bernasnews – Umat Katolik kembali memperingati Bulan Maria pada Mei 2026 dengan mendaraskan Doa Rosario sebagai bentuk devosi kepada Bunda Maria.
Khusus pada Minggu, 24 Mei 2026, doa Rosario menggunakan Peristiwa Mulia sekaligus bertepatan dengan Hari Raya Pentakosta, yakni peringatan turunnya Roh Kudus atas para rasul.
Momentum ini menjadi kesempatan penting bagi umat untuk memperdalam iman melalui rangkaian doa dan permenungan.
Doa Rosario pada hari Minggu dalam tradisi Gereja Katolik memang menggunakan Peristiwa Mulia. Lima peristiwa tersebut meliputi kebangkitan Yesus, kenaikan Yesus ke surga, turunnya Roh Kudus, Maria diangkat ke surga, dan Maria dimahkotai di surga. Setiap peristiwa disertai kutipan Kitab Suci dan intensi doa yang direnungkan selama Rosario berlangsung.
Doa Rosario diawali dengan Tanda Salib sebagai pembuka ibadat pribadi maupun bersama.
Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.
Doa Aku Percaya
Kemuliaan…
Terpujilah…
Salam Puteri Allah Bapa…
Salam Bunda Allah Putera…
Salam Mempelai Allah Roh Kudus…
Kemuliaan…
Terpujilah…
Peristiwa Mulia Pertama: Yesus Bangkit dari Kematian
Peristiwa pertama dalam Rosario Minggu mengenang kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati.
Ayat renungan diambil dari Injil Matius 28:5-6:
“Malaikat itu berkata, janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakannya.”
Dalam peristiwa ini umat mendoakan agar mampu melanjutkan misi Kristus dengan mewartakan Injil kepada semua orang.
Rangkaian doa kemudian dilanjutkan dengan:
- 1 Bapa Kami
- 10 Salam Maria
- Kemuliaan
- Terpujilah
- Doa Fatima
Peristiwa Mulia Kedua: Yesus Naik ke Surga
Peristiwa kedua mengenang kenaikan Yesus ke surga setelah kebangkitan-Nya.
Renungan Kitab Suci diambil dari Kisah Para Rasul 1:9-11:
“Sesudah Ia mengatakan demikian, Ia diangkat ke surga disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.”
Dalam doa ini umat memohon agar senantiasa percaya bahwa Tuhan selalu menyertai hingga akhir zaman.
Setelah renungan, umat kembali mendaraskan:
- 1 Bapa Kami
- 10 Salam Maria
- Kemuliaan
- Terpujilah
- Doa Fatima
Peristiwa Mulia Ketiga: Roh Kudus Turun Atas Para Rasul
Peristiwa ketiga memiliki makna istimewa karena Minggu, 24 Mei 2026 bertepatan dengan Hari Raya Pentakosta.
Kutipan Kitab Suci berasal dari Kisah Para Rasul 2:2,4:
“Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk… lalu mereka semua dipenuhi Roh Kudus.”
Melalui peristiwa ini umat memohon agar Roh Kudus membimbing kehidupan dalam kasih dan kebenaran Allah.
Doa dilanjutkan dengan:
- 1 Bapa Kami
- 10 Salam Maria
- Kemuliaan
- Terpujilah
- Doa Fatima
Peristiwa Mulia Keempat: Maria Diangkat ke Surga
Peristiwa keempat mengenang Maria yang diangkat ke surga.
Renungan diambil dari 1 Tesalonika 4:14,17:
“Jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa dengan perantaraan Yesus, Allah akan mengumpulkan bersama-sama dengan Dia, mereka yang telah meninggal.”
Dalam peristiwa ini umat memohon iman yang hidup dan kemampuan menjadi saksi Kristus di tengah sesama.
Rangkaian doa kembali diulang:
- 1 Bapa Kami
- 10 Salam Maria
- Kemuliaan
- Terpujilah
- Doa Fatima
Peristiwa Mulia Kelima: Maria Dimahkotai di Surga
Peristiwa terakhir dalam Rosario Minggu adalah Maria dimahkotai di surga sebagai ratu surga.
Ayat Kitab Suci diambil dari Wahyu 12:1:
“Tampaklah suatu tanda besar di langit; seorang perempuan berselubungan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang diatas kepalanya.”
Dalam doa ini umat memohon agar memiliki semangat kasih dan meneladani Bunda Maria sebagai pengikut Yesus yang setia.
Seperti peristiwa sebelumnya, doa diakhiri dengan:
- 1 Bapa Kami
- 10 Salam Maria
- Kemuliaan
- Terpujilah
- Doa Fatima
Setelah lima Peristiwa Mulia selesai didoakan, umat melanjutkan dengan Doa kepada Santo Yusuf sebagai pelindung Gereja dan keluarga.
Doa ini berisi permohonan rahmat, keberanian, belas kasih, serta perlindungan dari segala kejahatan.
Rosario kemudian ditutup dengan Tanda Salib:
Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin. (anp)












