bernasnews – Umat Katolik kembali diajak memperdalam devosi kepada Bunda Maria melalui Doa Rosario pada Sabtu, 23 Mei 2026. Pada pekan ini, doa rosario masih menggunakan rangkaian Peristiwa Mulia sebagai bahan permenungan iman.
Doa bersama tersebut juga menjadi bagian dari persiapan rohani umat dalam menyambut Turunnya Roh Kudus.
Rosario menjadi salah satu bentuk doa yang terus dipraktikkan umat Katolik di berbagai wilayah. Melalui doa ini, umat diajak merenungkan perjalanan hidup Yesus Kristus bersama Bunda Maria melalui rangkaian peristiwa suci yang telah ditetapkan Gereja.
Pada Sabtu pekan ini, Peristiwa Mulia dipilih sebagai bahan renungan. Peristiwa tersebut berisi refleksi tentang kebangkitan Yesus, kenaikan-Nya ke surga, hingga kemuliaan Bunda Maria. Momentum ini juga berkaitan erat dengan penantian umat terhadap perayaan Pentakosta atau Turunnya Roh Kudus.
Rosario Menjadi Sarana Devosi kepada Bunda Maria
Doa Rosario dikenal luas sebagai bentuk penghormatan dan devosi umat Katolik kepada Bunda Maria. Dalam pelaksanaannya, umat mendaraskan doa-doa tertentu sambil merenungkan misteri kehidupan Yesus Kristus.
Selain menjadi sarana doa pribadi, rosario juga sering didaraskan bersama dalam keluarga, lingkungan, maupun komunitas gereja. Tradisi ini terus dijaga karena dianggap membantu umat memperdalam iman sekaligus membangun kedekatan spiritual dengan Tuhan.
Peristiwa Mulia yang digunakan pada Sabtu ini berisi lima peristiwa penting, yakni Kebangkitan Yesus, Kenaikan Yesus ke Surga, Turunnya Roh Kudus atas para rasul, Maria Diangkat ke Surga, dan Maria Dimahkotai di Surga.
Melalui permenungan tersebut, umat diharapkan semakin memahami makna kemenangan Kristus atas maut serta penyertaan Roh Kudus dalam kehidupan orang beriman.












