News  

Sopir Bus Wisata Meninggal Mendadak di Pantai Slili Gunungkidul, Penumpang Panik saat Bus Melaju Pelan

Sopir bus wisata  meninggal mendadak di kawasan Pantai Slili Gunungkidul saat kendaraan masih berjalan. (Ist)

bernasnews – Perjalanan rombongan wisata dari Pantai Slili, Gunungkidul, mendadak berubah mencekam pada Jumat, 15 Mei 2026 siang.

Seorang sopir bus wisata bernama Didik Wahyu Setyanto (47) meninggal dunia secara mendadak saat bus yang dikemudikannya masih melaju pelan di kawasan Pertigaan Krapyak Pantai Slili, Kapanewon Tepus.

Insiden itu membuat penumpang panik karena korban tiba-tiba ambruk di kursi kemudi ketika kendaraan masih berjalan perlahan menuju jalur keluar wisata pantai.

Kapolsek Tepus AKP Suryanto mengatakan pihak kepolisian langsung menuju lokasi bersama tim medis setelah menerima laporan dari warga dan penumpang bus.

“Begitu menerima informasi, personel Polsek Tepus bersama tim medis dari Puskesmas Tepus langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar AKP Suryanto.

Sopir Tiba-Tiba Ambruk saat Bus Berjalan

Korban diketahui merupakan warga Purwoyoso, Ngaliyan, Semarang. Saat kejadian, ia sedang mengemudikan bus wisata yang membawa rombongan pelancong dari Pantai Slili menuju Batang, Jawa Tengah.

Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 14.50 WIB bus melintas perlahan di pertigaan kawasan Pantai Slili. Situasi awalnya normal. Sebagian penumpang masih berbincang seusai menikmati wisata pantai.

Namun suasana mendadak berubah ketika korban terlihat jatuh ke arah kiri di kursi kemudi.

Kernet bus bernama Kasiro yang berada tidak jauh dari korban langsung bergerak cepat membantu mengendalikan situasi agar kendaraan tetap aman. Penumpang lain ikut berdiri dan berusaha melihat kondisi sopir dari lorong tengah bus.

“Korban tiba-tiba jatuh ke samping saat bus berjalan pelan. Kernet dan penumpang langsung berusaha memberikan pertolongan,” kata AKP Suryanto.

Beberapa penumpang terlihat panik. Ada yang meminta bus segera dihentikan, sementara lainnya mencoba membantu mengevakuasi korban keluar kendaraan.

Petugas Medis Pastikan Korban Meninggal Dunia

Seorang penumpang bernama Sugeng Waluyo bersama penumpang lain kemudian membantu menurunkan korban dari bus ke lokasi yang lebih aman sambil menunggu kedatangan petugas medis.

Tak lama kemudian, tim medis dari Puskesmas Tepus 1 tiba di lokasi kejadian. Pemeriksaan langsung dilakukan di tempat.

Dari hasil pengecekan awal, denyut nadi korban tidak teraba. Petugas juga tidak menemukan pernapasan maupun saturasi oksigen pada tubuh korban.

Respons cahaya pada mata korban juga dinyatakan negatif.

Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Wonosari untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga langsung menghubungi pihak keluarga korban di Semarang terkait proses penjemputan jenazah.

Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Hasil pemeriksaan tim medis RSUD Wonosari tidak menemukan tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh korban. Polisi memastikan peristiwa tersebut merupakan insiden meninggal dunia mendadak.

Peristiwa itu sempat menarik perhatian wisatawan dan warga sekitar Pantai Slili. Sejumlah pengunjung terlihat berkumpul di sekitar lokasi saat proses evakuasi berlangsung.

Meski begitu, aparat kepolisian bersama petugas kesehatan bergerak cepat sehingga arus kendaraan di sekitar pertigaan tetap terkendali dan situasi tidak sampai menimbulkan kepadatan panjang.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kesehatan pengemudi, terutama sopir bus wisata yang menempuh perjalanan jarak jauh dengan durasi mengemudi panjang.

Hingga Jumat malam, pihak keluarga korban masih berkoordinasi dengan rumah sakit terkait proses pemulangan jenazah ke Semarang. (Eln)