Waktu yang Tepat Memotong Kuku dalam Islam, Lengkap Doa dan Adab yang Dianjurkan

Ilustrasi waktu terbaik memotong kuku menurut Islam. (Pixabay.com)

bernasnews – Memotong kuku merupakan salah satu bentuk menjaga kebersihan yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Aktivitas sederhana yang dilakukan untuk merawat tubuh ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan dan penampilan, tetapi juga termasuk bagian dari sunnah fitrah yang diajarkan Rasulullah SAW.

Para ulama bahkan membahas waktu-waktu yang dianggap lebih utama untuk memotong kuku, meski Islam tidak menetapkan hari tertentu sebagai kewajiban.

Hari Jumat, Kamis, dan Senin menjadi waktu yang sering disebut memiliki keutamaan, disertai sejumlah adab yang dianjurkan untuk diamalkan oleh umat Islam.

Memotong Kuku Termasuk Sunnah Fitrah dalam Islam

Islam menempatkan kebersihan sebagai bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Salah satu bentuk menjaga kebersihan tersebut adalah dengan memotong kuku secara rutin agar tetap pendek dan bersih.

Rasulullah SAW bersabda:

“Ada lima perkara yang termasuk fitrah, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kumis, dan memotong kuku.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa memotong kuku merupakan bagian dari fitrah manusia yang selaras dengan nilai kebersihan, kesucian, dan kemuliaan diri. Dalam buku Bersih dan Berpahala dengan Potong Kuku karya Putri Ummu Uwais dijelaskan bahwa fitrah merupakan kondisi alami manusia yang mengarah pada kebersihan dan kesempurnaan.

Pandangan serupa juga disampaikan Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. Menurut beliau, memotong kuku termasuk sunnah yang sangat dianjurkan karena kuku yang terlalu panjang berpotensi menjadi tempat menumpuknya kotoran yang dapat mengganggu kebersihan dan kesehatan.

Selain itu, bagian bawah kuku sering menjadi lokasi menempelnya debu, bakteri, maupun najis yang dapat mengurangi kesempurnaan kebersihan seseorang, terutama ketika akan melaksanakan ibadah.

Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya menjaga kesucian melalui sabdanya:

“Kesucian adalah sebagian dari iman.” (HR Muslim)

Menurut Syekh Yusuf Al-Qaradawi dalam buku Al-Halal wal Haram fil Islam, perhatian Islam terhadap kebersihan menunjukkan bahwa agama ini tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan kualitas hidup umatnya.

Hari Jumat Menjadi Waktu yang Paling Dianjurkan

Di antara berbagai pendapat ulama, hari Jumat disebut sebagai waktu yang paling utama untuk memotong kuku.

Hari Jumat dikenal sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari. Dalam kitab Hasyiyatul Jamal, Syekh Sulaiman Al-Jamal menjelaskan bahwa memotong kuku pada hari Jumat termasuk amalan yang dianjurkan karena bertepatan dengan hari penuh keberkahan bagi umat Islam.

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ juga menyebutkan bahwa membersihkan diri, termasuk memotong kuku, merupakan kebiasaan baik yang dilakukan sebelum menunaikan salat Jumat.

Karena alasan tersebut, tradisi memotong kuku pada hari Jumat masih banyak dijumpai di berbagai pesantren dan masyarakat Muslim di Indonesia hingga saat ini.

Hari Kamis Dikaitkan dengan Diangkatnya Amal

Selain Jumat, hari Kamis juga termasuk waktu yang banyak disebut dalam kitab-kitab fikih sebagai hari yang baik untuk memotong kuku.

Keutamaan hari Kamis berkaitan dengan hadis yang menjelaskan bahwa amal manusia diperlihatkan kepada Allah SWT pada hari Senin dan Kamis. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa Rasulullah SAW menyukai ketika amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa.

