Doa Rosario Hari Senin 8 Juni 2026: Peristiwa Gembira untuk Umat Katolik

Ilustrasi doa rosario hari Senin 8 Juni 2026 (Pixabay.com)

bernasnews – Umat Katolik kembali menjalankan Doa Rosario pada Senin, 8 Juni 2026, sebagai bagian dari devosi kepada Bunda Maria sekaligus sarana merenungkan perjalanan hidup Yesus Kristus.

Pada hari Senin, rangkaian Rosario menggunakan Peristiwa Gembira yang mengajak umat mengenangkan peristiwa-peristiwa awal keselamatan, mulai dari kabar sukacita yang diterima Maria hingga Yesus ditemukan kembali di Bait Allah.

Doa Rosario menjadi salah satu bentuk doa yang banyak didaraskan baik secara pribadi maupun bersama keluarga dan komunitas.

Melalui setiap peristiwa yang direnungkan, umat diajak semakin mendekat kepada Allah, memperdalam iman, serta meneladani ketaatan dan kerendahan hati Bunda Maria.

Pembukaan Doa Rosario

Doa Rosario diawali dengan Tanda Salib, dilanjutkan dengan Doa Aku Percaya, Kemuliaan, Terpujilah, Bapa Kami, serta tiga kali Salam Maria yang dipersembahkan kepada Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.

Rangkaian pembukaan ini menjadi ungkapan iman umat akan Allah Tritunggal Mahakudus sekaligus persiapan hati untuk memasuki permenungan lima Peristiwa Gembira.

Peristiwa Gembira I: Maria Menerima Kabar Gembira dari Malaikat Gabriel

Peristiwa pertama mengenangkan saat Malaikat Gabriel menyampaikan kabar bahwa Maria dipilih untuk mengandung dan melahirkan Sang Juru Selamat.

Ayat yang direnungkan berbunyi:

“Salam hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau; jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” (Luk 1:28-31)

Umat diajak meneladani ketaatan Maria yang menerima kehendak Allah dengan penuh iman dan kerendahan hati.

Peristiwa Gembira II: Maria Mengunjungi Elisabet

Peristiwa kedua mengingatkan tentang kunjungan Maria kepada Elisabet setelah menerima kabar sukacita dari malaikat.

Sabda yang direnungkan:

“Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk 1:42-43)

Melalui peristiwa ini, umat diajak meneladani semangat pelayanan Maria yang segera membantu saudarinya tanpa mengutamakan kepentingan pribadi.

Peristiwa Gembira III: Yesus Dilahirkan di Betlehem

Peristiwa ketiga berfokus pada kelahiran Yesus Kristus di Betlehem yang menjadi tanda kasih Allah kepada dunia.

Ayat yang direnungkan berbunyi:

“Maria melahirkan seorang anak laki-laki, lalu dibungkusnya dengan kain lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” (Luk 2:7)

Kelahiran Yesus dalam kesederhanaan mengajarkan umat untuk hidup rendah hati dan selalu bersyukur atas kasih Allah.

Peristiwa Gembira IV: Yesus Dipersembahkan di Bait Allah

Pada peristiwa keempat, umat merenungkan saat Maria dan Yusuf mempersembahkan Yesus di Bait Allah sesuai tradisi Yahudi.

Sabda yang dibacakan:

“Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan. Kelak suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri.” (Luk 2:34-35)

Peristiwa ini mengingatkan umat untuk menyerahkan seluruh hidup kepada Allah dan setia menjalankan kehendak-Nya.

Peristiwa Gembira V: Yesus Diketemukan di Bait Allah

Peristiwa terakhir mengenang saat Yesus ditemukan kembali oleh Maria dan Yusuf setelah tiga hari pencarian di Yerusalem.

Ayat yang direnungkan:

“Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam Rumah Bapa-Ku? Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.” (Luk 2:49-50)

Peristiwa ini mengajak umat untuk selalu mencari kehendak Allah dan menempatkan-Nya sebagai pusat kehidupan.

Tata Cara Doa pada Setiap Peristiwa

Setelah pembacaan ayat Kitab Suci dan doa permenungan pada masing-masing peristiwa, umat mendaraskan:

  • 1 kali Bapa Kami
  • 10 kali Salam Maria
  • 1 kali Kemuliaan
  • 1 kali Terpujilah
  • Doa Fatima

Doa Fatima yang didaraskan berbunyi:

“Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami. Selamatkanlah kami dari api neraka, dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga, terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu. Amin.”

Setelah menyelesaikan lima Peristiwa Gembira, umat menutup Rosario dengan Doa kepada Santo Yusuf sebagai pelindung Gereja dan teladan keluarga Kristiani.

Doa kemudian diakhiri dengan Tanda Salib:

“Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.”

Melalui Doa Rosario Hari Senin 8 Juni 2026, umat Katolik diajak untuk semakin mendalami misteri keselamatan, memperkuat iman, serta meneladani kehidupan Yesus dan Bunda Maria dalam keseharian. (anp)