News  

Pemerintah agar Tetapkan 14 Juni sebagai Hari Purbakala Nasional melalui Keppres

Suasana pentas seni pada acara Sarasehan Hari Purbakala Nasional di Peken Klangenan Kotagede Yogyakarta, Sabtu 13/6/2026. (Foto : Y.B. Margantoro/bernasnews)

bernasnews – Warisan purbakala Nusantara adalah milik seluruh bangsa Indonesia, bukan milik satu lembaga, satu golongan. atau satu generasi. Ia adalah hak kolektif yang wajib dijaga bersama. Selain itu, Pemerintah Indonesia didesak untuk segera menetapkan 14 Juni sebagai Hari Purbakala Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) sebagai pengakuan resmi Negara bahwa warisan purbakala adalah urusan nasional yang menyangkut martabat dan jati diri bangsa.

Hal itu disampaikan oleh Muhammad Basyir Zubair, Pengurus Pusat Mahasabha Purbakala, dalam deklarasi Mahasabha Purbakala pada acara Sarasehan Hari Purbakala Nasional di Peken Klangenan Kotagede, Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026).

Bertajuk “Urgensi 14 Juni Diusulkan Menjadi Hari Purbakala Nasional” sarasehan ini meghadirkan pembicara Ketua Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Drs Marsis Sutopo, MSi., Pengurus Pusat Mahasabha Purbakala Muhamamad Basyir Zubair, Kepala BP Kebudayaan DIY Riris Purbasari, SS MA dan Ketua IAAI Komda DIY – Jateng Dr Fahmi Prihantoro SS, SH, MA., dengan moderator Dr Akhir Lusono SSn,. MM.

Hadir dan memberikan sambutan Gubernur DIY yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi, SS MA, Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo, S.Psi, dan Ketua Panitia Sigit Sugito. Acara dimeriahkan dengan penampilan baca puisi dari Komunitas Sastra Evi Idawati.

Pada bagian lain Deklalarasi Mahasabha Purbakala, disampaikan dukungan penuh upaya komunitas kebudayaan di seluruh Nusantara dari Sumatera hingga Papua, dari Sabang hingga Merauke yang bekerja sunyi menjaga, mendokumentasikan dan memperkenalkan warisan leluhur kepada generasi muda.

“Kami percaya bangsa yang tidak menghormati masa lalunya salah bangsa yang sedang membangun rumah di atas pasir. Mahasabha Purbakala hadir untuk memastikan rumah bangsa ini dibangun di atas batu, batu yang telah diukur oleh tangan leluhur ribuan tahun yang lalu,” kata M. Basyir Zubair. (mar)