bernasnews – Suasana tenang di Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman mendadak berubah mencekam setelah sebuah rumah warga terbakar berkali-kali secara misterius dalam dua hari terakhir.
Rumah milik seorang warga bernama Mutfiana itu mengalami kebakaran berulang hingga belasan kali tanpa penyebab yang langsung terlihat.
Fenomena tersebut sempat membuat warga geger dan memunculkan berbagai spekulasi mistis di tengah masyarakat.
Sebagian warga bahkan mengaitkan kejadian itu dengan santet maupun gangguan gaib karena api muncul tiba-tiba tanpa ledakan ataupun percikan. Namun hasil penyelidikan aparat kepolisian akhirnya mengungkap fakta berbeda.
Api Pertama Muncul Tengah Malam
Mutfiana mengatakan kebakaran pertama terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 00.00 WIB. Saat itu, selembar kain di rumahnya mendadak terbakar tanpa sebab yang jelas.
“Itu dari Sabtu malam jam 12 malam. Awalnya kain yang terbakar. Terus muncul lagi sampai merembet kusen pintu,” ujar Mutfiana.
Awalnya keluarga menduga api berasal dari korsleting listrik atau bara api kecil. Namun dugaan tersebut runtuh ketika api kembali muncul di titik berbeda hanya beberapa saat kemudian.
Kebakaran terus berulang dan mulai membakar berbagai bagian rumah.
Rumah Terbakar 11 Kali dalam 26 Jam
Dalam kurun sekitar 26 jam, rumah tersebut tercatat mengalami sedikitnya 11 kali kebakaran di lokasi berbeda. Api muncul secara acak dan berpindah-pindah.
Kadang membakar handuk di kamar mandi, lalu merambat ke sofa ruang tamu, kemudian membakar kasur dan bagian pintu rumah.
“Dalam 26 jam itu ada 11 kali kejadian kebakaran. Yang paling besar kemarin sekitar jam 3 sore sampai membakar eternit, lalu lanjut lagi waktu subuh. Terakhir jam 10 pagi tadi,” ungkap Mutfiana.
Situasi tersebut membuat penghuni rumah tidak berani tidur dan terus berjaga karena takut api muncul sewaktu-waktu.
Warga Sempat Curiga Unsur Mistis
Fenomena kebakaran tanpa percikan dan tanpa ledakan membuat warga sekitar diliputi ketakutan.
“Itu enggak ada suara ledakan, enggak ada percikan api juga. Tiba-tiba saja kebakar,” kata Mutfiana.
Karena pola kebakaran yang tidak biasa, sebagian warga sempat menghubungkannya dengan isu santet atau hal-hal gaib.
Meski begitu, keluarga korban tetap menunggu hasil pemeriksaan aparat kepolisian. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Namun sejumlah furnitur mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari sofa, pintu rumah, dipan, tempat tidur, hingga beberapa perabot lainnya.
Polisi dan Tim Gegana Temukan Sumber Gas Metana
Kejadian tersebut akhirnya dilaporkan ke polisi. Petugas dari Polsek Seyegan, Tim Inafis Polresta Sleman, hingga Tim Gegana Polda DIY turun langsung melakukan pemeriksaan di lokasi.
Kapolsek Seyegan, Pujiono, mengatakan hasil pemeriksaan mengarah pada kebocoran gas metana dari septic tank rumah tersebut.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Gegana Polda DIY, kebakaran dipicu adanya kebocoran gas metana dari septic tank yang saluran pembuangan gasnya tidak sesuai standar, sehingga gas masuk ke dalam rumah dan memicu kebakaran,” jelas Pujiono.
Septic Tank Dipakai Limbah Rumah Tangga dan Ayam
Polisi mengungkap septic tank tersebut tidak hanya digunakan untuk limbah rumah tangga, tetapi juga limbah pemotongan ayam.
Kondisi itu diduga mempercepat produksi gas metana dalam jumlah besar. Karena saluran pembuangan gas tidak bekerja optimal, gas kemudian masuk dan terperangkap di dalam rumah.
Gas metana sendiri merupakan gas mudah terbakar hasil pembusukan limbah organik. Dalam kondisi tertentu, gas tersebut dapat memicu kebakaran apabila terkumpul dalam ruang tertutup.
Polisi Minta Septic Tank Dibongkar
Setelah pemeriksaan lanjutan, polisi menyatakan tidak lagi menemukan kebocoran aktif di lokasi.
Meski demikian, Tim Gegana meminta pemilik rumah segera membongkar septic tank dan mengganti sistem pembuangan gas dengan instalasi sesuai standar keamanan.
“Tim Gegana menyarankan agar septic tank segera dibongkar dan dilakukan penggantian pipa pembuangan sesuai standar keamanan,” ujar Pujiono.
Setelah penyebab kebakaran terungkap, suasana di Padukuhan Mriyan X mulai kembali tenang.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk memperhatikan instalasi septic tank dan sistem pembuangan limbah rumah tangga agar tidak memicu kebocoran gas berbahaya. (Eln)












