bernasnews – Contoh khutbah Jumat 29 Mei 2026 mengangkat tema tentang pentingnya menjaga spirit qurban dan haji setelah Idul Adha berlalu.
Materi khutbah ini mengajak umat Islam agar tidak menjadikan ibadah qurban dan haji sekadar ritual tahunan, tetapi mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pesan tentang keikhlasan, pengorbanan, kepedulian sosial, hingga ketakwaan kepada Allah SWT, khutbah ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Idul Adha harus terus hidup dalam sikap, perilaku, dan hubungan antarsesama manusia.
Tema tersebut juga relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang membutuhkan semangat persaudaraan, empati, dan akhlak mulia di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Naskah Khutbah Jumat 29 Mei 2026
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya terlihat dalam ibadah ritual semata, tetapi juga tampak dalam akhlak, kepedulian sosial, kejujuran, serta bagaimana kita memperlakukan sesama manusia.
Beberapa hari yang lalu umat Islam merayakan Idul Adha. Kaum Muslimin yang mampu melaksanakan ibadah qurban, sementara jutaan umat Islam lainnya sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Kedua ibadah ini mengandung pelajaran besar tentang pengorbanan, keikhlasan, kesabaran, dan kepatuhan kepada Allah SWT.
Namun pertanyaannya, apakah semangat ibadah itu masih hidup setelah Idul Adha berlalu?
Sering kali manusia bersemangat menjalankan ibadah hanya pada momentum tertentu. Saat Ramadan masjid penuh, saat Idul Adha orang berlomba berqurban, dan ketika pulang haji seseorang terlihat lebih rajin beribadah. Akan tetapi setelah waktu berlalu, semangat itu perlahan memudar.
Padahal Islam mengajarkan bahwa ibadah bukan hanya acara musiman, melainkan proses memperbaiki diri sepanjang kehidupan.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Qurban mengajarkan kepada kita arti pengorbanan yang sesungguhnya. Nabi Ibrahim AS memberikan teladan luar biasa ketika diperintahkan Allah SWT untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS. Perintah itu sangat berat, tetapi dijalankan dengan penuh ketaatan dan keikhlasan.
Dari peristiwa tersebut kita belajar bahwa cinta kepada Allah harus berada di atas segala-galanya.
Hari ini mungkin Allah tidak meminta kita mengorbankan anak seperti Nabi Ibrahim AS, tetapi Allah meminta kita mengorbankan sifat buruk dalam diri kita. Allah meminta kita mengorbankan kesombongan, iri hati, sifat tamak, egoisme, serta kecintaan berlebihan terhadap dunia.
Sebab banyak manusia yang rajin beribadah, tetapi masih mudah merendahkan orang lain. Ada yang mampu berqurban setiap tahun, tetapi sulit membantu tetangga yang kesusahan. Ada pula yang terlihat saleh di hadapan manusia, tetapi masih gemar menyakiti sesama dengan ucapan dan perbuatannya.
Karena itu, inti qurban sebenarnya adalah memperbaiki hati dan akhlak.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 37:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”
Ayat ini menegaskan bahwa yang paling penting bukan sekadar banyaknya hewan qurban, tetapi kualitas ketakwaan dan keikhlasan seseorang.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Selain qurban, ibadah haji juga mengandung pelajaran besar bagi kehidupan manusia. Ketika memakai pakaian ihram, semua manusia terlihat sama. Tidak ada perbedaan antara orang kaya dan miskin, pejabat atau rakyat biasa. Semua berdiri di hadapan Allah sebagai hamba yang lemah.
Ibadah haji mengajarkan kerendahan hati. Haji juga melatih kesabaran, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, haji mabrur tidak hanya terlihat ketika seseorang berada di Tanah Suci, tetapi tampak setelah kembali ke tengah masyarakat. Orang yang hajinya mabrur akan menjadi pribadi yang lebih baik akhlaknya, lebih lembut ucapannya, lebih jujur dalam pekerjaannya, dan lebih peduli kepada sesama.
Rasulullah SAW bersabda:
الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
“Haji mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Haji mabrur akan melahirkan perubahan nyata dalam kehidupan seseorang.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Saat ini kita hidup di zaman yang penuh tantangan. Banyak orang mengejar harta tanpa peduli halal dan haram. Banyak pula yang sibuk mengejar popularitas hingga melupakan akhlak dan kejujuran.
Di media sosial misalnya, tidak sedikit orang mudah menghina, memfitnah, dan menyebarkan kebencian. Padahal seorang Muslim diajarkan untuk menjaga lisan dan menjaga hati.
Semangat qurban seharusnya membuat kita lebih peduli kepada penderitaan orang lain. Ketika melihat saudara kita kesulitan ekonomi, kekurangan makanan, atau tertimpa musibah, kita harus hadir membantu sesuai kemampuan.
Jangan sampai kita hidup berkecukupan sementara tetangga kita kelaparan. Jangan sampai kita sibuk mempercantik diri tetapi lupa berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan.
Islam mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Karena itu mari jadikan Idul Adha sebagai momentum memperbaiki diri. Jadikan qurban sebagai latihan untuk ikhlas berbagi. Jadikan haji sebagai pelajaran untuk semakin dekat kepada Allah SWT.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah dalam ketakwaan.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
Khutbah Kedua
الحمد لله رب العالمين، حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه كما يحب ربنا ويرضى.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita terus menjaga ketakwaan kepada Allah SWT dalam setiap keadaan. Jangan biarkan semangat ibadah hanya hidup pada hari-hari besar Islam saja, tetapi jadikan semangat itu terus menyertai kehidupan sehari-hari.
Jika kita belum mampu berqurban dengan harta, maka berqurbanlah dengan tenaga, waktu, dan perhatian untuk membantu sesama. Jika kita belum mampu berhaji, maka dekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak amal saleh dan menjaga akhlak mulia.
Mari kita menjadi Muslim yang membawa ketenangan bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Jadilah pribadi yang ringan membantu, mudah memaafkan, serta menjaga persaudaraan sesama umat Islam.
Di tengah berbagai persoalan kehidupan saat ini, umat Islam harus menjadi teladan dalam kejujuran, kepedulian, dan persatuan.
Jangan mudah terpecah karena perbedaan. Jangan mudah menyebarkan kebencian. Perkuat ukhuwah Islamiyah dan perbanyak doa agar bangsa ini selalu diberikan keamanan dan keberkahan.
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات.
اللهم أصلح شباب المسلمين، واحفظ أبناءنا وبناتنا من الفتن ما ظهر منها وما بطن.
اللهم اجعل هذا البلد آمناً مطمئناً وسائر بلاد المسلمين.
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.
عباد الله، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
(anp)











