bernasnews – Menjelang Hari Raya Idul Adha, pencarian mengenai teks doa buka puasa Idul Adha mulai meningkat di kalangan umat Islam.
Fenomena ini terjadi seiring banyaknya masyarakat yang menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah, terutama puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Selain menahan lapar dan dahaga, umat Islam juga ingin menyempurnakan ibadah dengan membaca doa berbuka puasa sesuai tuntunan.
Momen berbuka puasa dikenal sebagai waktu penuh keberkahan dan termasuk saat mustajab untuk memanjatkan doa. Karena itu, bacaan doa buka puasa lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan arti menjadi informasi yang banyak dicari menjelang Lebaran Haji.
Keutamaan Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha
Puasa sunnah pada awal bulan Dzulhijjah termasuk amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah disebut sebagai hari-hari istimewa untuk memperbanyak ibadah, mulai dari zikir, sedekah, membaca Al-Qur’an, hingga menjalankan puasa sunnah.
Salah satu puasa yang paling utama ialah puasa Arafah yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Arafah memiliki keutamaan besar, khususnya bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Tak heran jika masyarakat juga mulai mencari doa berbuka puasa Idul Adha untuk diamalkan ketika waktu magrib tiba. Doa tersebut dibaca sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT setelah menyelesaikan ibadah puasa.
Bacaan Doa Buka Puasa Idul Adha Lengkap
Berikut bacaan doa buka puasa yang umum diamalkan umat Islam sebagaimana dikutip dari kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah:
Doa Pertama
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Latin:
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘alaa rizqika afthartu.
Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Doa ini menjadi salah satu bacaan yang paling sering dibaca umat Islam ketika membatalkan puasa, termasuk saat menjalankan puasa sunnah menjelang Idul Adha.
Doa Kedua yang Populer Diamalkan
Selain doa di atas, ada pula bacaan doa buka puasa yang populer di tengah masyarakat Muslim:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin:
Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.
Artinya:
“Rasa haus telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.”
Doa tersebut kerap dibaca setelah menyantap makanan atau minuman pertama saat berbuka puasa.
Waktu Berbuka Menjadi Momen Mustajab Berdoa
Berbuka puasa tidak hanya menjadi waktu untuk makan dan minum setelah seharian menahan diri, tetapi juga menjadi salah satu waktu yang diyakini mustajab untuk berdoa. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan rasa syukur ketika azan magrib berkumandang.
Menjelang Idul Adha, suasana berbuka puasa juga sering dimanfaatkan keluarga untuk berkumpul bersama sambil mempersiapkan datangnya Hari Raya Kurban. Momentum tersebut menjadi bagian dari tradisi penuh kebersamaan yang dinanti banyak masyarakat Muslim.
Larangan Puasa Saat Idul Adha dan Hari Tasyrik
Meski puasa sunnah sangat dianjurkan sebelum Idul Adha, umat Islam tidak diperbolehkan berpuasa pada 10 hingga 13 Dzulhijjah. Tanggal tersebut meliputi Hari Raya Idul Adha dan Hari Tasyrik.
Hari-hari itu ditetapkan sebagai waktu makan, minum, dan menikmati hidangan daging kurban sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Karena itu, puasa sunnah seperti puasa Arafah hanya dilakukan sampai 9 Dzulhijjah.
Peningkatan pencarian mengenai doa buka puasa Idul Adha menunjukkan tingginya antusiasme umat Islam dalam menyambut bulan Dzulhijjah dan Hari Raya Kurban. Selain menjalankan puasa sunnah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amal saleh dan ibadah selama hari-hari istimewa tersebut. (anp)












