News  

Libur Panjang Dongkrak Wisata Gunungkidul, PAD Tembus Rp1,7 Miliar

Pantai Kukup di Kabupaten Gunungkidul, DIY yang menawan. (Foto : Istimewa)

bernasnews – Libur panjang pada 14–17 Mei 2026 membawa lonjakan besar bagi sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul.

Ribuan kendaraan wisatawan memadati jalur menuju kawasan pantai selatan sejak pagi hingga malam hari, sementara pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata tercatat menembus lebih dari Rp1,7 miliar.

Ramainya wisatawan terlihat hampir di seluruh destinasi unggulan Gunungkidul. Kawasan pantai, wisata alam, hingga sentra kuliner lokal dipadati pengunjung yang memanfaatkan momentum libur panjang bersama keluarga maupun komunitas.

Data Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul mencatat jumlah kunjungan wisatawan selama empat hari mencapai 146.228 orang.

Wisatawan datang dari berbagai daerah seperti DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat hingga sejumlah kota besar lainnya.

Pantai Selatan Dipadati Wisatawan

Sejak hari pertama libur panjang, antrean kendaraan sudah terlihat di sejumlah titik wisata pantai.

Kawasan Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Drini, hingga Pantai Indrayanti menjadi destinasi favorit selama masa liburan.

Banyak pengunjung datang sejak pagi untuk menikmati panorama laut selatan, berburu kuliner seafood, hingga menunggu matahari terbenam di kawasan pesisir.

Di beberapa titik Tempat Pemungutan Retribusi (TPR), antrean kendaraan sempat mengular terutama menjelang siang dan sore hari.

Sejumlah wisatawan juga terlihat beberapa kali melakukan pembayaran ulang karena lalu lintas kendaraan yang padat membuat akses masuk bergerak lambat.

Sekretaris Dispar Ekrafpora Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan lonjakan wisatawan terjadi hampir merata di seluruh destinasi wisata, terutama kawasan pantai selatan.

Pada Kamis, 14 Mei 2026 saja, jumlah kunjungan wisatawan tercatat mencapai sekitar 41 ribu orang dengan pendapatan daerah sebesar Rp516 juta dalam satu hari.

Sementara pada dua hari berikutnya, jumlah kunjungan tetap stabil di kisaran 34 ribu hingga 36 ribu wisatawan per hari.

“Selama empat hari libur total PAD yang masuk mencapai Rp1.760.401.100,” ujar Eko.

Wisata Alam dan UMKM Ikut Terdongkrak

Tidak hanya kawasan pantai yang ramai. Destinasi wisata alam seperti goa dan air terjun juga menjadi pilihan favorit wisatawan selama masa libur panjang.

Suasana alam Gunungkidul yang masih asri membuat banyak pengunjung memilih berlibur di kawasan alam terbuka.

Ramainya wisatawan turut menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar destinasi wisata.

Warung makan, pusat oleh-oleh, jasa parkir, penginapan, hingga pelaku UMKM ikut menikmati lonjakan pendapatan selama liburan.

Beberapa warung makan bahkan tetap buka hingga malam hari karena tingginya jumlah pengunjung yang terus berdatangan.

Bagi masyarakat Gunungkidul, sektor wisata kini tidak hanya soal jumlah kunjungan, tetapi sudah menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

Realisasi PAD Wisata Sudah Lampaui 77 Persen

Kepala Dispar Ekrafpora Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono, menyebut realisasi PAD sektor wisata hingga pertengahan 2026 telah mencapai lebih dari Rp26 miliar atau sekitar 77,15 persen dari target tahunan.

Sementara jumlah kunjungan wisatawan secara kumulatif juga telah menembus angka 2,1 juta orang atau hampir 65 persen dari target kunjungan tahun ini.

Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah sepanjang 2026.

Untuk meningkatkan pelayanan wisata, Dispar Ekrafpora Gunungkidul mulai menerapkan sistem pembayaran non tunai atau cashless di TPR utama Pantai Baron.

Digitalisasi pembayaran itu diharapkan mampu mempercepat antrean kendaraan wisatawan sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan pendapatan wisata daerah.

“Monitoring dan evaluasi terus dilakukan agar sistem cashless bisa berjalan maksimal,” kata Antonius.

Selain itu, dinas juga rutin memperbarui data kunjungan wisata dan realisasi pendapatan daerah melalui media sosial resmi sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.

Tingginya kunjungan wisatawan selama libur panjang kembali memperlihatkan bahwa Gunungkidul masih menjadi salah satu destinasi favorit di DIY.

Keindahan pantai, wisata alam, kuliner lokal, serta infrastruktur yang terus berkembang menjadi daya tarik utama yang membuat wisatawan terus kembali datang. (Eln)