Doa 1 Muharram yang Dapat Diamalkan Muslim, Lengkap dengan Arti dan Jadwal Tahun Baru Islam 1448 H

Ilustrasi doa 1 Muharram bagi umat Islam. (Pixabay.com)

bernasnews – Tahun Baru Islam 1448 Hijriah akan diperingati pada Selasa, 16 Juni 2026. Momen pergantian tahun dalam kalender Hijriah ini tidak hanya menjadi hari penting bagi umat Islam, tetapi juga ditetapkan sebagai hari libur nasional berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

Dalam menyambut 1 Muharram, umat Muslim dapat memperbanyak ibadah, muhasabah, serta memanjatkan doa awal tahun sebagai harapan memperoleh keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.

1 Muharram 1448 H Jatuh pada 16 Juni 2026

Kalender Hijriah merupakan sistem penanggalan yang digunakan umat Islam dan dimulai sejak peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Awal tahun dalam kalender ini ditandai dengan datangnya bulan Muharram.

Pada tahun 2026, tanggal 1 Muharram 1448 Hijriah bertepatan dengan Selasa, 16 Juni 2026. Tanggal tersebut telah ditetapkan sebagai hari libur nasional sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya untuk beribadah, berkumpul bersama keluarga, maupun mengikuti kegiatan keagamaan yang digelar di berbagai daerah.

Peringatan Tahun Baru Islam menjadi momentum bagi umat Muslim untuk melakukan introspeksi diri atas perjalanan hidup selama satu tahun terakhir sekaligus menyusun tekad dan harapan yang lebih baik untuk tahun yang akan datang.

Doa Awal Tahun Baru Islam yang Dianjurkan

Salah satu amalan yang dapat dilakukan saat memasuki 1 Muharram adalah membaca doa awal tahun. Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dari godaan setan, kekuatan untuk mengendalikan hawa nafsu, serta kemampuan untuk menjalani kehidupan yang mendekatkan diri kepada-Nya.

Berikut bacaan doa awal tahun yang dikutip dari situs resmi Nahdlatul Ulama (NU):

Arab:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Arab Latin:

“Allahumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘ala fadhlikal ‘azhimi wa karimi judikal mu’awwal. Hadza ‘amun jadidun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fihi minas syaithani wa auliya’ih, wal ‘auna ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis su’i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.”

Artinya:

“Ya Tuhanku, Engkau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karuniaMu yang besar dan kemurahanMu yang mulia, Engkau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepadaMu dari bujukan iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolonganMu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. KepadaMu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmatMu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

Makna Doa Awal Tahun bagi Umat Muslim

Doa awal tahun memiliki makna yang mendalam karena berisi permohonan agar kehidupan pada tahun yang baru dipenuhi dengan petunjuk dan perlindungan Allah SWT. Selain itu, doa tersebut mengajarkan pentingnya menjaga diri dari pengaruh buruk yang dapat menjauhkan seseorang dari nilai-nilai kebaikan.

Pergantian tahun Hijriah juga menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan ibadah, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta meningkatkan kualitas diri dalam berbagai aspek kehidupan.

Bagi banyak umat Islam, bulan Muharram termasuk bulan yang dimuliakan sehingga berbagai amalan seperti berzikir, membaca Al-Qur’an, berpuasa sunnah, dan memperbanyak doa sering dilakukan untuk mengawali tahun dengan semangat spiritual yang lebih baik.

Libur Nasional Tahun Baru Islam 2026

Pemerintah melalui SKB 3 Menteri telah menetapkan Selasa, 16 Juni 2026 sebagai hari libur nasional dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Dengan adanya libur nasional tersebut, masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk mengikuti kegiatan keagamaan, menghadiri pengajian, maupun melaksanakan amalan-amalan sunnah yang dianjurkan pada bulan Muharram.

Momentum 1 Muharram tidak hanya menjadi penanda pergantian kalender Islam, tetapi juga kesempatan bagi umat Muslim untuk melakukan evaluasi diri, memperbanyak ibadah, dan memohon keberkahan agar perjalanan hidup di tahun yang baru menjadi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. (anp)