Panduan Doa Rosario Hari Jumat 5 Juni 2026: Merenungkan Peristiwa Sedih

Ilustrasi doa rosario hari Senin 8 Juni 2026 (Pixabay.com)

bernasnews – Pada Jumat, 5 Juni 2026, umat Katolik di seluruh dunia diajak untuk mendaraskan Doa Rosario dengan merenungkan Peristiwa Sedih.

Hari tersebut bertepatan dengan peringatan wajib Santo Bonifasius, uskup dan martir, sekaligus Jumat Pertama dalam bulan Juni.

Melalui permenungan ini, umat diajak mengenangkan sengsara dan wafat Yesus Kristus sebagai jalan untuk memperdalam iman serta mempererat relasi dengan Tuhan.

Rosario Peristiwa Sedih secara khusus didaraskan setiap hari Jumat. Lima peristiwa yang direnungkan menggambarkan perjalanan penderitaan Yesus menjelang penyaliban hingga wafat-Nya di kayu salib.

Setiap peristiwa menjadi kesempatan bagi umat untuk merefleksikan kasih Allah yang dinyatakan melalui pengorbanan Putra-Nya demi keselamatan manusia.

Doa Rosario bukan sekadar pengulangan doa-doa tertentu, melainkan sarana kontemplasi yang membawa umat masuk ke dalam misteri kehidupan Kristus. Pada Peristiwa Sedih, umat diajak untuk menyadari makna pengorbanan, ketaatan, pengampunan, dan keteguhan iman di tengah berbagai tantangan hidup.

Perayaan Jumat Pertama juga memiliki makna khusus dalam tradisi Gereja Katolik sebagai momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Hati Kudus Yesus melalui doa, pertobatan, dan penerimaan sakramen.

Lima Peristiwa Sedih yang Didoakan pada Jumat, 5 Juni 2026

1. Yesus Berdoa kepada Bapa-Nya di Taman Getsemani

Peristiwa pertama mengingatkan umat pada saat Yesus menghadapi sakaratul maut dan berdoa dengan penuh kepasrahan kepada Allah Bapa. Dalam peristiwa ini, umat diajak belajar untuk selalu mengikuti kehendak Tuhan meskipun harus menghadapi kesulitan dan penderitaan.

2. Yesus Didera

Peristiwa kedua mengenangkan penderitaan fisik yang dialami Yesus ketika Ia disiksa dan dihina. Permenungan ini mengajarkan ketabahan dalam menghadapi cobaan hidup serta kesediaan memikul salib dengan kasih dan iman.

3. Yesus Dimahkotai Duri

Pada peristiwa ketiga, Yesus menerima penghinaan dengan dimahkotai duri. Meski mengalami perlakuan yang kejam, Ia tetap menunjukkan kasih dan pengampunan. Umat diajak meneladani sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

4. Yesus Memanggul Salib ke Gunung Kalvari

Perjalanan Yesus menuju Golgota menjadi lambang perjuangan manusia dalam menjalani kehidupan. Melalui peristiwa ini, umat diajak untuk memikul tanggung jawab dan kesulitan hidup dengan penuh kesetiaan kepada Tuhan.

5. Yesus Wafat di Salib

Peristiwa terakhir mengajak umat merenungkan wafat Yesus di kayu salib sebagai puncak pengorbanan demi keselamatan dunia. Permenungan ini menjadi pengingat akan kasih Allah yang tanpa batas kepada umat manusia.

Susunan Doa Rosario Hari Jumat

Doa Rosario diawali dengan Tanda Salib, dilanjutkan dengan doa Aku Percaya, Kemuliaan, Bapa Kami, tiga Salam Maria, serta Terpujilah. Setelah itu umat merenungkan lima Peristiwa Sedih secara berurutan.

Pada setiap peristiwa, umat membaca ayat Kitab Suci yang berkaitan dengan misteri yang direnungkan, dilanjutkan dengan doa permenungan, satu kali Bapa Kami, sepuluh kali Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.

1. Tanda Salib

“Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.”

2. Doa Aku Percaya (Syahadat Para Rasul)

Mengungkapkan iman kepada Allah Tritunggal dan ajaran Gereja.

3. Bapa Kami

Didaraskan pada butir besar pertama Rosario.

4. Tiga Salam Maria

Sebagai penghormatan kepada Bunda Maria dan permohonan pertumbuhan iman, harapan, dan kasih.

5. Kemuliaan

“Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus…”

6. Terpujilah

“Terpujilah nama Yesus, Maria dan Yosef, sekarang dan selama-lamanya. Amin.”

Lima Peristiwa Rosario

Pada setiap peristiwa, urutannya adalah:

  1. Menyebutkan peristiwa yang direnungkan.
  2. Membaca ayat Kitab Suci atau renungan singkat.
  3. Doa Bapa Kami (1 kali).
  4. Salam Maria (10 kali).
  5. Kemuliaan (1 kali).
  6. Doa Fatima (1 kali).
  7. Terpujilah (opsional sesuai tradisi setempat).

Urutan tersebut diulangi untuk lima peristiwa. (anp)