Doa Rosario Hari Jumat 12 Juni 2026 Lengkap dengan Ujud Doa dan Peristiwa Sedih

Ilustrasi doa Rosario hari Senin 22 Juni 2026. (Pixabay.com)

bernasnews – Doa Rosario Hari Jumat 12 Juni 2026 menjadi salah satu ibadah yang dapat didaraskan umat Katolik secara pribadi, bersama keluarga, maupun dalam komunitas gereja.

Pada hari Jumat, umat diajak merenungkan Peristiwa Sedih yang menggambarkan sengsara Yesus Kristus hingga wafat-Nya di kayu salib sebagai bentuk pengorbanan demi keselamatan manusia.

Tradisi doa Rosario merupakan salah satu bentuk devosi yang telah lama dijalankan umat Katolik. Melalui doa ini, umat menyampaikan pujian, rasa syukur, serta berbagai permohonan kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria, sambil merenungkan perjalanan hidup Yesus Kristus.

Mengacu pada penanggalan doa Rosario yang dikutip dari Iman Katolik, permenungan pada hari Jumat menggunakan Peristiwa Sedih. Lima peristiwa tersebut mengajak umat untuk mengenang penderitaan Kristus menjelang penyaliban dan wafat-Nya.

Doa Rosario dapat dilakukan secara sendiri maupun bersama-sama dalam lingkungan keluarga dan komunitas gereja.

Tata Cara Pembukaan Doa Rosario Hari Jumat 12 Juni 2026

Doa Rosario diawali dengan tanda salib sebagai ungkapan iman kepada Allah Tritunggal Mahakudus.

Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Selanjutnya umat mendaraskan doa Aku Percaya sebagai pengakuan iman kepada Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus, serta keyakinan akan Gereja Katolik yang Kudus dan kehidupan kekal.

Setelah itu, doa dilanjutkan dengan:

  • Doa Kemuliaan.
  • Doa Bapa Kami.
  • Salam Putri Allah Bapa.
  • Salam Bunda Allah Putra.
  • Salam Mempelai Allah Roh Kudus.
  • Doa Kemuliaan.
  • Terpujilah nama Yesus, Maria, dan Yosef.

Peristiwa Sedih Pertama Mengajak Umat Mengikuti Kehendak Allah

Peristiwa Sedih I mengenang saat Yesus berdoa kepada Bapa di surga ketika menghadapi sakaratul maut.

Dalam Injil Matius 26:39 tertulis:

“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau berkenan, ambilah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah menurut kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi.”

Melalui peristiwa ini, umat memohon agar senantiasa setia mengikuti kehendak Allah dalam setiap cobaan kehidupan.

Sesudah permenungan dilakukan, doa dilanjutkan dengan:

  • Bapa Kami.
  • Salam Maria sebanyak 10 kali.
  • Kemuliaan.
  • Terpujilah.
  • Doa Fatima.

Peristiwa Sedih Kedua Mengenang Yesus yang Didera

Peristiwa Sedih II diambil dari Markus 15:19-20a yang menggambarkan penderitaan Yesus ketika dicambuk dan dihina.

“Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia, mereka menanggalkan jubah ungu yang dipakai-Nya dan mengenakan lagi pakaian-Nya kepada-Nya”

Melalui peristiwa ini, umat diajak untuk tetap teguh memikul salib kehidupan dengan kasih dan kesetiaan kepada Tuhan.

Peristiwa Sedih Ketiga Mengajarkan Sikap Mengampuni

Peristiwa Sedih III merenungkan saat Yesus dimahkotai duri sebagaimana tercatat dalam Markus 15:17-18.

“Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya diatas kepala-Nya. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya,”Salam, hai raja orang Yahudi!”

Peristiwa ini mengingatkan umat agar mampu mengampuni sesama serta tidak membalas kejahatan dengan kebencian.

Peristiwa Sedih Keempat Mengenang Jalan Salib Menuju Kalvari

Peristiwa Sedih IV diambil dari Yohanes 19:16b.

“Sambil memikul salib-Nya, Ia pergi keluar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, yang dalam bahasa Ibrani disebut Golgota.”

Melalui peristiwa ini, umat memohon kekuatan untuk menjalani berbagai tantangan hidup dengan iman dan kesabaran seperti yang diteladankan Yesus Kristus.

Peristiwa Sedih Kelima Mengenang Wafat Yesus di Kayu Salib

Peristiwa terakhir dalam Rosario hari Jumat mengajak umat merenungkan wafat Yesus di salib sebagaimana tertulis dalam Lukas 23:46.

“Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa ke dalam tangan-Mu, Ku serahkan nyawa-Ku.” Sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya”

Peristiwa ini menjadi ungkapan iman bahwa Allah senantiasa menyertai umat-Nya hingga akhir kehidupan dan membuka jalan menuju kerajaan kasih yang kekal.

Setelah setiap peristiwa direnungkan, umat kembali mendaraskan Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.

Ujud Doa Permohonan dalam Rosario Hari Jumat

Melalui doa Rosario pada Jumat, 12 Juni 2026, umat Katolik dapat memanjatkan berbagai intensi atau ujud doa, antara lain:

  • Memohon kekuatan dalam menghadapi pencobaan hidup.
  • Memohon rahmat agar mampu memikul salib kehidupan dengan penuh kasih.
  • Memohon hati yang mampu mengampuni sesama.
  • Memohon keteguhan iman dalam menghadapi penderitaan.
  • Memohon penyertaan Tuhan hingga akhir kehidupan.

Dengan merenungkan Peristiwa Sedih, umat Katolik diajak semakin mendalami makna pengorbanan Yesus Kristus serta memperkuat iman melalui doa yang dilakukan secara tekun dan penuh pengharapan. (anp)