News  

Pasang Air Laut di Gunungkidul Capai 3 meter, Sebagian Nelayan Tetap Melaut

bernasnews – Pasang air laut di pesisir selatan Gunungkidul mencapai sekitar 10 feet atau 3 meter pada Senin, 8 Juni 2026.

Meski demikian, aktivitas nelayan di sejumlah titik pendaratan ikan masih berlangsung normal.

Sejak pagi, perahu-perahu nelayan terlihat keluar masuk perairan untuk melakukan penangkapan ikan.

Sebagian nelayan tetap melaut meskipun kondisi cuaca di perairan selatan tidak sepenuhnya bersahabat.

Koordinator SAR Satlinmas Pantai Baron, Marjono, mengatakan pasang air laut yang terjadi belum berdampak signifikan terhadap aktivitas nelayan maupun pelayaran di kawasan pesisir selatan Gunungkidul.

“Sebagian nelayan masih melaut, sehingga aktivitas mencari ikan masih bisa dilakukan. Sampai saat ini kondisi terpantau aman terkendali,” kata Marjono.

Menurutnya, kondisi yang lebih perlu diwaspadai bukan hanya pasang air laut, melainkan angin kencang yang terjadi di wilayah perairan selatan.

Angin yang bertiup cukup kuat berpotensi memengaruhi kondisi laut dan menyulitkan manuver perahu, terutama kapal berukuran kecil yang banyak digunakan nelayan setempat.

Gelombang Diprediksi Kembali Meninggi

Kondisi cuaca tersebut membuat sebagian nelayan memilih tidak melaut demi mengutamakan keselamatan.

“Karena angin memang cukup kencang, ada sebagian nelayan yang tidak berani melaut,” ujarnya.

Bagi nelayan, keputusan untuk tidak melaut tentu bukan hal mudah karena berdampak pada kesempatan memperoleh penghasilan. Namun, faktor keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama.

Sementara itu, nelayan yang tetap beraktivitas di laut mengandalkan pengalaman mereka dalam membaca kondisi perairan selatan yang dikenal memiliki ombak besar dan arus kuat.

Mereka juga terus memantau perkembangan cuaca sebelum berangkat maupun kembali ke daratan.

Marjono menjelaskan, pasang air laut diperkirakan mulai berangsur menurun pada Selasa, 9 Juni 2026. Namun, kondisi tersebut diprediksi tidak berlangsung lama.

Berdasarkan hasil pemantauan petugas, pasang air laut berpotensi kembali meningkat pada Kamis, 11 Juni 2026. Ketinggian gelombang diperkirakan mencapai sekitar 13 feet (4 meter) atau lebih tinggi dibandingkan kondisi saat ini.

Potensi peningkatan gelombang dan angin kencang menjadi perhatian petugas SAR karena perubahan cuaca di pesisir selatan dapat terjadi dengan cepat.

Pantai-pantai di Gunungkidul selama ini menjadi destinasi wisata unggulan dengan karakteristik ombak Samudra Hindia yang cukup kuat.

Oleh karena itu, masyarakat, wisatawan, maupun nelayan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pesisir.

Marjono mengimbau seluruh pengguna jasa pantai agar selalu memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa pantai, terutama nelayan, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut,” pungkasnya.

Petugas berharap masyarakat tidak mengabaikan informasi cuaca yang disampaikan sebagai langkah untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut.

Di tengah kondisi pasang air laut dan potensi peningkatan gelombang dalam beberapa hari ke depan, keselamatan tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh pengguna kawasan pesisir. (Eln)