bernasnews – Hari Raya Idul Adha 2026 menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk tidak hanya menjalankan ibadah ritual, tetapi juga memperkuat nilai kepedulian sosial melalui kurban.
Ibadah ini mengandung pesan mendalam tentang keikhlasan, ketaatan kepada Allah SWT, serta tanggung jawab sosial terhadap sesama, khususnya mereka yang membutuhkan.
Melalui penyembelihan hewan kurban, umat Islam diajak berbagi rezeki dan mempererat hubungan persaudaraan dalam bingkai keimanan.
Idul Adha bukan hanya perayaan tahunan yang diisi dengan takbir dan salat sunnah. Lebih dari itu, hari besar ini menjadi sarana refleksi spiritual sekaligus sosial.
Kurban mengajarkan umat Islam untuk mengendalikan ego, menguatkan keikhlasan, dan memperluas empati kepada sesama.
Dalam ajaran Islam, nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial menjadi bagian integral dari keimanan. Oleh karena itu, pelaksanaan kurban tidak hanya berdimensi ibadah kepada Allah, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya kaum dhuafa.
Khutbah I: Ibadah Kurban dan Kepedulian Sosial
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ
اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِذَبْحِ الْأُضْحِيَّةِ… (lanjutan mukadimah tetap utuh)
Ma’asyiral Muslimin jamaah shalat Idul Adha yang dirahmati Allah,
Momentum Idul Adha adalah kesempatan emas untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan melalui tindakan nyata. Salah satunya adalah dengan menumbuhkan kepedulian sosial dan empati kepada sesama. Islam menegaskan bahwa manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain.” (HR ad-Daru Quthni dan al-Baihaqi).
Ibadah kurban menjadi implementasi konkret dari ajaran tersebut. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, kurban juga menjadi sarana berbagi kebahagiaan dengan mereka yang kurang mampu.
Allah SWT berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Artinya, “Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.” (QS Al-Kautsar: 2).
Lebih jauh, Allah menegaskan bahwa esensi kurban bukan terletak pada daging atau darahnya, melainkan pada ketakwaan:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ
Artinya, “Daging dan darahnya tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan dari kalianlah yang sampai kepada-Nya.” (QS Al-Hajj: 37).
Nilai kepedulian sosial juga ditegaskan dalam Al-Qur’an:
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا… (QS An-Nisa: 36 tetap utuh)
Serta hadits Rasulullah:
لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِى يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ
Artinya, “Tidaklah beriman orang yang kenyang sementara tetangganya lapar.” (HR Al-Baihaqi).
Melalui kurban, umat Islam diajak untuk tidak hanya beribadah secara individual, tetapi juga membangun solidaritas sosial yang kuat.
Khutbah II (Bahasa Arab Lengkap)
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، الَّذِي أَمَرَنَا بِالتَّقْوَى وَالإِحْسَانِ، وَنَهَانَا عَنِ الظُّلْمِ وَالْعُدْوَانِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيمٍ، فَقَالَ عَزَّ مِنْ قَائِلٍ:
إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ، وَعُمَرَ، وَعُثْمَانَ، وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ.
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
اللّٰهُمَّ اجْعَلْ عِيدَنَا هَذَا عِيدًا مُبَارَكًا، وَاجْعَلْهُ عِيدَ خَيْرٍ وَبَرَكَةٍ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.
اللّٰهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا قُرْبَانَنَا، وَتَقَبَّلْ طَاعَاتِنَا، وَاجْعَلْهَا خَالِصَةً لِوَجْهِكَ الْكَرِيمِ.
اللّٰهُمَّ أَغْنِ فُقَرَاءَنَا، وَأَطْعِمْ جُوعَانَنَا، وَارْحَمْ ضُعَفَاءَنَا، وَاشْفِ مَرْضَانَا، وَاقْضِ حَوَائِجَنَا.
اللّٰهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا، وَأَدِمْ عَلَيْنَا الأَمْنَ وَالإِيمَانَ، وَالسَّلَامَةَ وَالإِسْلَامَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Pelaksanaan kurban memiliki dampak nyata dalam kehidupan sosial. Distribusi daging kepada masyarakat kurang mampu membantu meningkatkan kesejahteraan sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
Selain itu, semangat berbagi yang tumbuh dari ibadah ini menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan saling peduli.
Idul Adha 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momentum perubahan sosial. Melalui ibadah kurban, umat Islam dapat memperkuat nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, ajaran Islam benar-benar terwujud dalam kehidupan nyata. (anp)











