bernasnews – Bulan Muharram 1448 Hijriah yang bertepatan dengan tahun 2026 menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan amalan sunnah.
Salah satu amalan yang paling dianjurkan selama bulan pertama dalam kalender Hijriah ini adalah puasa sunnah.
Bahkan, Rasulullah SAW menyebut puasa di bulan Muharram sebagai puasa sunnah yang paling utama setelah puasa wajib Ramadhan. Selain puasa khusus Muharram seperti Puasa Tasu’a dan Asyura, umat Islam juga dapat menjalankan puasa sunnah rutin seperti Ayyamul Bidh, Senin, dan Kamis.
Keutamaan Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Muharram termasuk salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, termasuk berpuasa.
Keutamaan puasa Muharram dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa Muharram dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim).
Hadis tersebut menjadi dasar kuat bagi umat Islam untuk memanfaatkan bulan Muharram sebagai kesempatan meningkatkan ketakwaan melalui ibadah puasa sunnah.
Puasa 1 Muharram, Amalan Menyambut Tahun Baru Islam
Salah satu puasa yang dianjurkan adalah puasa pada tanggal 1 Muharram atau hari pertama Tahun Baru Islam.
Terdapat riwayat dari Ibnu Abbas RA mengenai keutamaan berpuasa pada akhir Dzulhijjah dan awal Muharram. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa berpuasa pada hari akhir Dzulhijjah dan awal Muharram, niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya, walaupun selama lima puluh tahun melakukannya.” (HR Ibnu Abbas).
Niat Puasa 1 Muharram
نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْمُحَرَّمِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma-sy-syahri-l-muharrami sunnata-lillaahi ta’aala.
Artinya: “Saya berniat puasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta’ala.”
Puasa Tasua pada 9 Muharram
Puasa Tasu’a dilaksanakan setiap tanggal 9 Muharram. Puasa ini dianjurkan untuk mendampingi puasa Asyura yang jatuh sehari setelahnya.
Dasar pelaksanaannya berasal dari hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA:
“Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura, para sahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.’ Maka, beliau bersabda, ‘Tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan.’ Ibnu Abbas berkata, ‘Tahun berikutnya belum datang, namun Rasulullah SAW meninggal terlebih dahulu.’” (HR. Muslim).
Niat Puasa Tasua
نَوَيْتُ صَوْمَ تَسُعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab Latin: Naiwaitu shauma tasu’aa-i sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Tasu’a karena Allah Ta’ala.”
Puasa Asyura 10 Muharram dan Keutamaannya
Puasa Asyura merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Ibadah ini menjadi salah satu puasa yang paling dikenal pada bulan Muharram karena memiliki keutamaan besar.
Dalam hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas disebutkan:
“Barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharram), maka Allah SWT memberinya pahala 10.000 malaikat. Dan, barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharram), maka ia diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumrah dan 10.000 pahala orang mati syahid. Barang siapa mengusap kepala anak-anak yatim di hari tersebut, maka Allah SWT. menaikkan dengan setiap rambut satu derajat. Barang siapa memberi makan kepada orang mukmin yang berbuka puasa di hari Asyura, maka seolah-olah ia memberi makan seluruh umat Rasulullah SAW yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka.”
Niat Puasa Asyura
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab Latin: Naiwaitu shauma ‘aasyura sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta’ala.”
Puasa Ayyamul Bidh pada Pertengahan Muharram
Selain puasa yang secara khusus berkaitan dengan Muharram, umat Islam juga dapat melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh yang rutin dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
Puasa ini dikenal sebagai puasa “hari-hari putih” karena dilaksanakan ketika bulan purnama tampak terang.
Niat Puasa Ayyamul Bidh
نَوَيْتُ صَوْمَ يوم الْبِيْضُ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillaahi-ta’aalaa.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah yaumul bidh (Hari Putih) karena Allah Ta’ala.”
Puasa Senin dan Kamis Tetap Bisa Dilaksanakan
Di samping puasa khusus Muharram, umat Islam juga dapat menjalankan puasa sunnah Senin dan Kamis yang dilakukan secara rutin sepanjang tahun.
Niat Puasa Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta’âlâ.”
Niat Puasa Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta’âlâ.”
Daftar Puasa Sunnah yang Bisa Dilaksanakan Selama Muharram 2026
Berikut rangkuman puasa sunnah yang dapat dikerjakan pada bulan Muharram 2026:
- Puasa 1 Muharram (awal Tahun Baru Islam)
- Puasa Tasu’a (9 Muharram)
- Puasa Asyura (10 Muharram)
- Puasa Ayyamul Bidh (13, 14, dan 15 Muharram)
- Puasa Senin dan Kamis yang bertepatan selama bulan Muharram
Dengan banyaknya pilihan puasa sunnah yang dapat dilaksanakan, bulan Muharram menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus meraih keutamaan yang dijanjikan dalam berbagai hadis Rasulullah SAW. (anp)












