bernasnews – Umat Katolik kembali menjalankan devosi doa Rosario pada Kamis, 11 Juni 2026, dengan merenungkan Peristiwa Terang yang menggambarkan karya dan pewartaan Yesus Kristus selama hidup-Nya di dunia.
Doa Rosario menjadi salah satu sarana spiritual yang rutin didaraskan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus memohon penyertaan, perlindungan, dan kekuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Pada hari Kamis, rangkaian Rosario berfokus pada lima Peristiwa Terang, mulai dari pembaptisan Yesus di Sungai Yordan hingga penetapan Sakramen Ekaristi.
Umat biasanya memulai doa dengan Tanda Salib, Aku Percaya, Kemuliaan, Terpujilah, dan doa-doa pembuka lainnya sebelum memasuki permenungan setiap peristiwa.
Doa Rosario Hari Kamis Berfokus pada Peristiwa Terang
Peristiwa Terang menjadi bagian penting dalam doa Rosario hari Kamis. Melalui lima peristiwa tersebut, umat diajak merenungkan perjalanan pelayanan Yesus Kristus serta semakin menghayati iman dalam kehidupan sehari-hari.
Susunan doa dimulai dengan Tanda Salib:
“Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.”
Kemudian dilanjutkan dengan doa Aku Percaya, Kemuliaan, Terpujilah, Bapa Kami, serta tiga Salam Maria yang dipersembahkan kepada Putri Allah Bapa, Bunda Allah Putra, dan Mempelai Allah Roh Kudus.
Setelah doa pembuka selesai, umat memasuki lima Peristiwa Terang yang menjadi inti permenungan Rosario pada hari Kamis.
Peristiwa Terang Pertama: Yesus Dibaptis di Sungai Yordan
Peristiwa pertama diambil dari Injil Matius 3:16-17. Sesudah dibaptis, Yesus keluar dari air dan Roh Allah turun seperti burung merpati, sementara suara dari surga berkata:
“Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Dalam permenungan ini, umat memohon agar mampu menerima tugas dan panggilan hidup sebagai anak-anak Allah dengan hati yang terbuka dan penuh sukacita.
Setelah doa pengantar, didaraskan satu kali Bapa Kami, sepuluh kali Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, serta Doa Fatima:
“Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami. Selamatkanlah kami dari api neraka, dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga, terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu. Amin.”
Peristiwa Terang Kedua: Yesus Menyatakan Kemuliaan-Nya di Kana
Peristiwa kedua bersumber dari Yohanes 2:11. Mukjizat pertama Yesus dalam pesta pernikahan di Kana menunjukkan kuasa dan kemuliaan-Nya sehingga para murid semakin percaya kepada-Nya.
Melalui peristiwa ini, umat Katolik memohon pertolongan Tuhan agar mampu menghadapi berbagai persoalan hidup dengan tenang serta tetap mengandalkan kasih-Nya.
Rangkaian doa yang didaraskan tetap sama, yakni Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Terang Ketiga: Pewartaan Kerajaan Allah dan Seruan Pertobatan
Peristiwa ketiga diambil dari Matius 4:17 dan 4:23. Yesus menyerukan pertobatan dan memberitakan Injil Kerajaan Surga sambil menyembuhkan orang-orang yang sakit.
Pesan yang direnungkan umat adalah ajakan untuk memperbarui diri, memohon pengampunan atas dosa, serta belajar mengampuni sesama yang telah menyakiti.
Peristiwa ini kembali diakhiri dengan Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, serta Doa Fatima.
Peristiwa Terang Keempat: Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya
Peristiwa keempat merujuk pada Matius 17:2 dan 17:5 ketika Yesus berubah rupa di atas gunung. Wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan terdengar sabda Allah:
“Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”
Melalui permenungan ini, umat diajak semakin mendengarkan ajaran Kristus dan mengenal-Nya secara lebih mendalam, terutama melalui sengsara yang dialami-Nya demi keselamatan manusia.
Doa-doa yang didaraskan setelah permenungan tetap terdiri atas Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Terang Kelima: Yesus Menetapkan Sakramen Ekaristi
Peristiwa terakhir mengingatkan umat pada penetapan Sakramen Ekaristi sebagaimana tertulis dalam Markus 14:22-24.
Dalam peristiwa tersebut, Yesus mengambil roti dan berkata:
“Ambillah, inilah tubuhKu.”
Kemudian Ia mengambil cawan dan bersabda:
“Inilah darah-Ku yang ditumpahkan banyak orang.”
Melalui peristiwa ini, umat memohon agar Tuhan menyucikan dan menguduskan mereka saat menerima Tubuh dan Darah Kristus serta memakai hidup mereka sesuai dengan kehendak-Nya.
Sebagaimana empat peristiwa sebelumnya, permenungan kelima ditutup dengan Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Doa Rosario merupakan salah satu bentuk devosi yang terus dipelihara umat Katolik di berbagai belahan dunia.
Melalui permenungan atas Peristiwa Terang pada Kamis, 11 Juni 2026, umat diajak semakin mendekat kepada Tuhan, memperkuat iman, serta menyerahkan seluruh perjalanan hidup dalam penyelenggaraan kasih-Nya. (anp)












