bernasnews– Sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul kembali menunjukkan performa yang menggembirakan. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Gunungkidul, Yohannes Nanang Putranto, mengatakan bahwa realisasi PAD sektor pariwisata saat ini sudah menyentuh angka Rp30 miliar.
“Untuk PAD sektor pariwisata saat ini sudah mencapai sekitar Rp30 miliar dari target Rp35 miliar,” ujar Yohannes Nanang Putranto.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa daya tarik wisata Gunungkidul masih sangat kuat di mata wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.
Ia menambahkan, apabila tren kunjungan wisatawan tetap stabil seperti saat ini, target PAD sebesar Rp35 miliar berpeluang besar tercapai dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.
“Semoga dalam satu sampai dua bulan ke depan target bisa tercapai,” katanya.
Sejumlah momentum libur panjang, akhir pekan, hingga musim liburan sekolah diperkirakan akan terus mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Gunungkidul. Kondisi ini secara langsung berdampak pada peningkatan pendapatan sektor pariwisata yang berasal dari retribusi objek wisata.
Di tengah berkembangnya berbagai destinasi baru, kawasan pantai ternyata masih menjadi destinasi favorit wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul. Deretan pantai yang membentang di pesisir selatan tetap menjadi ikon utama pariwisata daerah tersebut.
Keindahan laut, hamparan pasir eksotis, tebing karst, serta berbagai fasilitas pendukung yang terus berkembang membuat wisata pantai tetap menjadi pilihan utama bagi pengunjung. Tidak heran jika setiap musim liburan, kawasan pantai di Gunungkidul selalu dipadati wisatawan.
Popularitas wisata pantai juga menjadi faktor penting yang mendorong pertumbuhan pendapatan daerah. Tingginya jumlah kunjungan ke berbagai objek wisata pantai berkontribusi besar terhadap pemasukan sektor pariwisata sepanjang tahun.
Pemerintah daerah pun terus berupaya meningkatkan kualitas destinasi wisata melalui pengembangan infrastruktur, penataan kawasan, serta peningkatan layanan bagi wisatawan. Langkah tersebut bertujuan agar pengalaman berwisata di Gunungkidul semakin nyaman dan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan.
Di balik angka-angka tersebut, tersimpan harapan besar. Pariwisata tidak hanya menjadi sumber pendapatan daerah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Ketika wisatawan terus berdatangan, pelaku usaha kuliner, penginapan, transportasi, hingga pelaku UMKM lokal turut merasakan manfaatnya.
Kini, dengan pantai yang masih menjadi primadona dan antusiasme wisatawan yang belum surut, Gunungkidul bersiap melangkah menuju pencapaian baru. Target Rp35 miliar yang sebelumnya tampak menantang, kini tinggal selangkah lagi untuk diwujudkan. (ef linangkung)












