News  

Kebakaran di Bantul Capai 92 Kasus hingga Mei 2026, Korsleting Listrik Dominasi Penyebab

Personel BPBD Bantul memadamkan kebakaran yang terjadi di gudang wilayah Ketandan, Banguntapan, Kamis (4/6/2026) dini hari. (Ist) 

bernasnews — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mencatat 92 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Dari jumlah tersebut, korsleting listrik menjadi penyebab paling dominan dibandingkan faktor lainnya.

Peristiwa kebakaran terbaru terjadi di sebuah gudang di wilayah Ketandan, Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kejadian tersebut menambah daftar kasus kebakaran yang terjadi di Kabupaten Bantul selama tahun ini.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Bantul, Irawan Kurnianto, mengatakan angka kejadian kebakaran hingga akhir Mei tergolong tinggi.

“Tercatat ada 37 kejadian kebakaran karena korsleting listrik, 23 kejadian karena kelalaian, dan 18 kejadian karena kebocoran gas,” ujar Irawan.

Menurutnya, gangguan instalasi listrik masih menjadi faktor utama pemicu kebakaran di wilayah Bantul.

Selain itu, faktor kelalaian seperti aktivitas memasak yang ditinggalkan, pembakaran sampah tanpa pengawasan, serta penggunaan peralatan yang berpotensi memicu api juga turut menyumbang jumlah kejadian.

Irawan menjelaskan kebakaran tersebar di hampir seluruh wilayah Kabupaten Bantul.

Namun, terdapat beberapa kapanewon yang mencatat angka kejadian lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.

“Untuk sebaran kejadian cukup beragam. Namun terbanyak terjadi di wilayah Kapanewon Bantul dengan jumlah 17 kejadian dan disusul Kapanewon Banguntapan sebanyak 11 kejadian,” jelasnya.

Kebakaran Gudang di Banguntapan

Di tengah tingginya angka kejadian kebakaran, sebuah gudang di wilayah Ketandan, Kalurahan Banguntapan, kembali mengalami kebakaran pada Kamis dini hari.

Kejadian pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat kepulan asap dari area gudang.

Warga kemudian melakukan pengecekan dan meminta bantuan setelah mengetahui sebagian bangunan terbakar.

“Kejadian itu diketahui oleh tetangga gudang yang melihat adanya kepulan asap. Setelah dicek ternyata sebagian gudang terbakar, sehingga meminta pertolongan kepada warga,” katanya.

Laporan yang masuk ke BPBD Bantul langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran beserta lima personel ke lokasi kejadian.

Saat petugas tiba, api masih membakar sebagian bangunan gudang.

Proses pemadaman dilakukan untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah penyebaran ke bangunan lain di sekitarnya.

BPBD Imbau Warga Periksa Instalasi Listrik

Petugas berhasil mengendalikan dan memadamkan api beberapa jam setelah menerima laporan.

“Kobaran api berhasil dipadamkan oleh personel BPBD Bantul pada pukul 06.50 WIB. Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut, namun terdapat kerugian diperkirakan mencapai Rp5 juta,” tuturnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut kembali memperkuat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang berasal dari instalasi listrik.

Dugaan sementara menunjukkan kebakaran gudang di Banguntapan dipicu oleh gangguan kelistrikan.

BPBD mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, menggunakan peralatan elektronik sesuai kapasitas, serta memastikan sumber api di lingkungan rumah maupun tempat usaha selalu dalam kondisi aman.

Dengan total 92 kejadian kebakaran hingga akhir Mei 2026, upaya pencegahan dinilai menjadi langkah penting untuk menekan angka kejadian pada bulan-bulan berikutnya.

Kolaborasi antara pemerintah, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan keselamatan serta mengurangi risiko kebakaran di Kabupaten Bantul. (Eln)