bernasnews – Suasana Padukuhan Mojo, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul mendadak panik pada Sabtu, 23 Mei 2026 sore setelah api membakar sebuah kandang sapi milik warga.
Kobaran api muncul sekitar pukul 15.15 WIB dan cepat membesar karena menyambar tumpukan jerami kering di bagian atas kandang.
Asap hitam terlihat membumbung tinggi dari area kandang hingga menarik perhatian warga sekitar. Beberapa warga berlari keluar rumah sambil membawa ember dan peralatan seadanya untuk membantu memadamkan api.
Kebakaran terjadi di kandang milik Koharudin (56), warga Mojo, Dadapayu. Ukuran kandang diperkirakan sekitar 6 x 9 meter dengan bagian atas digunakan untuk menyimpan pakan ternak kering.
Api Diduga Berasal dari Pembakaran Sisa Pakan
Kepala UPT Damkar Gunungkidul, Handoko, mengatakan api diduga muncul saat pemilik kandang membakar sisa makanan ternak di dekat area penyimpanan jerami.
“Pemilik kandang saat itu membakar sisa makanan ternak yang berada di dekat stok pakan kering. Tiba-tiba api membumbung tinggi dan merambat ke bagian atas kandang yang menyimpan jerami, sehingga menyebabkan atap kandang habis terbakar,” ujar Handoko.
Cuaca panas pada Sabtu sore disebut ikut mempercepat rambatan api. Jerami yang kering membuat kobaran dengan cepat membesar hanya dalam hitungan menit.
Warga sempat mencoba mengendalikan api sebelum petugas datang. Air diambil dari rumah-rumah sekitar untuk mencegah api merembet ke bangunan lain.
Namun kondisi kandang yang didominasi material mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan. Kepulan asap pekat terlihat dari kejauhan hingga sempat membuat warga sekitar khawatir api merembet ke permukiman.
Proses Evakuasi Ternak Berlangsung Menegangkan
Di tengah kobaran api yang terus membesar, warga bersama pemilik kandang fokus menyelamatkan hewan ternak yang masih berada di dalam kandang.
Proses evakuasi berlangsung cepat dan menegangkan. Beberapa warga terlihat membuka tali pengikat ternak sambil menghindari percikan api yang mulai menjalar ke bagian dalam kandang.
Beruntung seluruh hewan ternak berhasil diselamatkan sebelum api menghanguskan bagian atas bangunan.
“Dua ekor sapi dan tiga ekor kambing dalam kondisi aman,” kata Handoko.
Hingga Sabtu malam, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Meski begitu, pemilik kandang mengalami kerugian akibat rusaknya bangunan dan habisnya stok pakan ternak.
Atap Kandang dan Jerami Ludes Terbakar
Api menghanguskan hampir seluruh bagian atap kandang. Persediaan jerami dan pakan kering yang disimpan untuk kebutuhan beberapa hari ke depan juga ikut terbakar.
Warga sekitar menyebut kobaran api sempat membesar cukup cepat karena tumpukan pakan berada tepat di bawah atap kandang. Kondisi angin sore juga membuat bara api mudah menyebar ke bagian lain bangunan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi warga di wilayah Gunungkidul untuk lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran terbuka, terutama di musim kemarau dan cuaca panas.
Petugas Damkar mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun sisa pakan di dekat bahan mudah terbakar seperti jerami, kayu kering, dan plastik pakan ternak.
Sampai pembaruan terbaru Sabtu malam, kondisi lokasi kebakaran sudah aman dan api dipastikan tidak merembet ke bangunan warga lain di sekitar kandang. (Eln)












