bernasnews – Doa Novena Roh Kudus hari keenam yang jatuh pada Rabu, 20 Mei 2026, menjadi bagian penting dalam rangkaian doa sembilan hari menjelang perayaan Pentakosta.
Pada hari ini, umat Katolik diajak untuk memohon karunia Roh Pengenalan agar mampu memahami kehendak Allah dalam setiap aspek kehidupan, sekaligus menjauhkan diri dari godaan duniawi yang tidak membawa pada keselamatan.
Novena ini dilaksanakan secara berurutan selama sembilan hari, dan hari keenam menekankan kesadaran rohani untuk hidup dalam kemurnian serta kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Berikut panduan lengkap doa Novena Roh Kudus hari keenam yang dapat didaraskan secara pribadi maupun bersama.
Doa Pembuka: Memohon Kehadiran dan Pembaruan dari Roh Kudus
Sebelum memasuki doa inti, umat diajak membuka novena dengan doa pembuka yang memohon kehadiran Roh Kudus dalam hati.
“Datanglah Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu dan nyalakanlah di dalamnya api cinta-Mu. Utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan dijadikan lagi dan Engkau akan membarui muka bumi.”
Doa ini menggambarkan kerinduan umat akan pembaruan batin dan kekuatan kasih yang berasal dari Roh Kudus.
Doa Inti Hari Keenam: Memohon Roh Pengenalan dalam Kehidupan Sehari-hari
Pada hari keenam, doa utama berfokus pada permohonan agar umat diberikan kemampuan untuk mengenali kehendak Allah serta membedakan mana yang baik dan yang tidak.
“Datanglah dan terimalah kami, O Roh Pengenalan Terberkati, dan berilah agar kami dapat mengenali kehendak Bapa dalam segala hal setiap saat dan setiap hari. Berilah kami kesadaran akan kesia-siaan hal-hal duniawi dan keburukan keinginan yang tidak suci, agar kami tetap murni dalam semua keputusan kami dan menggunakan hal-hal di dunia ini hanya jika semua itu membawa kemuliaan bagi Engkau. Beritahulah apa yang perlu kami ketahui untuk keselamatan kami dan untuk melayani orang lain, Amin.”
Doa ini menegaskan pentingnya hidup dalam kesadaran spiritual, di mana setiap keputusan diarahkan pada kemuliaan Tuhan serta pelayanan kepada sesama.
Doa Penyerahan Diri: Komitmen Hidup dalam Bimbingan Roh Kudus
Bagian selanjutnya adalah doa penyerahan diri, yang menjadi ungkapan totalitas iman kepada Roh Kudus sebagai sumber kekuatan dan terang kehidupan.
“Di hadapan para saksi surgawi, kami persembahkan diri kami, jiwa dan raga kami kepada-Mu, Roh Abadi Allah. Kami memuji kecemerlangan kemurnian-Mu, keadilan-Mu, dan cinta tak terbatas-Mu. Engkaulah kekuatan dan terang jiwa kami. Di dalam Engkaulah kami hidup dan menjadi diri kami.
Kami bertekad tidak akan mengecewakan-Mu dengan ketidaksetiaan, dan kami berdoa dengan segenap hati kami meminta pertolongan untuk menghindari dosa terkecil pun terhadap Engkau.
Jagalah dengan belas kasih-Mu, setiap pikiran kami, dan berilah agar kami selalu mengarahkan dari pada cahaya-Mu, mendengarkan suara-Mu, dan mengikuti kehendak-Mu. Kami bergantung kepada-Mu dan memberikan diri kami kepada Engkau dan meminta kebaikan-Mu untuk menjaga kami dalam kelemahan kami.
Kami memohon pada-Mu, O Roh terpuji, penolong dalam kelemahan kami, untuk menjaga kami selalu dalam rahmat-Mu dan mengaruniakan kepada kami tekad yang kuat untuk membangun Gereja yang bahagia, menginspirasi dan menyejahterakan.
Berilah kami ya Roh Kudus, Roh Allah dan Putra, agar kami dapat berkata kepada-Mu selalu dan di mana saja,“Berbicaralah Tuhan sebab hamba-Mu mendengarkan.” Amin.”
Doa ini mencerminkan sikap penyerahan total dan kesiapan umat untuk hidup dalam tuntunan ilahi setiap hari.
Doa Mohon Karunia Roh Kudus: Tujuh Karunia untuk Keselamatan
Sebagai penutup, umat mendaraskan doa permohonan tujuh karunia Roh Kudus yang menjadi fondasi kehidupan iman.
“O Tuhan Yesus Kristus, sebelum naik ke surga, Engkau berjanji mengutus Roh Kudus untuk menyelesaikan pekerjaan-Mu di bumi.
Berikanlah Roh Kudus yang sama agar jiwa kami dikuduskan dan bertumbuh dalam kasih-Mu. Berilah kami Roh Kebijaksanaan supaya kami membenci hal-hal yang sia-sia di dunia ini, dan menginginkan hal-hal yang abadi; Berilah kami Roh Pengertian, untuk mencerahkan pikiran kami dengan cahaya kebenaran ilahi-Mu;
Berilah kami Roh Nasihat, agar kami dapat selalu memilih cara yang paling pasti untuk menyenangkan Engkau dan mendapatkan surga; Berilah kami Roh Keperkasaan, agar kami dapat memikul salib kami bersama-Mu dan memiliki keberanian untuk menghadapi semua rintangan yang menghalangi keselamatan kami;
Berilah kami Roh Pengenalan agar kami dapat mengenal Allah dan mengenal diri kami sendiri dan bertumbuh dalam kekudusan; Berilah kami Roh Kesalehan, agar kami boleh menemukan bahwa pelayanan kepada Allah adalah membahagiakan; Berilah kami Roh Takut akan Allah supaya kami dipenuhi dengan rasa hormat penuh kasih sayang terhadap Allah dan takut untuk tidak menyenangkan-Nya dengan cara apapun.
Bantulah kami, ya Tuhan, untuk menjadi salah satu dari murid-murid sejati-Mu dan hidupkanlah Roh-Mu dalam segala hal pada diri kami. Amin.”
Hari keenam Novena Roh Kudus mengajak umat untuk semakin peka terhadap kehendak Allah di tengah kehidupan sehari-hari. Fokus pada Roh Pengenalan membantu umat membedakan nilai sejati dari hal-hal duniawi, sehingga hidup menjadi lebih terarah pada tujuan kekal.
Melalui doa-doa ini, umat diharapkan tidak hanya berdoa secara rutin, tetapi juga menghidupi setiap makna yang terkandung di dalamnya dalam tindakan nyata. (anp)












