bernasnews– Sebuah truk bermuatan pakan ternak ayam dengan nomor polisi AB 1817 QT terguling di kawasan Tanjakan Sambeng, Padukuhan Jentir, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul. Insiden tersebut terjadi pada Rabu (13/05/2026) sekitar pukul 09.40 WIB.
Truk yang dikemudikan oleh seorang pria berinisial AA (23), warga Limbur Tembesi, Bathin VIII, Sarolangun, Jambi, melaju dari arah utara menuju selatan.
Kapolsek Ngawen, AKP Arif Heriyanto, menjelaskan bahwa kendaraan sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda kehilangan tenaga saat memasuki tanjakan. Namun situasi berubah cepat ketika truk tidak lagi mampu menahan laju.
“Truk tidak kuat menanjak sehingga berjalan mundur dan menabrak mobil Daihatsu Gran Max yang berada di belakangnya,” jelas AKP Arif Heriyanto.
Mobil Daihatsu Gran Max dengan nomor polisi AB 1817 QT yang dikemudikan oleh pria berinisial SO (57), warga Gringsing, Bareng, Klaten Tengah, Jawa Tengah, tidak sempat menghindar ketika truk mulai meluncur mundur tanpa kendali. Benturan pun tak terhindarkan.
Setelah tabrakan terjadi, kondisi semakin tidak terkendali. Beban muatan pakan ayam yang berat membuat truk kehilangan keseimbangan. Dalam hitungan detik, kendaraan besar itu akhirnya terguling ke badan jalan dan menutup sebagian jalur utama Ngawen–Cawas.
“Usai menabrak mobil Gran Max, truk terguling di tengah jalan hingga muatannya tumpah,” ujar AKP Arif Heriyanto.
Beruntung, peristiwa kecelakaan tunggal yang berujung tabrakan beruntun kecil tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Kedua pengemudi yang terlibat dalam insiden itu juga selamat.
“Alhamdulillah, kedua sopir tidak mengalami luka,” tambah AKP Arif Heriyanto.
Tak lama setelah kejadian, aparat kepolisian dari Polsek Ngawen bersama warga sekitar segera bergerak cepat ke lokasi. Mereka berupaya mengamankan area kejadian sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas.
Warga sekitar turut membantu proses pembersihan muatan pakan ayam yang menutupi sebagian ruas jalan. Proses evakuasi berlangsung cukup menantang mengingat posisi truk yang terguling dan volume muatan yang cukup banyak. Namun, kerja sama antara aparat dan warga membuat kondisi jalan berangsur kembali terkendali.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat melintasi jalur menanjak di wilayah Ngawen–Cawas, terutama bagi kendaraan berat dengan muatan penuh.
Kondisi jalan yang menantang membutuhkan kesiapan kendaraan serta kemampuan pengemudi dalam mengendalikan laju di medan ekstrem. Jadi, peristiwa serupa tidak kembali terulang. (ef linangkung)












