Golgota.”

Melalui peristiwa ini, umat diajak untuk menjalani kehidupan dengan iman dan kesabaran, serta menerima berbagai tantangan dengan penuh pengharapan.

5. Yesus Wafat di Salib

Peristiwa kelima berasal dari Lukas 23:46.

“Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa ke dalam tangan-Mu, Ku serahkan nyawa-Ku.” Sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya”

Peristiwa puncak ini mengingatkan umat akan kasih Allah yang begitu besar melalui pengorbanan Yesus Kristus demi keselamatan manusia.

Doa Rosario Dapat Dilanjutkan dengan Ujud Permohonan

Setelah seluruh rangkaian Rosario selesai didaraskan, umat dapat melanjutkannya dengan doa permohonan sesuai intensi pribadi maupun kepentingan bersama. Berikut lima ujud doa yang dapat dipanjatkan pada Jumat, 19 Juni 2026.

1. Ujud Doa bagi Gereja dan Para Pemimpin Gereja

Ya Tuhan, dampingilah Gereja-Mu agar senantiasa menjadi saksi kasih dan pembawa damai bagi dunia. Bimbinglah Paus, para uskup, imam, biarawan, dan seluruh umat beriman agar tetap setia dalam menjalankan panggilan mereka.

2. Ujud Doa bagi Keluarga

Ya Bapa yang penuh kasih, limpahkanlah berkat-Mu kepada seluruh keluarga. Semoga setiap anggota keluarga hidup dalam persatuan, kasih, dan saling mengampuni satu sama lain.

3. Ujud Doa bagi Orang Sakit dan Mereka yang Menderita

Ya Yesus yang penuh belas kasih, kuatkanlah mereka yang sedang sakit, mengalami kesulitan, serta memikul berbagai penderitaan. Berikanlah penghiburan, kesembuhan, dan harapan baru dalam hidup mereka.

4. Ujud Doa bagi Perdamaian Dunia

Ya Tuhan, anugerahkanlah kedamaian bagi bangsa-bangsa di dunia. Jauhkanlah manusia dari peperangan, kebencian, dan perpecahan, sehingga semua orang dapat hidup dalam persaudaraan.

5. Ujud Doa untuk Intensi Pribadi

Ya Bunda Maria, sertailah kami dalam setiap pergumulan hidup. Sampaikanlah doa-doa kami kepada Putra-Mu, Yesus Kristus, dan semoga segala permohonan yang kami panjatkan dapat terjadi menurut kehendak Allah yang terbaik.

Sampaikanlah doa-doa kami kepada Putra-Mu, Yesus Kristus, dan semoga segala permohonan yang kami panjatkan dapat terjadi menurut kehendak Allah yang terbaik.

Dengan merenungkan Peristiwa Sedih dalam doa Rosario, umat Katolik diajak untuk semakin menghayati kasih dan pengorbanan Yesus Kristus.

Selain menjadi sarana doa pribadi, Rosario juga menjadi kesempatan untuk menyerahkan berbagai kebutuhan hidup kepada Tuhan serta memohon penyertaan-Nya dalam setiap langkah kehidupan. (anp)