bernasnews – Bagaimana Anda menjadikan Maria sebagai teladan dalam hidup Anda? Demikian pertanyaan Suster Agatha Priuntari, RGS ketika memandu Rekoleksi Ibu-Ibu Paroki Gereja Santo Yakobus Bantul di Ndalem Saryantan, Mangir Kidul, Sendangsari, Pajangan, Bantul, DIY, Kamis (14/5/2026). Rekoleksi bertajuk “Fiat Maria Menjadi Saluran Berkat”.
Sebelum ibu-ibu diminta menjawab pertanyaan dalam sesi “Berbagi 3” itu, Sr. Agatha mengajak peserta rekoleksi untuk diam selama satu menit. Selanjutnya dengan lancar dan suka cita, ibu-ibu menjawab mulai dari komitmen doa bagi keluarga sampai meneladani ketaatan dalam beriman sebagaimana dilakukan oleh Bunda Maria.
Menurut narasumber yang didampingi rekannya Sr. Lydia Wang, RGS dari Taiwan, makna Fiat adalah kesediaan atau ketaatan. Namun ketaatan Maria berbeda dengan ketaatan buta. Ketaatan dalam iman Maria adalah taat sejati karena cinta dan setia yakni berani berunding.
Ketika Maria diberi kabar oleh Malaikat Gabriel bahwa ia akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah dinamai Yesus, Maria berkata, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Lalu malaikat itu antara lain berkata, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau.’”
Melalui pola “tiga berbagi”, Sr. Agatha memulai rekoleksinya dengan memutarkan lagu “Ave Maria” yang dinyanyikan Lisa A. Riyanto (2012). Peserta diminta merenungkan setiap kata dan kalimat lagu itu dalam hati untuk memasuki topik berikutnya. Alinea pertama lirik lagu itu adalah : Engkau yang dipilih Allah, Bapa di surga/ Untuk melahirkan Putra-Nya yang kudus/ Engkaulah Bunda Kristus/ Bunda sang penebus s’gala dosa manusia.
Setelah itu, narasumber memberikan pengantar dan mulai memasuki “Berbagi 1” yakni dengan menyampaikan pertanyaan, “Bagaimanakah pengalaman Anda bersama Maria?”. Kemudian ibu-ibu mengungkapkan pengalaman perjumpaan itu. Selanjutnya mereka diajak mencermati bacaan Injil tentang kabar sukacita menurut Lukas 1 : 26-38, dan diminta membagikan satu kata yang menyentuh dari bacaan tersebuit.
Ibu-ibu pun menjawab pilihan kalimat yang menyentuh iman antara lain Tuhan menyertai engkau; Jangan takut; Engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah; Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?, Roh kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; Bagi Allah tidak ada yang mustahil,; Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhanm, jadilah padaku menurut perkataanmu itu.
Suasana rekoleksi berlangsung khidmat dan sesudah itu dillaksanakan kegiatan menyanyi bersama, pembagian kado silang, dan doorprize. Ketua Paguyuban Ibu Paroki Sylvia Maria Winahjuningrum Primawati mengucapkan terima kasih atas kebersamaan ibu-ibu dalam acara ini. (mar)












