bernasnews — Kepulan asap pekat yang menyelimuti Jalan RE Martadinata, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, pada Senin, 1 Juni 2026 sore sempat membuat warga dan pengguna jalan panik.
Peristiwa yang viral di media sosial itu awalnya dikira sebagai kebakaran karena asap berwarna putih tebal menutupi sebagian ruas jalan dan mengurangi jarak pandang pengendara.
Sejumlah video yang beredar memperlihatkan kondisi jalan yang tampak tertutup kabut tebal. Asap memenuhi badan jalan hingga membuat pengendara memperlambat laju kendaraan. Warga di sekitar lokasi juga terlihat keluar rumah untuk mencari tahu sumber kepulan asap tersebut.
Salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan berasal dari akun Facebook @merapi_news yang menyebut kawasan Wirobrajan diselimuti asap pekat akibat dugaan gangguan mesin pada sebuah truk.
Berdasarkan keterangan warga yang merekam kejadian, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Kepulan asap paling tebal terlihat di sekitar Jalan RE Martadinata, dekat kawasan toko oleh-oleh Bakpia Kukus Tugu Jogja dan Intisari Wirobrajan.
Salah seorang warga yang mengunggah video menuliskan bahwa asap berasal dari sebuah truk yang melintas di kawasan tersebut.
“Tadi sekitar jam setengah 4 ada truk yang tiba-tiba ngeluarin asap di Wirobrajan dekat Intisari,” tulisnya.
Polisi Pastikan Bukan Kebakaran
Kepulan asap yang muncul dalam jumlah besar sempat memunculkan berbagai spekulasi di media sosial. Sebagian warganet menduga terjadi kebakaran kendaraan atau insiden lain yang lebih serius.
Namun, setelah dilakukan pengecekan, Polresta Yogyakarta memastikan peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan kebakaran.
Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan, menjelaskan asap berasal dari sebuah truk boks yang mengalami gangguan mesin saat melintas di Jalan RE Martadinata.
Menurut Dani, kendaraan tersebut bergerak dari arah barat menuju timur. Saat berada di depan SLB Helen Keller, mesin truk mengalami gangguan yang menyebabkan keluarnya asap pekat dalam jumlah besar.
“Truk boks dari arah barat menuju ke timur. Saat melintas di Jalan RE Martadinata Wirobrajan Yogyakarta, tepatnya di depan SLB Helen Keller, truk tersebut mengalami trouble pada mesin hingga mengeluarkan asap pekat,” ujar Dani.
Setelah menyadari adanya gangguan, sopir segera menghentikan kendaraan dan mematikan mesin untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Arus Lalu Lintas Kembali Normal
Sopir kemudian membiarkan kendaraan dalam kondisi berhenti selama kurang lebih 10 menit hingga suhu mesin kembali normal. Setelah itu, mesin kembali dihidupkan dan dilakukan pemeriksaan sederhana.
“Hasil pengecekan tidak ditemukan kendala sehingga kendaraan melanjutkan perjalanan ke arah timur,” kata Dani.
Meski sempat menimbulkan kepanikan dan memperlambat arus lalu lintas, insiden tersebut tidak menyebabkan korban jiwa maupun kerugian material.
Polisi memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman dan terkendali. Arus kendaraan yang sempat melambat akibat kepulan asap berangsur normal setelah sumber gangguan berhasil diatasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pemilik kendaraan angkutan barang untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi mesin. Gangguan teknis yang terjadi di kawasan padat aktivitas dapat menimbulkan kepanikan publik, terutama ketika menghasilkan asap dalam jumlah besar seperti yang terjadi di Jalan RE Martadinata.
Sementara itu, video kejadian masih terus beredar di media sosial dan mendapat perhatian luas dari masyarakat. Banyak warga mengaku sempat mengira terjadi kebakaran besar karena tebalnya asap yang menyelimuti kawasan tersebut.
Beruntung, insiden itu berakhir tanpa korban. Setelah kepulan asap menghilang dan truk kembali melanjutkan perjalanan, aktivitas masyarakat di kawasan Wirobrajan kembali berjalan normal. (Eln)












