bernasnews – Bulan Zulhijah 1447 Hijriah resmi dimulai pada Senin, 18 Mei 2026 berdasarkan ketetapan pemerintah. Dengan penetapan tersebut, Hari Raya Idul Adha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Momentum ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat ketakwaan, serta mempersiapkan diri menyambut hari raya kurban yang penuh keberkahan.
Sepuluh hari pertama Zulhijah dikenal sebagai hari-hari mulia yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah Swt.
Pada waktu ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti salat sunnah, puasa, sedekah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, hingga mempersiapkan ibadah kurban. Selain itu, bulan Zulhijah juga identik dengan pelaksanaan ibadah haji yang menjadi rukun Islam kelima.
Tema menyambut Zulhijah dan Idul Adha sangat relevan dijadikan materi khutbah Jumat pada 22 Mei 2026. Khutbah ini dapat mengingatkan jamaah tentang pentingnya memanfaatkan hari-hari terbaik untuk meningkatkan amal dan memperbaiki hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.
Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Zulhijah
Allah Swt memuliakan bulan Zulhijah sebagai bagian dari asyhurul hurum atau bulan-bulan suci. Keutamaan tersebut dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Rasulullah saw. Salah satunya dalam firman Allah Swt:
“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)
Mayoritas ulama menafsirkan “malam yang sepuluh” sebagai sepuluh hari pertama Zulhijah. Rasulullah saw juga menjelaskan bahwa tidak ada hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah dibanding hari-hari tersebut.
Momentum ini menjadi kesempatan emas bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah sebelum datangnya Idul Adha. Selain itu, umat Islam juga diajak meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim as dan ketaatan Nabi Ismail as dalam menjalankan perintah Allah.
Naskah Khutbah Jumat Pertama
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
Amma ba’du.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan dunia dan akhirat.
Saat ini kita telah memasuki bulan Zulhijah, salah satu bulan yang dimuliakan Allah Swt. Pada bulan ini terdapat hari-hari istimewa yang menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah.
Allah Swt berfirman dalam Surah Al-Fajr ayat 1-2:
“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.”
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud malam yang sepuluh adalah sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Rasulullah saw juga bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Zulhijah.” (HR. Bukhari)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Momentum Zulhijah hendaknya tidak berlalu begitu saja. Kita dianjurkan memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, puasa sunnah, serta memperbanyak doa dan istighfar. Bagi yang memiliki kemampuan, dianjurkan menyiapkan hewan kurban sebagai bentuk ketakwaan dan kepedulian kepada sesama.
Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang keikhlasan dan pengorbanan. Nabi Ibrahim as memberikan teladan luar biasa ketika menjalankan perintah Allah dengan penuh ketaatan. Begitu pula Nabi Ismail as yang menerima perintah tersebut dengan kesabaran dan ketundukan.
Semangat inilah yang perlu kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita diajak mengorbankan sifat sombong, iri hati, malas beribadah, serta segala hal yang menjauhkan diri dari Allah Swt.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Mari manfaatkan sisa hari menjelang Idul Adha untuk memperbanyak amal saleh. Jangan sampai kesempatan mulia ini berlalu tanpa peningkatan ibadah dan ketakwaan.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Naskah Khutbah Jumat Kedua
الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Kembali saya berwasiat kepada diri sendiri dan jamaah sekalian untuk selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Ketakwaan adalah jalan menuju kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Di hari-hari awal Zulhijah ini, marilah kita memperbanyak amal ibadah dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial, membantu fakir miskin, dan mempererat persaudaraan umat Islam.
Semoga Allah Swt menerima seluruh amal ibadah kita, memberikan kesehatan kepada jamaah haji, serta mempertemukan kita dengan keberkahan Idul Adha.
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات.
اللهم بارك لنا في أيام ذي الحجة، ووفقنا لطاعتك وحسن عبادتك.
اللهم اجعلنا من عبادك المتقين، وارزقنا الإخلاص في القول والعمل.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عباد الله، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
Selain meningkatkan hubungan spiritual dengan Allah, Idul Adha juga mengajarkan pentingnya berbagi kepada sesama. Daging kurban menjadi simbol kepedulian sosial dan kebersamaan umat Islam.
Karena itu, khutbah tentang awal Zulhijah dapat menjadi pengingat agar umat Islam tidak hanya fokus pada ibadah pribadi, tetapi juga memperhatikan kondisi masyarakat sekitar, terutama kaum dhuafa dan mereka yang membutuhkan bantuan. (anp)











