News  

Ular Sanca 2,7 Meter di Depan Rumdin Bupati Gunungkidul, Tiga Motor Kecelakaan Beruntun saat Pengendara Rem Mendadak

Ular Sanca di Depan Rumdin Bupati Gunungkidul/Damkarmat Gunungkidul

bernasnews– Seekor ular sanca berukuran besar dengan panjang mencapai 2,7 meter tiba-tiba melata menyeberangi jalan di depan rumah dinas bupati Gunungkidul pada Senin (15/6/2026) pagi.

Kemunculan reptil raksasa itu membuat sejumlah pengendara sepeda motor terkejut hingga terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.45 WIB.

Kepala UPT Damkar dan Penyelamatan (Damkarmat) Gunungkidul, Handoko, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika seorang tukang kebun Rumah Dinas Bupati Gunungkidul, Marsia (60), melihat seekor ular besar keluar dan menyeberangi jalan.

Ular Sanca di Depan Rumdin Bupati Gunungkidul

Marsia yang sedang beraktivitas di sekitar rumah dinas sempat kaget oleh kemunculan reptil tersebut. Dalam hitungan detik, ular itu sudah berada di badan jalan dan menarik perhatian para pengendara yang melintas.

“Ular menyeberang dari arah barat. Karena berada di jalan, membuat pemotor kaget dan mengerem mendadak. Karena itu ada tiga motor mengalami kecelakaan beruntun,” kata Handoko.

Kejadian berlangsung sangat cepat. Seorang pengendara yang melihat ular di depannya langsung menarik tuas rem secara mendadak. Pengendara di belakang yang tidak sempat mengantisipasi akhirnya menabrak kendaraan di depannya. Benturan beruntun pun tidak terhindarkan.

Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Meski demikian, beberapa kendaraan mengalami kerusakan akibat benturan. Handoko memastikan ular tersebut sama sekali belum tersentuh kendaraan yang terlibat kecelakaan.

“Motor belum menginjak ular. Untuk pemotor juga tidak ada yang luka-luka, hanya bodi motor rusak sedikit karena benturan akibat kecelakaan beruntun,” ujarnya.

Kemunculan ular berukuran besar di area rumah dinas kepala daerah itu langsung memicu kewaspadaan. Marsia yang khawatir ular masuk ke lingkungan rumah dinas kemudian segera menghubungi petugas Damkarmat Gunungkidul untuk meminta bantuan evakuasi.

Tidak lama setelah menerima informasi, sejumlah personel Damkarmat bergegas menuju lokasi dengan membawa perlengkapan penanganan satwa liar.

Proses Evakuasi

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemantauan terhadap posisi ular. Ular berada di sekitar gerbang rumah dinas bupati dan masih bergerak di area tersebut.

“Ularnya tadi ada di gerbang rumah dinas bupati. Hanya sekitar lima menit ular bisa dievakuasi,” ucap Handoko.

Keberhasilan evakuasi tersebut sekaligus mengakhiri kepanikan yang sempat terjadi di lokasi. Arus lalu lintas yang sebelumnya tersendat akibat kerumunan warga dan pengendara akhirnya kembali normal.

Handoko menjelaskan, ular itu bukan termasuk jenis berbisa. Meski demikian, ukuran tubuhnya tergolong besar sehingga tetap berpotensi membahayakan apabila merasa terancam atau melakukan lilitan terhadap mangsanya.

“Yang dievakuasi tadi jenis ular sanca dengan panjang 2,7 meter,” katanya.

Lalu, petugas memasukkan ular ke dalam boks plastik berukuran besar untuk menghindari risiko lepas selama perjalanan. Selanjutnya, petugas membawa ular menuju Posko Damkarmat Gunungkidul.

Menurut Handoko, ular hasil evakuasi biasanya tidak langsung dilepasliarkan. Petugas terlebih dahulu melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pihak terkait maupun komunitas pecinta reptil.

“Karena biasanya komunitas pecinta reptil akan datang mengambil ular itu,” ujarnya.

Handoko mengimbau masyarakat agar tidak bertindak nekat ketika menemukan ular, terutama yang berukuran besar. Warga perlu menjaga jarak aman dan segera melaporkan keberadaan satwa tersebut kepada petugas yang memiliki kemampuan serta peralatan khusus untuk melakukan evakuasi.

Ia menegaskan seluruh layanan kedaruratan Damkarmat Gunungkidul tanpa biaya. Masyarakat dapat melapor melalui telepon di nomor 0274-391113 atau WhatsApp di nomor 08112657113 apabila menemukan ular maupun kondisi darurat lainnya. (ef linangkung)