Teks Doa Kerahiman Ilahi Pukul 3 Sore dan Tata Caranya

Ilustrasi teks doa Kerahiman Ilahi jam 3 sore. (Pixabay.com)

bernasnews – Umat Katolik dianjurkan untuk memanjatkan doa pada pukul 15.00 atau jam 3 sore yang dikenal sebagai Jam Kerahiman Ilahi.

Waktu tersebut dipandang sebagai saat yang sakral karena menjadi momen mengenangkan sengsara dan wafat Tuhan Yesus Kristus demi keselamatan umat manusia.

Pada jam Kerahiman Ilahi, umat dapat mempersembahkan berbagai doa sebagai ungkapan iman dan permohonan belas kasih Tuhan.

Selain doa utama kepada Kerahiman Ilahi, umat Katolik juga dapat melaksanakan Jalan Salib, adorasi di hadapan Sakramen Mahakudus, hingga mendaraskan Koronka Kerahiman Ilahi sebagai bentuk penghormatan kepada kasih dan kerahiman Tuhan yang tidak terbatas.

Doa Kerahiman Ilahi

Doa pertama yang biasanya didaraskan pada pukul 15.00 adalah doa Jam Kerahiman Ilahi. Doa ini menjadi pembuka sebelum melanjutkan dengan doa-doa lainnya.

Doa Jam Kerahiman Ilahi

Ya Yesus, Engkau telah wafat, namun sumber kehidupan telah memancar bagi jiwa-jiwa dan terbukalah lautan kerahiman bagi segenap dunia.

O, sumber kehidupan, Kerahiman Ilahi yang tak terselami, naungilah segenap dunia dan curahkanlah diri-Mu pada kami.

Setelah doa pembuka, umat melanjutkan dengan doa utama sebagai ungkapan kepercayaan kepada belas kasih Tuhan.

Doa Utama Kepada Kerahiman Ilahi

Darah dan air, yang telah memancar dari hati Yesus sebagai sumber kerahiman bagi kami.

Engkaulah Andalanku!

Kemudian dilanjutkan dengan doa:

Allah yang kudus, kudus dan berkuasa, kudus dan kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia.

Doa tersebut diucapkan sebanyak tiga kali.

Ibadah yang Dapat Dilakukan pada Jam Kerahiman Ilahi

Selain mendaraskan doa Kerahiman Ilahi, umat Katolik juga dapat mempersembahkan ibadah lain pada pukul 3 sore.

Salah satunya adalah merenungkan Jalan Salib. Melalui ibadah tersebut, umat diajak untuk menghayati puncak kasih Tuhan yang diwujudkan melalui sengsara dan wafat Yesus Kristus.

Pilihan lainnya adalah melakukan adorasi atau sembah sujud di hadapan Sakramen Mahakudus di gereja maupun kapela. Adorasi menjadi bentuk syukur atas limpahan belas kasih Tuhan kepada umat manusia.

Namun apabila tidak memungkinkan untuk melaksanakan Jalan Salib atau adorasi, umat tetap dapat berdoa di mana pun berada, meskipun dalam waktu singkat.

Tata Cara Doa Koronka Kerahiman Ilahi

Dalam doa Koronka Kerahiman Ilahi, pada manik “Salam Maria” rosario biasa, umat mengucapkan doa berikut sebanyak sepuluh kali:

Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih Mu kepada kami dan seluruh dunia.

Setelah itu, doa Koronka ditutup dengan doa:

Allah yang Kudus, Kudus dan berkuasa, Kudus dan kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia.

Doa tersebut diucapkan sebanyak tiga kali.

Doa Penutup

Sebagai penutup, umat dapat mendaraskan doa berikut:

Allah yang kekal, dalam diri-Mu ada Kerahiman yang tanpa batas dan harta belas kasihan yang tak kunjung habis, pandanglah kami dengan rela hati dan tingkatkanlah Kerahiman-Mu dalam diri kami, supaya pada saat-saat sulit kami tidak menjadi putus asa atau remuk hati, tetapi dengan kepercayaan yang teguh menyerahkan diri kami kepada kehendak-Mu yang kudus, Sang Kasih dan Sang Kerahiman sendiri.

Doa Penyembuhan dalam Devosi Kerahiman Ilahi

Dalam devosi Kerahiman Ilahi, umat juga dapat memanjatkan doa penyembuhan sebagai permohonan akan rahmat dan kekuatan dari Tuhan.

Doa Penyembuhan

Yesus, semoga darah-Mu yang murni dan sehat mengalir di dalam organ-organ tubuhku yang sakit; semoga tubuhMu yang murni dan sehat mengubah tubuhku yang lemah ini; dan semoga kehidupan-Mu yang sehat dan perkasa mengalir dalam diriku, bila itu benar-benar kehendak kudus-Mu bagiku.

Jam Kerahiman Ilahi menjadi salah satu momen penting dalam kehidupan rohani umat Katolik. Pukul 15.00 dipandang sebagai waktu yang istimewa untuk mengenangkan sengsara Kristus sekaligus memohon belas kasih bagi diri sendiri maupun seluruh dunia.

Melalui doa-doa yang dipanjatkan pada jam Kerahiman Ilahi, umat diajak untuk semakin mempercayakan hidup kepada Tuhan serta menghidupi kasih dan kerahiman dalam kehidupan sehari-hari. (anp)