Para ulama memandang bahwa menjaga kebersihan diri sebelum hari tersebut merupakan bentuk persiapan lahir dan batin. Dalam kitab Fathul Mu’in, Syekh Zainuddin Al-Malibari menyebut Kamis sebagai salah satu hari yang dianjurkan untuk memotong kuku sebelum memasuki hari Jumat.

Hari Senin Juga Dianggap Penuh Keberkahan

Hari Senin turut disebut oleh sejumlah ulama sebagai waktu yang baik untuk memotong kuku.

Dalam kitab Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, Syekh Abdurrahman Al-Juzairi memasukkan Senin sebagai salah satu hari yang dianjurkan untuk melakukan amalan tersebut.

Hari Senin memiliki kedudukan istimewa dalam Islam karena merupakan hari kelahiran Rasulullah SAW sekaligus hari pertama turunnya wahyu. Selain itu, Senin juga termasuk hari ketika amal manusia diangkat kepada Allah SWT.

Oleh sebab itu, sebagian ulama memandang bahwa memulai pekan dengan membersihkan diri, termasuk memotong kuku, merupakan kebiasaan yang baik dan bernilai ibadah.

Tidak Ada Larangan Mutlak pada Hari Tertentu

Dalam beberapa kitab fikih memang ditemukan keterangan mengenai hari-hari yang dianggap kurang baik untuk memotong kuku. Imam Qasim Al-Ghazi dalam Hasyiyah Al-Bajuri menyebut adanya sejumlah pandangan ulama yang mengaitkan hari tertentu dengan efek spiritual tertentu.

Namun, para ulama menegaskan bahwa pendapat tersebut tidak didasarkan pada hadis sahih yang kuat sehingga tidak dapat dijadikan dasar hukum yang mengikat.

Mayoritas ulama sepakat bahwa seseorang diperbolehkan memotong kuku kapan saja ketika diperlukan, terutama apabila kuku sudah panjang dan berpotensi mengganggu kebersihan.

Doa yang Dibaca Saat Memotong Kuku

Tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus mengajarkan doa ketika memotong kuku. Meski demikian, para ulama membolehkan membaca doa sebagai bentuk mengingat Allah SWT dalam aktivitas sehari-hari.

Dalam buku Tuntunan Doa dan Zikir untuk Segala Situasi dan Kebutuhan karya Ali Akbar bin Aqil disebutkan doa berikut:

بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ، وَعَلَى سُنَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Bismillaah wa billaah, wa ‘alaa sunnati sayyidinaa Muhammad wa aali sayyidinaa Muhammad.

Artinya:

“Dengan menyebut nama Allah dan dengan pertolongan Allah, serta mengikuti sunnah junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya.”

Adab Memotong Kuku yang Dianjurkan

Selain memperhatikan waktu pelaksanaannya, Islam juga mengajarkan beberapa adab ketika memotong kuku.

Mendahulukan Bagian Kanan

Dalam berbagai amalan yang bersifat baik, Islam menganjurkan untuk memulai dari bagian kanan. Karena itu, para ulama menyarankan agar memotong kuku tangan kanan terlebih dahulu sebelum beralih ke tangan kiri.

Tidak Membiarkan Kuku Terlalu Panjang

Rasulullah SAW memberikan batas waktu maksimal agar umat Islam tidak membiarkan kuku tumbuh terlalu panjang.

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa batas maksimal untuk memotong kuku dan melakukan amalan fitrah lainnya adalah 40 hari. Ketentuan ini menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan tubuh secara rutin sebagai bagian dari tuntunan agama.

Dengan demikian, memotong kuku bukan hanya kebiasaan untuk menjaga penampilan, tetapi juga bagian dari sunnah fitrah yang mengandung nilai kebersihan, kesehatan, dan ibadah.

Meski hari Jumat sering disebut sebagai waktu yang paling utama, umat Islam tetap diperbolehkan memotong kuku kapan saja sesuai kebutuhan selama tidak mengabaikan kebersihan dan adab yang dianjurkan. (anp)