bernasnews – Umat Katolik yang melaksanakan doa Rosario pada Kamis, 18 Juni 2026, diajak untuk merenungkan Peristiwa Terang yang menggambarkan karya dan pewartaan Yesus Kristus selama hidup-Nya di dunia.
Doa Rosario menjadi salah satu bentuk devosi yang secara rutin didaraskan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan serta memohon penyertaan dan kekuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Pada hari Kamis, permenungan difokuskan pada lima Peristiwa Terang, mulai dari pembaptisan Yesus di Sungai Yordan hingga penetapan Sakramen Ekaristi. Susunan doa dimulai dengan Tanda Salib, dilanjutkan dengan Syahadat Para Rasul, doa-doa pembuka, lima peristiwa Rosario, dan ditutup dengan doa kepada Santo Yusuf.
Susunan Pembuka Doa Rosario Hari Kamis
Doa Rosario diawali dengan Tanda Salib:
“Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.”
Selanjutnya didaraskan doa Aku Percaya sebagai pengakuan iman umat Katolik kepada Allah Tritunggal Mahakudus. Setelah itu dilanjutkan dengan doa Kemuliaan dan doa Terpujilah.
Umat kemudian mendaraskan Doa Bapa Kami, diikuti tiga Salam Maria, yakni Salam Putri Allah Bapa, Salam Bunda Allah Putra, dan Salam Mempelai Allah Roh Kudus. Bagian pembuka diakhiri dengan doa Kemuliaan dan Terpujilah.
Peristiwa Terang I: Yesus Dibaptis di Sungai Yordan
Peristiwa pertama diambil dari Injil Matius 3:16-17. Setelah menerima pembaptisan, Yesus keluar dari air dan Roh Allah turun seperti burung merpati. Saat itu terdengar suara dari surga yang berkata:
“Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Melalui peristiwa ini, umat diajak untuk menerima panggilan sebagai anak-anak Allah dan pengikut Kristus dengan hati terbuka serta penuh sukacita.
Peristiwa ini dilengkapi dengan doa Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, serta Doa Fatima.
Peristiwa Terang II: Yesus Menyatakan Diri-Nya dalam Pesta Pernikahan di Kana
Peristiwa kedua diambil dari Yohanes 2:11. Mukjizat pertama Yesus terjadi saat pesta pernikahan di Kana atas permintaan Bunda Maria. Melalui tanda tersebut, Yesus menyatakan kemuliaan-Nya sehingga para murid percaya kepada-Nya.
Dalam permenungan ini, umat memohon agar Tuhan membantu menghadapi berbagai persoalan hidup dengan tenang dan penuh kepercayaan kepada kasih-Nya.
Setelah renungan, doa dilanjutkan dengan Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Terang III: Yesus Mewartakan Kerajaan Allah dan Menyerukan Pertobatan
Renungan ketiga bersumber dari Matius 4:17 dan 4:23. Yesus menyerukan:
“Bertobatlah, sebab kerajaan surga sudah dekat!”
Selain mengajar di rumah-rumah ibadat, Yesus juga memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan banyak orang.
Melalui peristiwa ini, umat memohon pengampunan atas dosa serta kemampuan untuk mengampuni sesama yang telah menyakiti.
Rangkaian doa yang didaraskan tetap sama, yakni Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Terang IV: Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya
Peristiwa keempat berasal dari Matius 17:2 dan 17:5. Saat berada di gunung yang tinggi, wajah Yesus bercahaya seperti matahari. Allah kemudian bersabda:
“Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”
Melalui peristiwa ini, umat diajak untuk semakin mengenal Kristus dan menerima ajaran-Nya dengan sepenuh hati.
Seperti peristiwa sebelumnya, bagian ini disertai doa Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, serta Doa Fatima.
Peristiwa Terang V: Yesus Menetapkan Sakramen Ekaristi
Peristiwa kelima mengacu pada Injil Markus 14:22-24. Pada Perjamuan Terakhir, Yesus mengambil roti dan berkata:
“Ambillah, inilah tubuhKu.”
Kemudian Yesus mengambil cawan dan bersabda:
“Inilah darah-Ku yang ditumpahkan banyak orang.”
Melalui peristiwa ini, umat memohon agar Tuhan menyucikan serta menguduskan mereka saat menerima Tubuh dan Darah Kristus, sekaligus menjadikan mereka alat untuk melaksanakan kehendak-Nya.
Bagian ini juga diakhiri dengan doa Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Doa kepada Santo Yusuf Menjadi Penutup Rosario
Setelah seluruh Peristiwa Terang selesai didaraskan, umat Katolik melanjutkan dengan doa kepada Santo Yusuf:
“Salam, Penjaga Sang Penebus, Mempelai Santa Perawan Maria. Kepadamu, Allah mempercayakan Putra-Nya yang Tunggal. Di dalam dirimu, Maria menaruh kepercayaannya, Bersamamu, Kristus menjadi manusia.”
Doa tersebut berisi permohonan agar Santo Yusuf senantiasa membimbing umat di jalan kehidupan serta melindungi mereka dari segala kejahatan.
Rangkaian doa Rosario pada Kamis, 18 Juni 2026, kemudian ditutup dengan Tanda Salib:
“Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.”
Melalui permenungan Peristiwa Terang, umat Katolik diajak untuk semakin menghayati karya keselamatan Yesus Kristus serta memperkuat iman dalam kehidupan sehari-hari. (anp)












