bernasnews – Umat Katolik yang melaksanakan doa Rosario pada Kamis, 4 Juni 2026, merenungkan Peristiwa Terang, yaitu lima peristiwa penting dalam karya keselamatan Yesus Kristus selama hidup-Nya di dunia.
Peristiwa ini mengajak umat untuk semakin mengenal jati diri Yesus sebagai Putra Allah, mendalami pewartaan Kerajaan Allah, serta menghayati makna Ekaristi sebagai sumber kehidupan iman.
Doa Rosario menjadi salah satu devosi yang banyak dijalankan umat Katolik untuk merenungkan kehidupan Yesus bersama Bunda Maria. Pada hari Kamis, rangkaian doa difokuskan pada Peristiwa Terang yang diperkenalkan oleh Paus Yohanes Paulus II sebagai pelengkap permenungan Rosario.
Peristiwa Terang Pertama: Yesus Dibaptis di Sungai Yordan
Peristiwa pertama mengajak umat merenungkan saat Yesus menerima baptisan di Sungai Yordan. Dalam momen tersebut, Roh Kudus turun seperti burung merpati dan suara Bapa terdengar dari surga yang menyatakan bahwa Yesus adalah Putra yang dikasihi-Nya.
Bacaan: Matius 3:16-17
“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Peristiwa ini menjadi tanda awal karya publik Yesus dan penegasan identitas-Nya sebagai Anak Allah.
Peristiwa Terang Kedua: Yesus Menyatakan Diri-Nya dalam Pesta Pernikahan di Kana
Peristiwa kedua mengenang mukjizat pertama yang dilakukan Yesus dalam pesta pernikahan di Kana, Galilea. Melalui mukjizat tersebut, Yesus menunjukkan kemuliaan-Nya sehingga para murid semakin percaya kepada-Nya.
Bacaan: Yohanes 2:11
“Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.”
Mukjizat ini memperlihatkan kuasa Allah yang bekerja melalui Yesus serta peran Bunda Maria yang penuh perhatian terhadap kebutuhan sesama.
Peristiwa Terang Ketiga: Yesus Memberitakan Kerajaan Allah dan Menyerukan Pertobatan
Peristiwa ketiga mengajak umat merenungkan panggilan Yesus untuk bertobat dan mengikuti-Nya. Dalam pelayanan-Nya, Yesus mewartakan Kerajaan Allah serta memanggil para murid pertama untuk menjadi penjala manusia.
Bacaan: Matius 4:17-23
“Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.
Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.”
Melalui peristiwa ini, umat diajak untuk terus memperbarui hidup dan menanggapi panggilan Tuhan dengan setia.
Peristiwa Terang Keempat: Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya
Peristiwa keempat mengajak umat merenungkan ajaran Yesus mengenai sikap terhadap sesama, pentingnya kerendahan hati, serta kepercayaan kepada Allah melalui doa yang tekun.
Bacaan: Matius 7:1-9
“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”
“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.” “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,”
Peristiwa ini menekankan pentingnya introspeksi diri dan ketekunan dalam berdoa kepada Allah.
Peristiwa Terang Kelima: Yesus Menetapkan Ekaristi
Peristiwa terakhir dalam Peristiwa Terang adalah penetapan Ekaristi pada Perjamuan Terakhir. Momen ini menjadi dasar sakramen Ekaristi yang dirayakan Gereja hingga saat ini.
Bacaan: Markus 14:22-24
“Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Ambillah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan mereka semuanya minum dari cawan itu. Dan Ia berkata kepada mereka: “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.”
Melalui peristiwa ini, umat diajak untuk semakin menghargai dan menghayati kehadiran Kristus dalam Ekaristi Kudus.
Urutan Doa Rosario Katolik
Dalam pelaksanaannya, doa Rosario umumnya didaraskan dengan urutan sebagai berikut:
- Tanda Salib.
- Doa Aku Percaya.
- Doa Bapa Kami.
- Tiga kali Salam Maria.
- Doa Kemuliaan.
- Menyebutkan Peristiwa Terang Pertama.
- Doa Bapa Kami.
- Sepuluh Salam Maria.
- Doa Kemuliaan.
- Doa Fatima (jika didaraskan).
- Mengulangi langkah yang sama hingga Peristiwa Terang Kelima.
- Doa Salve Regina atau Salam Ya Ratu.
- Doa Penutup Rosario.
- Tanda Salib.
Melalui permenungan lima Peristiwa Terang pada Kamis, 4 Juni 2026, umat Katolik diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Yesus Kristus, memperbarui iman, serta meneladani ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari. (anp)












