Panduan Doa Rosario Hari Kamis 28 Mei 2026: Peristiwa Terang dan 5 Ujud Doa Lengkap

Ilustrasi doa Rosario hari Selasa 16 Juni 2026. (Pixabay.com)

bernasnews – Umat Katolik kembali diajak untuk mendaraskan doa Rosario pada Kamis, 28 Mei 2026, dengan merenungkan Peristiwa Terang. Berikut ini panduan doa Rosario hari Kamis.

Doa Rosario pada hari Kamis difokuskan pada karya keselamatan Yesus Kristus selama hidup-Nya di dunia, mulai dari pembaptisan di Sungai Yordan hingga penetapan Ekaristi Kudus. Melalui doa ini, umat dapat memperdalam iman sekaligus memohon rahmat serta penyertaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Rosario menjadi salah satu doa yang dianjurkan dalam tradisi Gereja Katolik sebagai bentuk penghormatan kepada Bunda Maria dan sarana merenungkan kehidupan Yesus.

Setiap rangkaian doa dalam Peristiwa Terang mengandung pesan rohani tentang pertobatan, kasih, pengharapan, dan kesetiaan kepada Tuhan.

Peristiwa Terang diperkenalkan oleh Paus Yohanes Paulus II sebagai bagian tambahan dalam doa Rosario. Peristiwa ini menggambarkan masa pelayanan publik Yesus yang penuh pewartaan dan mukjizat.

Dalam setiap peristiwa, umat diajak untuk merenungkan terang Kristus yang hadir di tengah dunia. Peristiwa-peristiwa tersebut menjadi pengingat agar umat tetap hidup dalam kasih, pengampunan, dan iman yang teguh kepada Allah.

Berikut urutan lengkap Peristiwa Terang untuk doa Rosario hari Kamis, 28 Mei 2026.

Susunan Pembuka Doa Rosario

Doa Rosario diawali dengan Tanda Salib, doa Aku Percaya, Kemuliaan, Terpujilah, Bapa Kami, serta tiga Salam Maria.

Tanda Salib

Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Amin.

Aku Percaya

Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Maha Kuasa,
Pencipta langit dan Bumi;
Dan akan Yesus Kristus,
Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita;
Yang dikandung dari Roh Kudus,
Dilahirkan oleh Perawan Maria;
Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus;
Disalibkan, wafat dan dimakamkan;
Yang turun ke tempat penantian,
Pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati;
Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa;
Dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja Katolik yang Kudus,
Persekutuan para kudus,
Pengampunan dosa,
Kebangkitan badan,
Kehidupan kekal.
Amin.

Kemuliaan

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad.
Amin.

Terpujilah

Terpujilah nama Yesus, Maria dan Yosef, sekarang dan selama-lamanya.
Amin.

Peristiwa Terang I: Yesus Dibaptis di Sungai Yordan

Peristiwa pertama diambil dari Injil Matius 3:16-17. Dalam peristiwa ini, Yesus dibaptis di Sungai Yordan dan Roh Allah turun seperti burung merpati.

“Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Ujud doa pada peristiwa pertama:

“Bapa, kami pun Engkau beri misi sebagai anak-Mu dan pengikut Yesus. Buatlah kami menerima tugas itu dengan hati terbuka dan penuh suka cita.”

Setelah merenungkan peristiwa pertama, umat melanjutkan dengan doa Bapa Kami, 10 kali Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.

Peristiwa Terang II: Yesus Menyatakan Diri-Nya dalam Pesta Pernikahan di Kana

Peristiwa kedua diambil dari Yohanes 2:11. Dalam pesta pernikahan di Kana, Yesus melakukan mukjizat pertama-Nya dengan mengubah air menjadi anggur atas permintaan Bunda Maria.

“Hal itu dilakukan Yesus….sebagai yang pertama dari tandatanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.”

Ujud doa:

“Bapa, tolonglah kami mampu menghadapi setiap masalah hidup ini dengan tenang sambil mengandalkan kasih-Mu kepada kami.”

Doa dilanjutkan dengan Bapa Kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.

Peristiwa Terang III: Yesus Mewartakan Kerajaan Allah dan Menyerukan Pertobatan

Peristiwa ketiga diambil dari Matius 4:17,23. Yesus menyerukan pertobatan dan memberitakan Injil Kerajaan Surga kepada banyak orang.

“Bertobatlah, sebab kerajaan surga sudah dekat!”

Ujud doa pada peristiwa ini:

“Bapa, pertobatkanlah kami. Ampunilah dosa kami. Jadikanlah kami mampu mengampuni orang yang telah menyakiti kami.”

Peristiwa ini mengajak umat untuk memperbarui hidup dan kembali mendekat kepada Tuhan melalui pengampunan serta pertobatan yang tulus.

Peristiwa Terang IV: Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya

Peristiwa keempat diambil dari Matius 17:2,5 saat Yesus dimuliakan di atas gunung bersama tiga rasul-Nya.

“Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”

Ujud doa:

“Bapa, ajarlah kami mendengarkan Yesus dan sepenuhnya menerima ajaran-Nya. Izinkanlah kami semakin mengenal Dia, terutama dalam sengsara-Nya.”

Peristiwa ini menjadi pengingat agar umat senantiasa mendengarkan sabda Tuhan dan menjalankan ajaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Peristiwa Terang V: Yesus Menetapkan Ekaristi Kudus

Peristiwa terakhir diambil dari Markus 14:22-24 saat Yesus menetapkan Ekaristi Kudus pada Perjamuan Terakhir.

“Ambillah, inilah tubuhKu.”

“Inilah darah-Ku yang ditumpahkan banyak orang.”

Ujud doa:

“Bapa, sucikan dan kuduskanlah kami pada saat kami menerima Tubuh dan Darah Putera-Mu yang terkasih; pakailah kami sekehendak-Mu.”

Peristiwa ini menegaskan kasih Kristus yang rela menyerahkan diri demi keselamatan umat manusia.

Penutup Doa Rosario dan Doa kepada Santo Yusuf

Setelah seluruh Peristiwa Terang selesai didaraskan, umat melanjutkan dengan Doa Fatima dan doa kepada Santo Yusuf.

Doa kepada Santo Yusuf

Salam, Penjaga Sang Penebus,
Mempelai Santa Perawan Maria.
Kepadamu, Allah mempercayakan Putra-Nya yang Tunggal.
Di dalam dirimu, Maria menaruh kepercayaannya,
Bersamamu, Kristus menjadi manusia.
Santo Yusuf,
Kepada kami, perlihatkan dirimu sebagai seorang bapa,
Dan bimbinglah kami, di jalan kehidupan.
Perolehkan bagi kami rahmat, belas kasih, dan keberanian,
Serta lindungi kami, dari setiap kejahatan.

Doa Rosario kemudian ditutup dengan Tanda Salib:

Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Amin.

Doa Rosario tidak hanya menjadi tradisi rohani umat Katolik, tetapi juga sarana untuk membangun kedekatan dengan Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria. Dengan merenungkan Peristiwa Terang setiap hari Kamis, umat diajak untuk semakin memahami karya keselamatan Yesus dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Rosario juga menjadi pengingat agar umat tetap hidup dalam pengharapan, kasih, dan pengampunan di tengah berbagai tantangan hidup. (anp)