Hari-Hari yang Diharamkan Puasa di Bulan Dzulhijjah, Umat Islam Perlu Memahaminya

Ilustrasi hari-hari yang dilarang puasa di bulan Dzulhijjah. (Pixabay.com)

bernasnews – Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam karena dipenuhi berbagai amalan berpahala besar, termasuk puasa sunnah pada 10 hari pertama.

Namun, di balik anjuran memperbanyak ibadah tersebut, terdapat beberapa hari yang justru diharamkan untuk berpuasa, yakni pada 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Larangan ini berkaitan dengan Hari Raya Iduladha dan hari Tasyrik yang ditetapkan sebagai waktu makan, minum, serta bersyukur kepada Allah SWT.

Puasa Dzulhijjah, khususnya puasa Arafah, dikenal memiliki keutamaan besar. Puasa yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah itu diyakini dapat menghapus dosa selama dua tahun, yakni satu tahun sebelumnya dan satu tahun yang akan datang.

Selain puasa Arafah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak ibadah sunnah lain selama awal bulan Dzulhijjah.

Meski demikian, umat Islam tetap perlu memahami batasan syariat terkait hari-hari yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa agar ibadah yang dijalankan sesuai tuntunan agama.

Tanggal 10 Dzulhijjah Diharamkan Berpuasa karena Iduladha

Hari pertama yang diharamkan untuk berpuasa adalah 10 Dzulhijjah. Tanggal tersebut bertepatan dengan Hari Raya Iduladha, yaitu momentum besar umat Islam untuk melaksanakan salat Id dan penyembelihan hewan kurban.

Pada hari raya ini, umat Islam dianjurkan merayakan kemenangan spiritual dengan memperbanyak syukur, mempererat silaturahmi, serta menikmati hidangan bersama keluarga dan masyarakat sekitar. Karena itu, puasa pada Hari Raya Iduladha tidak diperbolehkan.

Iduladha juga menjadi simbol ketaatan dan pengorbanan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Perayaan ini identik dengan pembagian daging kurban kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.

Hari Tasyrik pada 11-13 Dzulhijjah Juga Dilarang untuk Puasa

Selain Hari Raya Iduladha, umat Islam juga dilarang berpuasa pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Tiga hari tersebut dikenal dengan istilah hari Tasyrik.

Kata “Tasyrik” berasal dari bahasa Arab “tasyriq” yang berarti menghadap ke arah timur atau sinar matahari. Istilah ini muncul dari kebiasaan masyarakat Arab pada masa dahulu yang menjemur daging kurban di bawah terik matahari agar lebih awet.

Pada hari-hari Tasyrik, umat Islam dianjurkan menikmati makanan dan minuman sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Hal itu juga ditegaskan dalam sejumlah hadis Rasulullah SAW.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari Tasyrik, kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan kurban ketika menunaikan haji.” (HR Bukhari)

Dalam hadis lain disebutkan:

“Hari Arafah, hari Iduladha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita pemeluk agama Islam, serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum.” (HR An-Nasa’i)

Hadis tersebut menjadi dasar kuat bahwa hari Tasyrik bukan waktu untuk menahan makan dan minum, melainkan momentum memperbanyak syukur dan berbagi kebahagiaan.

Amalan yang Dianjurkan saat Hari Raya Iduladha

Walaupun puasa tidak diperbolehkan, umat Islam tetap dianjurkan mengerjakan berbagai ibadah dan amalan sunnah selama Hari Raya Iduladha.

Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:

  • Mengumandangkan takbir
  • Mandi sunah sebelum salat Iduladha
  • Memakai pakaian terbaik saat salat Id
  • Menggunakan wewangian atau parfum
  • Tidak makan sebelum salat Iduladha
  • Berangkat lebih awal menuju tempat salat
  • Berjalan kaki menuju lokasi salat Id
  • Melewati jalan berbeda saat pulang
  • Mempererat silaturahmi
  • Menunjukkan rasa bahagia pada hari raya

Amalan-amalan tersebut menjadi bagian dari sunnah Rasulullah SAW yang dianjurkan untuk diamalkan umat Islam dalam menyambut Iduladha.

Amalan yang Dianjurkan saat Hari Tasyrik

Hari Tasyrik juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan rasa syukur. Meski tidak boleh berpuasa, ada banyak amalan lain yang bisa dilakukan untuk meraih pahala.

Beberapa amalan yang dianjurkan selama hari Tasyrik meliputi:

  • Menikmati makanan dengan penuh rasa syukur
  • Memperbanyak zikir
  • Memperbanyak membaca doa sapu jagat
  • Bersyukur kepada Allah SWT
  • Memperbanyak takbir

Momentum hari Tasyrik juga sering dimanfaatkan umat Islam untuk berkumpul bersama keluarga, berbagi makanan kurban, dan memperkuat hubungan sosial di lingkungan masyarakat.

Dengan memahami hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa di bulan Dzulhijjah, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat.

Selain menjaga keutamaan ibadah, pemahaman ini juga membantu umat Islam memaknai Iduladha dan hari Tasyrik sebagai momen syukur, kebersamaan, dan berbagi kepada sesama. (anp)