Panduan Doa Rosario Hari Selasa 16 Juni 2026: Merenungkan Peristiwa Sedih

Ilustrasi doa Rosario hari Selasa 16 Juni 2026. (Pixabay.com)

bernasnews – Doa Rosario menjadi salah satu bentuk penghormatan umat Katolik kepada Bunda Maria sekaligus sarana menyampaikan berbagai intensi dan permohonan kepada Allah.

Pada Selasa, 16 Juni 2026, umat Katolik diajak merenungkan Peristiwa Sedih yang berfokus pada sengsara dan wafat Yesus Kristus sebagai jalan keselamatan bagi umat manusia.

Melalui doa Rosario, umat tidak hanya mengenang perjalanan penderitaan Kristus, tetapi juga memperdalam iman serta memohon kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Rangkaian doa ini dimulai dengan Tanda Salib, Syahadat Para Rasul atau Aku Percaya, doa Kemuliaan, Terpujilah, Bapa Kami, dan tiga Salam Maria sebagai penghormatan kepada Bunda Maria.

Tata Cara Memulai Doa Rosario Hari Selasa

Doa Rosario diawali dengan Tanda Salib:

“Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.”

Selanjutnya didaraskan doa Aku Percaya sebagai pernyataan iman kepada Allah Tritunggal Mahakudus, diikuti doa Kemuliaan dan Terpujilah nama Yesus, Maria, dan Yosef.

Setelah itu, umat mendaraskan doa Bapa Kami dan tiga Salam Maria sebagai penghormatan kepada Allah Bapa, Allah Putra, dan Roh Kudus.

Peristiwa Sedih Pertama: Yesus Berdoa kepada Bapa-Nya dalam Sakaratul Maut

Peristiwa pertama mengajak umat merenungkan doa Yesus di Taman Getsemani.

“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau berkenan, ambilah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah menurut kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi.” (Mat 26:39)

Melalui peristiwa ini, umat diajak untuk senantiasa menyerahkan diri kepada kehendak Allah serta percaya bahwa Tuhan selalu menyertai dalam setiap pencobaan.

Sesudah merenungkan peristiwa pertama, didaraskan satu kali Bapa Kami, sepuluh kali Salam Maria, doa Kemuliaan, Terpujilah, serta Doa Fatima.

Peristiwa Sedih Kedua: Yesus Didera

Peristiwa kedua mengenangkan penderitaan Yesus ketika didera sebelum penyaliban.

“Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia, mereka menanggalkan jubah ungu yang dipakai-Nya dan mengenakan lagi pakaian-Nya kepada-Nya.” (Mrk 15:19-20a)

Melalui permenungan ini, umat memohon rahmat agar mampu memikul salib kehidupan dengan kasih dan kesetiaan kepada Tuhan.

Peristiwa Sedih Ketiga: Yesus Dimahkotai Duri

Peristiwa ketiga mengingatkan umat pada penghinaan yang diterima Yesus.

“Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya diatas kepala-Nya. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya, ‘Salam, hai raja orang Yahudi!’” (Mrk 15:17-18)

Peristiwa ini menjadi ajakan untuk belajar mengampuni sesama dan menjauhi kebencian.

eristiwa Sedih Keempat: Yesus Memanggul Salib ke Gunung Kalvari

Pada peristiwa keempat, umat merenungkan perjalanan Yesus menuju Golgota.

“Sambil memikul salib-Nya, Ia pergi keluar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, yang dalam bahasa Ibrani disebut Golgota.” (Yoh 19:16b)

Peristiwa ini mengajarkan kesabaran dan keteguhan iman dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup.

Peristiwa Sedih Kelima: Yesus Wafat di Salib

Peristiwa terakhir berpusat pada wafat Yesus demi keselamatan manusia.

“Yesus berseru dengan suara nyaring: ‘Ya Bapa ke dalam tangan-Mu, Ku serahkan nyawa-Ku.’ Sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.” (Luk 23:46)

Melalui peristiwa ini, umat memohon agar senantiasa hidup dalam kasih Allah dan memperoleh kehidupan kekal bersama-Nya.

Doa Fatima dan Doa kepada Santo Yusuf

Setelah setiap peristiwa sedih, umat mendaraskan Doa Fatima:

“Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami. Selamatkanlah kami dari api neraka, dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga, terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu. Amin.”

Setelah lima peristiwa selesai didaraskan, doa dilanjutkan dengan Doa kepada Santo Yusuf sebagai pelindung Gereja dan keluarga.

Doa Permohonan kepada Bunda Maria Setelah Rosario

Usai menyelesaikan Rosario, umat Katolik dianjurkan melanjutkan dengan doa permohonan kepada Bunda Maria sebagai ungkapan penyerahan diri dan harapan melalui perantaraannya kepada Allah.

Doa yang dikutip dari Gereja Katolik Roma Basilica of the National Shrine of the Immaculate Conception di Amerika Serikat tersebut berisi permohonan belas kasih, pengharapan, serta kekuatan untuk tetap setia mengikuti Yesus hingga memperoleh kebahagiaan abadi di surga.

Dengan merenungkan Peristiwa Sedih pada Rosario Hari Selasa, umat Katolik diajak untuk semakin mendalami makna pengorbanan Kristus, memperteguh iman, serta menumbuhkan harapan di tengah berbagai tantangan kehidupan. (anp)