News  

Para Sahabat Mengenang Penyair Linus Suryadi AG dalam Pagelaran Seni 

Penampilan Paguyuban Kembang Adas (kiri) dan selintas kenangan Linus Suryadi AG oleh Suminto A. Sayuti. (Foto : Y.B. Margantoro/bernasnews)

bernasnews – Tiga hari menjelang Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, tepatnya hari Minggu (17/5/2026), para sahabat Linus Suryadi AG “membangkitkan” kembali kenangan terhadap almarhum penyair itu. Dilaksanakan di Pendapa Murangan, Sleman, DIY, kenangan itu diwujudkan dengan pentas budaya yang dihadiri sejumlah seniman dan budayawan khususnya sahabat penulis buku “Pengakuan Pariyem” itu.

Linus adalah penyair Indonesia dari Dusun Kadisobo, Sleman yang karyanya sudah mendunia, lahir pada tanggal 3 Maret 1951 dan meninggal dunia di Yogyakarta pada tanggal 30 Juli 1999. Dia tumbuh dalam keluarga besar dan para saudara kandungnya hadir dalam acara yang semarak dan bermakna itu.

Terwujudnya acara budaya ini berawal dari obrolan santai tiga sahabat yakni Cicit Kaswami Rahayu, Totok Hedi Santosa dan Landung Simatupang tentang almarhum. Obrolan mengerucut pada sebuah gagasan membuat acara sederhana mengenang Linus. Gayung bersambut, beberapa rekan yang lain turut mendukung, dan tentu saja juga adik almarhum yakni Bambang Suryanto.

Dimulai dengan ucapan selamat datang dan ajakan hening sejenak untuk mengenang dan mendoakan almarhum Linus, pembawa acara Savitri Damayani membuka acara ini. Berturut-turut tampil Juliana Rahayu dan Nunung Rieta membacakan puisi Linus bertajuk “Ibu di Desa”.

 

Kemudian selintas kenangan kebersamaan dengan Linus oleh Prof Dr Suminto A. Sayuti, dan diteruskan penampilan Kelompok Nyanyi Tuti Frutti yang membawakan tiga lagu “Di San Fransisko”, “Gunung Karang” dan “Doa Malam” dan puisi karya Linus gubahan Lono Simatupang.

Acara dimeriahkan pula dengan pembacaan lakon “Sang Pambengkas” oleh Paguyuban Kembang Adas dengan Pimpinan, Penulis Naskah, dan Sutradara Cicit Kaswami Rahayu atau dikenal sebagai Ibu Ageng Cicit. Tampil membawakan naskah ini adalah Landung Simatupang, Eko Winardi, Ami Simatupang, Lisa Sulistyo, Cicit, Yupi, Ucik Fuadhiyah, Sri Purwanti, Ardian Kresna, Aguzt Suprihono, Patah Ansori, Karl V Hank, dan diiringi oleh Bagus Mazasupa.

Setelah jeda untuk sholat Maghrib, ramah tamah dan menikmati hidangan yang disediakan, Landung Simatupang tampil membacakan dua puisi karya Linus yakni “Lagu Petang Hari” dan “Dusun Urban”. Kemudian Kilasan Kesan tentang Linus oleh Ketua Satupena DIY Sutirman Eka Ardhana, dan sepatah dua patah kata dari keluarga yang diwakili Bambang Suryanto. (mar)