bernasnews – Rumah peninggalan Pahlawan Nasional sekaligus Rektor pertama Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. dr. M. Sardjito, yang berlokasi di Jalan Cik Di Tiro Nomor 16, Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta tengah ramai diperbincangkan.
Rumah tersebut ditawarkan untuk dijual oleh pihak ahli waris. Dihimpun dari berbagai sumber, keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan keluarga.
Sementara proses penawaran telah dilakukan kepada sejumlah pihak, termasuk tokoh di Yogyakarta, meski harga jualnya tidak dipublikasikan.
Kesepakatan Ahli Waris Jadi Alasan Utama Penjualan
Budhi Santoso, pengurus sekaligus penjaga rumah sejak tahun 1980, mengungkapkan bahwa penjualan rumah tersebut merupakan hasil keputusan bersama para ahli waris. Rumah ini diketahui dimiliki oleh dua cucu Prof Sardjito, yakni Alita Poedjioetomo dan Dyani Poedjioetomo yang kini berdomisili di Jakarta.
Budhi, yang juga memiliki hubungan keluarga sebagai adik kandung dari istri Pek Poedjioetomo (anak tunggal Prof Sardjito), menyatakan bahwa keputusan tersebut telah dipertimbangkan secara matang oleh keluarga.
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya telah menawarkan properti ini kepada sekitar 10 pihak, termasuk sejumlah tokoh di Yogyakarta. Namun, terkait nilai penjualan, Budhi memilih tidak mengungkapkannya karena merupakan ranah privat keluarga.
Rumah Bersejarah di Jantung Kota Yogyakarta
Rumah bergaya arsitektur indische yang berdiri di kawasan strategis Kota Yogyakarta ini memiliki luas tanah sekitar 1.206 meter persegi dengan luas bangunan kurang lebih 800 meter persegi.
Lokasinya yang berada di pusat kota, hanya sekitar 1 kilometer dari kawasan UGM, menjadikannya sangat bernilai secara historis maupun strategis.
Bangunan ini tidak hanya dikenal sebagai hunian pribadi Prof Sardjito, tetapi juga menjadi saksi berbagai aktivitas penting, termasuk diskusi kebangsaan yang melibatkan tokoh-tokoh nasional pada masanya.
Ciri khas arsitektur klasik terlihat dari atap segitiga runcing, dinding tebal, serta deretan jendela kayu besar. Hingga kini, kondisi fisik rumah masih terawat dengan baik, termasuk lantai ubin merah yang mengkilap dan nuansa lawas yang tetap dipertahankan.
Menyimpan Jejak Sejarah Pendidikan dan Kesehatan
Prof Sardjito dikenal sebagai sosok penting dalam dunia pendidikan dan kesehatan di Indonesia. Selain menjabat sebagai Rektor pertama UGM, ia juga pernah menjadi Rektor ketiga Universitas Islam Indonesia (UII) serta dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
Rumah ini menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Saat menjabat sebagai rektor, rumah tersebut kerap menjadi tempat diskusi dengan tokoh-tokoh negara.
Tidak hanya itu, bagian belakang rumah juga pernah difungsikan sebagai kantor pengembangan obat tradisional. Salah satu hasil yang dikenal adalah obat peluruh batu urin yang dikembangkan oleh Prof Sardjito.
Di dalam rumah, berbagai benda peninggalan bersejarah masih tersimpan. Mulai dari mebel kayu seperti meja dan lemari, hingga koleksi buku-buku yang dahulu dimiliki Prof Sardjito. Di ruang tamu, terdapat lemari kaca berisi koleksi keris yang menjadi bagian dari peninggalan berharga.
Viral di Media Sosial, Publik Soroti Nilai Historis
Kabar penjualan rumah ini menjadi perhatian publik setelah video iklan penjualan properti tersebut beredar di media sosial. Banyak pihak menyoroti nilai sejarah yang melekat pada bangunan tersebut, mengingat peran besar Prof Sardjito dalam perkembangan pendidikan dan kesehatan di Indonesia.
Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai siapa calon pembeli potensial ataupun rencana pemanfaatan rumah tersebut ke depan.
Penjualan rumah bersejarah ini memunculkan harapan agar nilai historisnya tetap terjaga. Dengan posisi strategis serta latar belakang sejarah yang kuat, rumah ini dinilai memiliki potensi untuk dijadikan cagar budaya, museum, atau pusat edukasi.
Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan pemilik baru nantinya. Sementara itu, pihak keluarga melalui Budhi Santoso memastikan bahwa proses penjualan dilakukan secara terbuka namun tetap menjaga privasi terkait detail transaksi. (anp)












