bernasnews – Menjelang berakhirnya tahun Hijriah dan datangnya 1 Muharram 1448 H, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, introspeksi diri, serta memanjatkan doa akhir tahun.
Doa ini dibaca pada penghujung bulan Dzulhijjah sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT atas kesalahan yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir sekaligus harapan agar tahun yang akan datang dipenuhi keberkahan, rahmat, dan petunjuk-Nya.
Tradisi membaca doa akhir tahun telah lama dikenal di kalangan masyarakat Muslim. Selain menjadi sarana muhasabah atau evaluasi diri, amalan ini juga menjadi momentum untuk memperbaiki niat, meningkatkan kualitas ibadah, serta memulai tahun baru Islam dengan semangat yang lebih baik.
Makna Doa Akhir Tahun dalam Islam
Bulan Dzulhijjah merupakan bulan terakhir dalam kalender Hijriah. Pada masa penghujung bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk merenungkan kembali perjalanan hidup yang telah dilalui selama setahun penuh.
Doa akhir tahun menjadi salah satu bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Melalui doa tersebut, seorang Muslim mengakui kesalahan yang pernah dilakukan, memohon ampunan atas dosa-dosa yang belum sempat ditaubati, serta berharap amal kebaikan yang telah dilakukan diterima oleh Allah SWT.
Selain itu, doa akhir tahun juga mengandung harapan agar kehidupan pada tahun berikutnya menjadi lebih baik, baik dalam aspek keimanan, ibadah, maupun kehidupan sehari-hari.
Bacaan Doa Akhir Tahun Islam Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Terdapat beberapa versi lafaz doa akhir tahun yang biasa diamalkan oleh umat Islam. Salah satu yang cukup dikenal tercantum dalam kitab Maslakul Akhyar karya Habib Utsman bin Yahya, yang juga dikutip dalam buku Doa Doa dan Dzikir Sepanjang Tahun susunan Hamdan Hamedan.
Doa Akhir Tahun
Arab:
اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلَّمْتَ فِيْهَا عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْ لِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْتَلْكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ
Latin:
Allaahumma maa ‘amiltu min ‘amalin fii haadzihis sanati maa nahaitanii ‘anhu wa lam atub minhu, wa halumta fiihaa ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘alaa ‘uquubatii, wa da’autanii ilat taubati min ba’di jaraa-atii ‘alaa ma’shiyatik. Fa innistaghfartuka faghfir-lii wa maa ‘amiltu fiihaa mimmaa tardhaa, wa wa’attanii ‘alaihits tsawaaba, fa as-aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha’ rajaa-ii minka yaa kariim.
Artinya:
“Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”
Kapan Doa Akhir Tahun Dibaca?
Doa akhir tahun dibaca pada hari terakhir bulan Dzulhijjah sebelum masuknya 1 Muharram. Waktu yang dianjurkan adalah menjelang Maghrib, karena dalam kalender Hijriah pergantian hari dimulai sejak terbenamnya matahari.
Berdasarkan keterangan yang dikutip dari NU Online Lampung, doa akhir tahun dianjurkan dibaca sebanyak tiga kali sebelum waktu Maghrib pada tanggal 29 atau 30 Dzulhijjah, tergantung penetapan jumlah hari dalam bulan tersebut.
Pembacaan doa sebelum Maghrib dimaksudkan agar amalan tersebut menjadi penutup yang baik bagi perjalanan seorang Muslim selama satu tahun Hijriah. Setelah memasuki waktu Maghrib, umat Islam kemudian memasuki tahun baru Hijriah yang ditandai dengan tanggal 1 Muharram.
Momentum Menyambut Tahun Baru 1448 Hijriah
Pergantian tahun Hijriah tidak hanya menjadi penanda perubahan angka dalam kalender Islam. Momen ini juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk melakukan evaluasi diri, memperbanyak istighfar, dan memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran agama.
Melalui doa akhir tahun, umat Islam diajak untuk menyadari kekurangan yang masih ada, mensyukuri berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT, serta memohon kemudahan dalam menjalani kehidupan pada tahun yang baru.
Dengan memperbanyak doa dan amal saleh di penghujung Dzulhijjah, diharapkan setiap Muslim dapat memasuki tahun 1448 Hijriah dengan hati yang lebih bersih, semangat yang lebih kuat, dan harapan yang lebih baik untuk masa depan. (anp)











