bernasnews – Doa Rosario Hari Rabu 10 Juni 2026 menjadi salah satu bentuk devosi yang dijalankan umat Katolik untuk memuji Allah sekaligus menyampaikan syukur dan permohonan melalui perantaraan Santa Perawan Maria.
Pada hari Rabu, umat merenungkan Peristiwa Mulia, yang berpusat pada kebangkitan Kristus hingga pemuliaan Bunda Maria di surga.
Doa Rosario memiliki tempat istimewa dalam kehidupan Gereja Katolik. Melalui rangkaian doa dan permenungan misteri kehidupan Yesus Kristus, umat diajak memperdalam iman serta menyerahkan berbagai intensi pribadi, keluarga, maupun Gereja kepada Tuhan.
Doa Rosario memiliki tempat istimewa dalam kehidupan Gereja Katolik. Melalui rangkaian doa dan permenungan misteri kehidupan Yesus Kristus, umat diajak memperdalam iman serta menyerahkan berbagai intensi pribadi, keluarga, maupun Gereja kepada Tuhan.
Mengutip penjelasan dari Keuskupan Purwokerto, Rosario merupakan salah satu bentuk devosi Katolik yang berpusat pada Yesus Kristus melalui permenungan bersama Bunda Maria. Pelaksanaannya dilakukan dengan mendaraskan doa-doa tertentu sambil menggunakan untaian Rosario.
Susunan Pembuka Doa Rosario Hari Rabu 10 Juni 2026
Doa Rosario diawali dengan tanda salib, kemudian dilanjutkan dengan doa Aku Percaya, Kemuliaan, dan pujian kepada Yesus, Maria, serta Santo Yosef.
Sesudah itu, umat mendaraskan doa Bapa Kami dan tiga kali Salam Maria sebagai penghormatan kepada Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus. Bagian pembuka ditutup dengan doa Kemuliaan dan Terpujilah.
Susunan ini menjadi pengantar sebelum memasuki lima Peristiwa Mulia yang direnungkan pada hari Rabu.
Peristiwa Mulia Pertama: Yesus Bangkit dari Kematian
Peristiwa pertama diambil dari Injil Matius 28:5-6 yang mengisahkan kabar kebangkitan Kristus.
“Malaikat itu berkata, janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakannya.”
Melalui peristiwa ini, umat memanjatkan permohonan agar mampu melanjutkan misi Kristus dengan memberitakan Injil sehingga Kerajaan Allah semakin nyata di dunia.
Sesudah permenungan, dilanjutkan dengan satu kali Bapa Kami, sepuluh kali Salam Maria, doa Kemuliaan, Terpujilah, serta Doa Fatima.
Peristiwa Mulia Kedua: Yesus Naik ke Surga
Peristiwa kedua bersumber dari Kisah Para Rasul 1:9-11.
“Sesudah Ia mengatakan demikian, Ia diangkat ke surga disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Hai orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang diangkat ke surga meninggalkan kamu, akan kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga.”
Dalam peristiwa ini, umat memohon agar Tuhan menjadi sumber harapan dan kekuatan hidup, serta menanamkan keyakinan bahwa penyertaan-Nya berlangsung hingga akhir zaman.
Rangkaian doanya kembali diisi dengan Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Mulia Ketiga: Roh Kudus Turun atas Para Rasul
Renungan ketiga diambil dari Kisah Para Rasul 2:2 dan 4.
“Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk… lalu mereka semua dipenuhi Roh Kudus, dan mulai berbicara dalam bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan.”
Melalui misteri ini, umat memohon agar Roh Kudus membimbing perjalanan hidup dalam kasih dan kebenaran Allah serta menjadikan manusia layak di hadapan-Nya.
Setelah permenungan, doa kembali dilanjutkan dengan satu kali Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Mulia Keempat: Maria Diangkat ke Surga
Peristiwa keempat merujuk pada Surat Pertama kepada Jemaat di Tesalonika 4:14 dan 17.
“Jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa dengan perantaraan Yesus, Allah akan mengumpulkan bersama-sama dengan Dia, mereka yang telah meninggal. Sesudah itu kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”
Melalui peristiwa ini, umat memohon agar dikaruniai iman yang hidup dan menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.
Peristiwa Mulia Kelima: Maria Dimahkotai di Surga
Peristiwa terakhir diambil dari Kitab Wahyu 12:1.
“Tampaklah suatu tanda besar di langit; seorang perempuan berselubungan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang diatas kepalanya.”
Dalam permenungan ini, umat berdoa agar kasih Allah senantiasa berkobar dalam hati serta menjadikan Bunda Maria sebagai teladan dalam mengikuti Yesus Kristus.
Melalui lima Peristiwa Mulia tersebut, Doa Rosario Hari Rabu 10 Juni 2026 menjadi sarana bagi umat Katolik untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memperkuat iman, serta menyerahkan berbagai ujud doa dan permohonan dengan pengantaraan Santa Perawan Maria. (anp)












