Amalan Hari Tasyrik 2026 Lengkap dengan Hadis dan Larangan yang Perlu Diketahui Umat Islam

Ilustrasi amalan Hari Tasyrik bagi umat Islam. (Pixabay.com)

bernasnews – Hari Tasyrik 2026 berlangsung selama tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, yakni pada 28, 29, dan 30 Mei 2026.

Momen ini menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah Idul Adha karena umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir, melanjutkan penyembelihan hewan kurban, serta menikmati makan dan minum sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.

Hari Tasyrik sendiri jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Tahun ini, Idul Adha ditetapkan pada 27 Mei 2026 sehingga Hari Tasyrik dimulai sehari setelahnya. Dalam Islam, hari-hari tersebut memiliki keutamaan tersendiri dan bahkan disebut dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 203.

“Berdzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya.”

Ayat tersebut menjadi dasar anjuran untuk memperbanyak zikir selama Hari Tasyrik. Selain itu, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa Hari Tasyrik merupakan waktu makan, minum, dan mengingat Allah SWT.

Makna Hari Tasyrik dalam Islam

Istilah Hari Tasyrik merujuk pada tiga hari setelah Idul Adha. Pada masa itu, umat Islam masih diperbolehkan menyembelih hewan kurban hingga hari terakhir Tasyrik, yakni 13 Dzulhijjah.

Hari Tasyrik dikenal pula sebagai hari untuk menikmati rezeki dan hasil kurban. Sebagian masyarakat mengolah daging kurban menjadi berbagai masakan, sementara sebagian lainnya menjemur daging menjadi dendeng atau olahan lain agar lebih tahan lama.

Makna tersebut diperkuat dalam hadis riwayat Muslim berikut:

عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَزَادَ فِي رواية وَذِكْرٍ لِلَّهِ

Artinya: “Dari Nubaisyah Al-Hudzali, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Hari Tasyrik adalah hari makan, minum (pada riwayat lain), dan hari zikir” (HR Muslim).

Amalan yang Dianjurkan Saat Hari Tasyrik

Ada sejumlah amalan yang dianjurkan untuk dilakukan umat Islam selama Hari Tasyrik. Amalan tersebut berkaitan dengan zikir, ibadah kurban, hingga doa sehari-hari.

1. Memperbanyak Zikir dan Takbir

Amalan utama saat Hari Tasyrik adalah memperbanyak zikir kepada Allah SWT. Salah satu bentuknya ialah membaca takbir muqayyad setelah salat wajib.

Mayoritas ulama menganjurkan amalan ini berdasarkan riwayat dari para sahabat Nabi Muhammad SAW. Takbir menjadi bentuk pengagungan kepada Allah sekaligus ungkapan rasa syukur atas nikmat yang diberikan.

Selain takbir, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak tasbih, tahmid, dan tahlil selama Hari Tasyrik berlangsung.

2. Melanjutkan Penyembelihan Hewan Kurban

Hari Tasyrik juga menjadi waktu lanjutan untuk menyembelih hewan kurban. Penyembelihan masih dapat dilakukan hingga 13 Dzulhijjah.

Tata cara penyembelihan pada Hari Tasyrik sama seperti saat Idul Adha. Meski demikian, sebagian ulama berpendapat waktu penyembelihan hanya berlangsung selama tiga hari, yakni sejak 10 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah.

Karena itu, banyak masyarakat memanfaatkan Hari Tasyrik untuk menyelesaikan proses kurban dan pembagian daging kepada warga yang membutuhkan.

3. Berdzikir Saat Makan dan Minum

Hari Tasyrik identik dengan makan dan minum sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT. Karena itu, umat Islam dianjurkan tetap berdzikir saat menikmati makanan dan minuman.

Adab yang diajarkan yakni memulai makan dengan membaca bismillah dan mengakhirinya dengan hamdalah atau ucapan syukur kepada Allah SWT.

4. Memperbanyak Membaca Doa Sapu Jagat

Selain zikir, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak membaca doa sapu jagat. Doa ini disebut sebagai doa yang paling sering dibaca Nabi Muhammad SAW.

Berikut hadis yang menjelaskan hal tersebut:

كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Do’a yang paling banyak dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Allahumma Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” (Wahai Allah, Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka).” (HR. Bukhari Nomor 2389 dan Muslim Nomor 2690).

Doa tersebut sering diamalkan umat Islam karena mencakup permohonan kebaikan dunia dan akhirat sekaligus perlindungan dari siksa neraka.

Larangan Berpuasa Saat Hari Tasyrik

Di balik anjuran memperbanyak ibadah dan zikir, terdapat larangan yang harus diperhatikan selama Hari Tasyrik, yakni tidak berpuasa.

Dalam Islam, puasa pada Hari Tasyrik hukumnya haram karena hari-hari tersebut ditetapkan sebagai waktu makan, minum, dan berdzikir kepada Allah SWT.

Larangan itu didasarkan pada hadis riwayat Muslim yang menyebut Hari Tasyrik sebagai hari makan dan minum. Selain itu, terdapat hadis lain dari Abu Hurairah yang diriwayatkan Imam Ahmad.

“Rasulullah Saw mengutus Abdullah bin Hufadzah untuk berkeliling Mina dan menyeru ‘janganlah kalian puasa pada hari-hari ini (Hari Tasyrik) karena hari-hari itu merupakan hari-hari untuk makan, minum, dan zikir kepada Allah azza wa jalla’.” (HR. Ahmad).

Karena itu, umat Islam dianjurkan memanfaatkan Hari Tasyrik untuk memperbanyak syukur, menikmati rezeki dari Allah SWT, serta terus mengingat-Nya melalui zikir dan doa. (anp)